Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 09 October 2018 18:00

Jadi Jukir Perempuan, Ini Suka Dukanya

Jadi Jukir Perempuan, Ini Suka Dukanya

Kontributor: Apriani

blokBojonegoro.com - Pekerjaan sebagai seorang  petugas parkir yang biasanya disebut sebagai juru parkir (Jukir) indentiknya dilakukan oleh seorang laki-laki. Namun, di era kesetaraan gender saat ini, tampaknya tidak menjadi permasalahan jika perempuan menjadi seorang petugas parkir.

Perempuan yang satu ini meski menjadi seorang petugas parkir tetap merasa nyaman. Perempuan cantik tersebut bernama Trio Rina, perempuan berasal dari Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.

Perempuan yang akrab disapa Rina ini, mengaku senang dalam menjalankan pekerjaannya menjadi seorang petugas parkir. Alasannya simpel, sebagai Jukir dia bisa berkomunikasi langsung dengan masyarakat.

"Setiap hari bertemu dengan orang yang berbeda jadi berkomunikasi dengan orang yang berbeda, tentunya bisa banyak yang dikenal," ujar perempuan alumni SMA PGRI 1 Bojonegoro tahun 2010.

Per bulan Januari 2018 lalu, dia resmi bekerja sebagai petugas parkir, dari hasil seleksi hanya Ia dan temannya yang akrab disapa Mei, yang saat ini menjadi petugas parkir di Jalan Diponegoro.

"Waktu itu ada lowongan petugas parkir di Dinas Perhubungan, saya daftar alhamdulilah saya lolos. Jadi hanya dua saja petugas parkir perempuannya," terang perempuan petugas parkir di wilayah Jalan Mastumapel, Bojonegoro atau depan Kantor Pos Bojonegoro itu.

Meskipun menjadi seorang petugas parkir, keluarga tercintanya tetep mendukungnya dan keluarga juga merasa bangga.

"Keluarga dan suami sangat mendukung karena pekerjaan ini juga halal. Kalau suami kerja di pabrik di Surabaya biasanya seminggu pulang satu kali," tuturnya perempuan yang dulunya pernah bekerja sebagai bagian administrasi di salah satu perusahaan di Kabupaten Bojonegoro itu.

Sedangkan yang menjadi tantangan saat bekerja di jalan seperti itu, harus dia hadapi dengan mental yang kuat. Apalagi ketika bertemu dengan seseorang yang berpikiran negatif saat mendekati orang yang sedang parkir.

"Padahal mendekat mau menyeberangkan tapi dikira mau minta ongkos parkir. Jadi saya juga harus tahan mental supaya tidak ada yang tersinggung. Kadang ada juga yang memberi tapi tidak saya terima karena plat nomor Bojonegoro. Kalau sekarang sudah biasa mendekati hal demikian," ungkapnya.

Ia juga senang pasalnya meski bekerja sebagi petugas parkir yang tentunya akrab dengan polusi dan panas matahari, karena dari situ Ia mendapatkan keluarga baru, menjadi banyak teman, serta banyak kenalan.

"Temennya banyak, tukang becak, penjual keliling, dan yang lainnya. Bahkan ada juga yang sampai menggap saya anak," pungkasnya. [ani/lis]

 

Tag : jukir, perempuan

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.



Berita Terkini