08:00 . BPKAD: Pemkab Transparan Kelola Keuangan   |   07:00 . Membiarkan Balita Bilang 'Enggak Mau' Ternyata Ada Manfaatnya   |   21:00 . Selamat Jalan Dek Kamila   |   19:00 . Bangunan Misterius Muncul di Bengawan Solo   |   16:00 . Wisata Kracakan Niagara Mini dan Rajut yang Tembus Amerika   |   15:00 . Polsek Kota dan Dishub Gelar Pembinaan Bagi Operator Perahu   |   14:00 . Pemerintah Tetap Pakai Skema Bagi Hasil Gross Split di Sektor Migas   |   13:00 . PMII Desak Bupati Jelaskan Uang Rakyat yang Didepositokan Rp2,9 T   |   12:00 . Aksi Mahasiswa Bojonegoro Soroti Silpa Tahun 2018   |   10:00 . DPRD Datangi Rumah Korban Dugaan Malpraktik RSUD Bojonegoro   |   08:00 . 100 Perempuan Bojonegoro Dilatih Menjadi Perajut   |   07:00 . Cerita Drama Tangisan Anak, Agar Keinginannya Terpenuhi   |   22:00 . Sambut Milad, Rumah Sakit Aisyiyah Gelar Lomba Tahfidz   |   21:00 . Pemdes dan Kelompok Tani Ngadiluhur Balen Kendalikan Tikus   |   20:00 . Kurangi Pengangguran, Disperinaker Buka Job Fair 2019 Selama Dua Hari   |  
Fri, 15 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 18 October 2018 13:00

Terjaring Razia, Siswa Simpan Video Porno di Ponsel

Terjaring Razia, Siswa Simpan Video Porno di Ponsel

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Bojonegoro menjaring tiga dari lima pelajar yang kedapatan bolos, di salah satu cafe di kawasan Mulyoagung jalan Lettu Suyitno Bojonegoro, Kamis (18/10/2018). Sedangkan kedua temannya melarikan diri. Namun ironisnya salah satu pelajar yang terjaring menyimpan video porno di ponselnya, yang diduga diperankan sendiri.

Setelah dibawa ke kantor Satpol PP di lingkup Pemkab Bojonegoro, seluruh ponsel pelajar yang terjaring razia dilakukan pemeriksaan. Didapati video tak pantas berdurasi sekitar 35 detik, yang dilakukan pelajar.

Kepala Satpol PP Pemkab Bojonegoro, Gunawan menceritakan, awalnya petugas melakukan patroli rutin pagi hari didapati pelajar bolos saat jam sekolah di wilayah kota. Sehingga mereka dibawa ke kantor Satpol untuk dilakukan pembinaan.

"Setelah sampai di kantor Satpol, di HP pelajar mecari nomor orang tua atau guru. Tapi didapati sebuah video tidak pantas dilihat," terangnya kepada blokBojonegoro.com.

Selain dilakukan pembinaan oleh petugas, lanjut Gunawan, para pelajar diserahkan kepada orang tuanya untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut. "Ini tentu harus diketahui orang tuanya lebih dahulu dan video itu kita sarankan dihapus. Agar video tidak pantas menyebar ke pihak lain," ungkapnya.

Ditambahkan, kalau sanksi sifatnya tidak pidana, tapi pembinaan penyadaran kembali. Supaya anak-anak bisa tertib dan disiplin. "Jangan melepaskan anak begitu saja, termasuk saat anak berangkat sekolah dan harus diperhatikan. Karena mereka juga bisa terpengaruh lingkungan," pungkasnya. [zid/ito]

Tag : satpol, pp, pemkab, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat