19:00 . 1 Tambahan Baru, Kumulatif 52 Positif Covid-19 di Bojonegoro   |   18:00 . PBG Tuban: Kembangkan Inovasi, Lahirkan Prestasi   |   16:00 . Programmer Muda Asal Bojonegoro Bikin Aplikasi Bantu Pelayanan Warga   |   15:00 . Warga Desa Sukorejo Ingin Pasar Krempyeng Dibuka   |   14:00 . Tri Unggul EM, Resmi Jabat Ketua PN Bojonegoro   |   13:00 . Bagana Ansor Gondang Bantu Pencarian Korban   |   12:00 . Lebih Nyaman, UDD PMI Bojonegoro Resmikan Gedung Donor Baru   |   11:00 . Penerapan New Normal, Farida Hidayati Desak Pemerintah Pusat dan Daerah Perhatikan Pesantren   |   10:00 . Mengenal Lebih Dekat Arga Marvel, Penyanyi Asal Bojonegoro   |   09:00 . Pulang dari Ladang, Warga Gondang Terseret Arus Kali Kandangan   |   08:00 . Permudah Layanan Kependudukan, Pemkab Luncurkan Aplikasi Online   |   07:00 . 5 Cara Hilangkan Rasa Baper Terhadap Mantan   |   21:00 . UDD PMI Bojonegoro Meski Idul Fitri Stok Darah Aman   |   20:00 . Tambah 1 Lagi di Kota, Kumulatif 51 Orang Positif Covid-19 di Bojonegoro   |   19:00 . Bupati Bojonegoro Hadiri Penyaluran BLT DD di Kepohbaru   |  
Sat, 30 May 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 16 October 2018 12:00

Pancaroba, Waspadai Penyakit dan Penyebabnya

Pancaroba, Waspadai Penyakit dan Penyebabnya

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Hujan deras mulai melanda Kabupaten Bojonegoro dalam beberapa hari terakhir, khususnya Bojonegoro bagian timur. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro menghimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi penyakit yang timbul dari musim peralihan ini.

Pada saat musim pancaroba, bisa menyebabkan daya tahan tubuh menjadi menurun, lantaran udara yang biasanya kering kini menjadi basah dan lembab setelah turun hujan. Sehingga, bakal berpotensi menjadi momentum berkembangnya kuman dan bakteri.

"Biasanya yang paling banyak ditemui adalah gangguan pada saluran pernafasan, karena disebabkan udara yang berubah itu," ungkap Kabid Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, Totok Ismanto, Selasa (16/102018).

Selain itu, masyarakat juga perlu waspada dengan kondisi lingkungan dengan seiring datangnya hujan saat ini. Pasalnya genangan air dari hujan yang terjadi menjadi tempat nyaman bagi nyamuk untuk berkembang biak, sehingga diharapkan masyarakat melakukan gerakan 3 M (Menguras, Menutup dan Mengubur) dalam satu minggu satu sekali tidak hanya pada musim penghujan saja.

"Aktifkan juga gerakan 1 rumah satu jumantik untuk menggadapi musim hujan ini dan harus lebih intensif melakukan gerakan tersebut, sebab nyamuk punya tempat lebih banyak untuk berkembang biak, jadi hati-hati karena bisa berpotensi menyebarnya penyakit DBD," katanya.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sendiri juga terus mendorong masyarakat daerah untuk menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat agar terhindar dari DBD. Jika ada masyarakat yang terserang DBD segera membawa ke pusat layanan kesehatan terdekat apabila ada tanda-tanda DBD pada seseorang.

Tanda-tanda seorang terserang DBD adalah suhu badan tinggi, menggigil, kehilangan nafsu makan serta terdapat bercak merah pada sekujur tubuh korban.

"Mereka harus dibawa cepat ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapat pelayanan medis segera, guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," tutupnya kepada blokBojonegoro.com.[din/ito]

Tag : pancaroba, penyakit, musim


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat