19:00 . Orang Sembuh dari Covid-19 Terus Bertambah, Hari ini ada 1 Orang   |   18:00 . Petani Desa Sumengko Pilih Tanam Semangka, ini Alasannya...   |   17:00 . 15 Menit Lagu Jadi Langsung Record, Video Clip Ambil Konten Lokal   |   16:00 . Siap-siap New Normal, Pondok Pesantren Disterilkan   |   15:00 . Jaga Kebugaran Fisik Atel Latihan Online   |   14:00 . Akhir Pekan, Harga Buyback Emas Merosot Rp16.000   |   13:00 . Disdik Himbau Sekolah Tak Adakan Perpisahan   |   12:00 . 3 Reaktif Rapid Test Pasar Kedungadem, Sugihwaras dan Ngraho   |   11:00 . Bupati Ana Pantau Langsung Rapid Test di Pasar   |   10:00 . Lagi, Pedagang 3 Pasar Tradisonal di Rapid Test   |   09:00 . Mantabkan Ketahanan Pangan, Kodim Bojonegoro Tanam Padi Perdana di lahan Demplot   |   08:00 . Ular Sanca Besar Hebohkan Warga   |   07:00 . Tips buat yang Mulai Tertarik Berkebun di Rumah demi Ketahanan Pangan   |   21:00 . New Normal untuk Pesantren, Begini Kata Wagub Emil   |   20:00 . Merekatkan Persatuan Bangsa, Polisi Kawal Kampung Siaga   |  
Sun, 07 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 06 October 2018 22:00

Imunisasi Difteri Bojonegoro Tahap ke Dua Melampaui Target

Imunisasi Difteri Bojonegoro Tahap ke Dua Melampaui Target

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Imunisasi difteri atau Outbreak Responze Immunization (ORI) tahap ke dua di Kabupaten Bojonegoro sudah melampau target awal yang telah ditetapkan. Walaupun sepenuhnya belum tuntas 100 persen. Namun Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro mengklaim telah melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu 95.00% dari target 320.123 anak.

"Tahap ke dua kita sudah tercapai, bahkan sudah mencapai 99,47% atau 314.871 anak," ujar terang Totok Ismanto, Kabid Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro.

Dalam imunisasi tahap ke dua ini, Dinas Kesehatan Kota Ledre tidak menemukan sebuah kendala yang berarti dan adanya indikasi anak yang terkena difteri. Bahkan banyak instansi sekolah yang sangat 'Welcome' sekali menyambutnya lantaran sudah mengetahui pentingnya imunisasi difteri.

"Kalau tahap pertama kemarin ada sedikit kendala terkait ada guru yang menolaknya lantaran merasa anti dengan imunisasi atau vaksin. Namun, untuk masalah tersebut sudah terselasaikan lantaran kita mengganden Kemenag juga," ujar dr. Totok. Dirinya juga meminta agar masyarakat tidak lagi menolak, saat ada program vaksinasi atau imunisasi.

Sebab, satu-satunya cara yang bisa mencegah terjadinya penyebaran kasus difteri, adalah melalui imunisasi. Jika tidak, virus difteri akan lebih mudah menyerang anak-anak yang tidak pernah diimunisasi.

Di sisi lain, pencegahan terjadinya kasus difteri di Kabupaten Bojonegoro bisa dikatakan sudah cukup lama, yaitu sekitar 7 bulan yang lalu, sejak bupati Bojonegoro priode sebelumnya Suyoto menyatakan Bojonegoro KLB Difteri pada alhir bulan Februari 2018 yang lalu. Sehingga diharapkan, tidak ada lagi masyarakat yang terserang virus difteri.

“Kami berharap kesadaran masyarakat untuk memaksimalkan program imunisasi tersebut. Masyarakat yang memiliki bayi atau anak, agar diimunisasi lantaran selain untuk mencegak difteri progam imunisasi Difteri juga menghabiskan anggaran yang sangat besar, swhingga harus benar-benar dimaksimalkan," tutupnya kepada blokBojonegoro.com.[din/ito]

Tag : Imunisasi, difteri


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat