19:00 . PC IPNU IPPNU Bojonegoro Ngaos Administrasi   |   18:00 . Bedah Keorganisasian, Tingkatkan Keterampilan Kader Jalankan SOP   |   17:00 . Pentingnya Pendidikan Agama untuk Anak   |   16:00 . Pasar Surup, Ala Bazar Kartar Tulungagung   |   15:00 . Luas Tanam Bawang Merah Hingga 4 Bulan Capai 1.215 Hektar   |   14:00 . Sepakbola Awali Pagelaran Porprov di Bojonegoro   |   13:00 . Manasik Haji Kabupaten Dijadwalkan 19 Juni Mendatang   |   12:00 . Inilah Lowongan Pekerjaan yang Selalu Dinanti Saat Ramadan   |   11:00 . Sambang Pelajar, PKPT IAI Sunan Giri Kenalkan Aswaja Sejak Dini   |   10:00 . Dinas Pengairan : Jelang Kemarau, Sejumlah Embung Dinormalisasi   |   09:00 . Cegah Mobilisasi People Power, Polres Bojonegoro Razia Kendaraan   |   08:00 . Jelang Jumbara PMR IX, PMI Susun Pembagian Tugas   |   07:00 . Tips Aman Puasa Bagi Ibu Hamil   |   23:00 . Mas Emil Ajak Perangi HOAX   |   22:00 . Wabup Silatirahmi ke Warga Tlatah   |  
Sun, 19 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 10 October 2018 17:00

Sejak Awal Tahun, 56 Keluarga PNS Berakhir Cerai

Sejak Awal Tahun, 56 Keluarga PNS Berakhir Cerai

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com - Ternyata kesejahteraan saat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tak lantas membuat hubungan keluarga harmonis. Terbukti, sejak bulan Januari hingga September 2018 ini puluhan PNS mengajukan kasus perceraian ke Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro.  

Data yang terhimpun oleh blokBojonegoro.com dari Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro menyebut jika ada 56 PNS mengakhiri rumah tangganya dengan perceraian selama Januari hingga September ini.

"Yang 19 cerai talak, yang 37 cerai gugat total hingga september 2018 ini ada 56 PNS yang cerai di PA Bojonegoro," kata Sekretaris PA Bojonegoro, Sholikin Jamik, kepada blokBojonegoro.com, Rabu (10/10/2018).

Ia menjelaskan jika alasan mereka melakukan ceria adalah karena pengaruh HP, yang seringkali menimbulkan kecemburuan. Sebab dikarenakan salah satu pihak mencurigai adanya perselingkuhan.

Selain itu, menurutnya banyaknya gaji ternyata menambah daftar keinginan yang bukan kebutuhan. Artinya  sebagian dari mereka yang melakukan cerai akibat keinginan yang mengarah pada ketidakharmonisan.  

Laporan ini, dikhususkan. Yaitu laporan perkara khusus PP no. 19 tahun 1983 Jo PP no. 45 tahun 1990, Pengadilan Agama Bojonegoro, bulan Januari sampai dengan September 2018. [top/lis]

 

Tag : pns, cerai

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat