07:00 . Selain Makanan, Ini Faktor yang Pengaruhi Pencernaan   |   23:00 . Dua Warga Bojonegoro Terima Santunan dan Piagam Penghargaan dari Gubernur   |   22:30 . 2 Warga Bojonegoro Terima Santunan dari Gubernur   |   22:00 . Jelang Mudik, Kapolres Cek Jalan Nasional   |   21:00 . Kuwalahan Layani Pesanan, Industri Rumahan Rekrut IRT Tiap Ramadan   |   20:00 . Pilkades Pomahan Terancam Ditunda?   |   19:00 . Cipayung Bojonegoro Gelar Aksi Tolak People Power   |   18:00 . Per Nasabah Dijatah Rp18,7 Juta, BNI Sediakan 50 Antrean Setiap Hari   |   17:00 . Sebab Ini, Kita Bisa Didampingi Malaikat Rohmat   |   16:00 . Tradisi Ramadan, Jalan KH M Rosyid Layaknya Pasar Tumpah   |   15:30 . Sidak DLH, Minta Manajemen Koperasi Kareb Perbaiki AMDAL   |   15:00 . Jajanan Khas Kampung Ini Tembus Pasaran Luar Kota   |   13:00 . H-10 Pengerjaan dan Material Proyek Jalan Nasional Sudah Bersih   |   12:00 . Kapolres Cek Jalan Nasional Jelang Arus Mudik Lebaran   |   11:00 . Pengamanan Hasil Pemilu, 400 Aparat Gabungan Disiapkan   |  
Tue, 21 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 09 October 2018 12:00

Diskusi, Nadjib Hamid Beri Pemahaman Politik

Diskusi, Nadjib Hamid Beri Pemahaman Politik

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Pemahaman terhadap politik harus komperhensif, supaya tidak salah dalam memberikan hak pilihnya. Sehingga dalam diskusi santai, calon DPD RI, Nadjib Hamid menyampaikan tentang pentingnya politik dan kekuasaan dalam melahirkan kebijakan menata umat dan rakyat.

Acara yang berlangsung di aula At-taqwa komplek PDM kabupaten Bojonegoro, diikuti sekitar 650 orang warga Kota Ledre. Nadjib Hamid yang hadir didampingi Prof. DR. A. Zaenuri guru besar UNMUH Surabaya.

"Keterlibatannya di dunia politik (politik nilai), di mana perjuangannya lebih pada sisi politik hilir. Dengan berharap banyak pada pelaku politik di partai, ternyata realitasnya tidak maksimal bahkan mengalami kebuntuan," kata Nadjib Hamid mengawali diskusinya.

Dicontohkan, sebut saja ketika ia bersama teman-teman NU, Muhammadiyah dan yang lain melakukan judicial ruvieu tentang Undang-undang pendirian fasilitas kesehatan haruslah dari organisasi kesehatan, pupus dipelaku politik. Sehingga ia memandang jika Undang-undang yang ada diberlakukan berapa banyak rumah sakit - rumah sakit NU, Muhammadiyah yang akan tutup, karena tidak mendapatkan ijin operasional.

"Kenyataan itulah yang menguatkan Nadjib Hamid untuk berjuang di tataran hulu, dengan mendaftarkan diri sebagai calon anggota DPD," paparnya dihadapan ratusan peserta diskusi.

Sementara itu guru besar UNMUH Surabaya, Zaenuri memberikan pemaparan tentang kondisi moral bangsa yang cendrung mengarah pada degradasi. Baik-buruk, pejuang-pecundang batasannya makin tipis. Bahkan mengalami persepsi terbalik, penjahat disebut pahlawan, sementara pahlawan disebut pemberontak. Serta orang pintar tak lagi memiiki tempat, sebaliknya orang dunggu mendapat kepercayaan.

Pemilihan pemimpin lebih dilarbelakangi dengan isi tas (uang), sementara kapasitas, dan kapabilitas tidak lagi menjadi ukuran. "Karenanya saya mengharapkan kepada orang-orang baik untuk terjun ke politik, di sana mewarnai perpolitikan negeri," harapnya.

Hal senada disampaikan, Drs. Sholihin Jamik, M.Hum, agar umat islam memiliki data base riil, untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan umat. "Sehingga kedepannya mampu melakuan pengembangan potensi umat, untuk kemudian ke depan dapat menjadi umat yang jaya dan memiliki kekuatan politik dalam melahirkan kebijakan yang berpihak pada umat," pungkasnya.

Tampak diskusi yang dinamis dipandu moderator Yazid Mar'i, berlangsung dua arah. Namun karena keterbatasan waktu yang ada, belum semua pertanyaan terjawab, moderator harus mengahiri diskusi. Tetapi diskusi tersebut bisa dilanjutkan dalam forum-forum yang lain. [zid/ito]

Tag : Najib, diskusi, politik

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat