19:00 . 1 Tambahan Baru, Kumulatif 52 Positif Covid-19 di Bojonegoro   |   18:00 . PBG Tuban: Kembangkan Inovasi, Lahirkan Prestasi   |   16:00 . Programmer Muda Asal Bojonegoro Bikin Aplikasi Bantu Pelayanan Warga   |   15:00 . Warga Desa Sukorejo Ingin Pasar Krempyeng Dibuka   |   14:00 . Tri Unggul EM, Resmi Jabat Ketua PN Bojonegoro   |   13:00 . Bagana Ansor Gondang Bantu Pencarian Korban   |   12:00 . Lebih Nyaman, UDD PMI Bojonegoro Resmikan Gedung Donor Baru   |   11:00 . Penerapan New Normal, Farida Hidayati Desak Pemerintah Pusat dan Daerah Perhatikan Pesantren   |   10:00 . Mengenal Lebih Dekat Arga Marvel, Penyanyi Asal Bojonegoro   |   09:00 . Pulang dari Ladang, Warga Gondang Terseret Arus Kali Kandangan   |   08:00 . Permudah Layanan Kependudukan, Pemkab Luncurkan Aplikasi Online   |   07:00 . 5 Cara Hilangkan Rasa Baper Terhadap Mantan   |   21:00 . UDD PMI Bojonegoro Meski Idul Fitri Stok Darah Aman   |   20:00 . Tambah 1 Lagi di Kota, Kumulatif 51 Orang Positif Covid-19 di Bojonegoro   |   19:00 . Bupati Bojonegoro Hadiri Penyaluran BLT DD di Kepohbaru   |  
Sat, 30 May 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 18 October 2018 07:00

Cegah Anak Kecanduan Gawai Dimulai dari Orangtua

Cegah Anak Kecanduan Gawai Dimulai dari Orangtua

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Kasus kecanduan gawai sebetulnya berawal dari penggunaannya yang terlalu berlebihan dan tidak dibarengi sikap bijak menggunakan gawai.

Banyak orang yang memaksimalkan fungsi gawai, namun tak semua orang mencapai tahap kecanduan. Jadi, fenomena kecanduan gawai adalah sesuatu yang sangat mungkin untuk dicegah.

“Prevensi itu penting. Artinya, menggunakan gadget dan internet harus dengan bijak dan harus dimulai dari orangtuanya,” kata Kepala Departemen Medik Kesehatan Jiwa RSCM-FKUI dr. Kristiana Siste Kurniasanti, SpKJ (K).

Beberapa tahapan pencegahan yang bisa dilakukan, antara lain:

1. Penggunaan bijak mulai dari orangtua

Penggunaan gawai secara bijak bisa dimulai dari orangtua. Menurut Siste, saat ini masih banyak orangtua yang asyik bermain gawai di depan anak-anaknya tanpa mempertimbangkan waktu yang tepat. Padahal, orangtua sering kali menjadi contoh bagi anak dalam segala hal di kehidupannya.

“Saat makan, kadang orangtua sibuk dengan gawai masing-masing. Padahal, pada momen tersebut sebenarnya anak remaja dan dewasa muda ingin curhat sama orangtuanya,” kata Siste.

2. Pengenalan gawai

Orangtua juga perlu mempertimbangkan usia yang tepat untuk mengenalkan gawai pada anak. Misalnya, menunda mengenalkan gawai pada anak yang berusia kurang dari satu tahun. Pada usia tersebut, orangtua diimbau untuk mengedepankan interaksi langsung.

Ia menyarankan, sebelum usia enam tahun orangtua tetap mendampingi anak saat menggunakan gawai. Games yang boleh dimainkan anak juga seharusnya lebih melatif aspek kognitif, bukan lebih banyak mengandung unsur agresivitas atau pornografi.

3. Tidak permisif

Kedua orangtua diharapkan memiliki sikap yang kompak terhadap anak dalam hal penggunaan gawai. Siste menuturkan, dirinya sering kali mendapatkan orangtua yang salah satunya sangat keras terhadap anak, sementara satunya lagi cenderung permisif.

Misalnya, ketika orangtua menetapkan waktu penggunaan gawai hanya 1 jam sehari, maka keduanya harus sepakat.

"Jadi, anak akan mencari orangtua yang sangat permisif sama dia,” ujar Siste.

4. Membuat aturan khusus

Siste juga menganjurkan orangtua untuk membuat aturan khusus bagi anak soal penggunaan gawai. Misalnya, tidak memainkan gawai di tempat privat seperti kamar agar pemakaiannya lebih terkontrol oleh orangtua.

Hal lainnya adalah tidak menggunakan sambungan internet nirkabel di rumah dan memilih opsi sambungan internet dengan kabel agar lebih terkontrol.

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat