Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Lestarikan Kesenian Tradisional, Komisi A Siapkan Perda

blokbojonegoro.com | Wednesday, 03 October 2018 23:00

Lestarikan Kesenian Tradisional, Komisi A Siapkan Perda

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Kepedulian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro terhadap kesenian tradisional di Kota Ledre tidak diragukan lagi.

Terbukti wakil rakyat di Komisi A menginisiasi payung hukum dengan menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang pelestarian kesenian tradisional Bojonegoro.

Wakil ketua komisi A DPRD Kabupaten Bojonegoro, Anam Warsito menjelaskan, sekarang ini singkronisasi penyusunan Naskah Akademik (NA) bersama Unigoro untuk menyiapkan Raperda (Rancangan Peraturan Daerah). Termasuk nantinya agenda FGD, untuk menerima masukan agar menyempurnakan Perda tersebut.

"Tujuan Perda inisiasi DPR ini kedepan para seniman diberikan ruang untuk berekspresi dan melestarikan kesenian tradisional yang ada di Bojonegoro," terangnya setelah singkonisasi NA di ruang paripurna DPRD bersama Unigoro, Rabu (3/10/2018).

Politisi Gerindra itu juga menyebut, melihat kondisi sekarang ini dirasa nyaris tanpa tradisi lokal yang ada di Bojonegoro. Sehingga dengan adanya Perda ini budaya dan tradisi bisa dilestarikan.

"Harapannya Perda tentang pelestarian kesenian tradisional Bojonegoro tahun ini bisa disahkan dan dapat segera dilaksanakan," pungkasnya. [ito/mu]

*Foto pagelaran tayub di Pendopo malowopati Bojonegoro

Tag : budaya, lestari, keseniaan tradisional


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.



Berita Terkini