18:00 . Kirab Pusaka Haul Ke-237 Ki Andongsari (Adipati Arya Mentahun)   |   17:00 . As Roda Belakang Mobil Dump Truk Patah, Lalu Lintas Tersendat   |   16:00 . IKIP PGRI Bojonegoro Lantik Organisasi Kemahasiswaan   |   15:00 . Punya Harga Jual Tinggi Dibalik Limbah Tanaman Kedelai   |   12:00 . Zakat Upaya Meningkatkan Ekonomi Rumah Tangga Sangat Miskin   |   11:00 . Sempat Viral di Medsos, Kakek Pengemis Diamankan Satpol PP   |   10:00 . Diantar Keluarga untuk Mengemis, Seorang Kakek dan Wanita Muda Ditangkap?   |   09:00 . Fuul: Kampus Ungu Bersholawat Bareng Gus Azmi   |   08:00 . Ditinggal Nonton Hiburan, Rumah di Ngasem Terbakar   |   07:00 . Waspada Bila Anak Tampak Begitu Lamban dan Mudah Jatuh   |   21:00 . Bus Baru Pemkab Bojonegoro Khusus untuk Pelayanan dan Sosial   |   20:00 . Live: Kampus Ungu Bersholawat Bersama Gus Azmi   |   19:00 . Kader Baureno Nahkodai PDPM Bojonegoro   |   18:00 . Diduga Kelelahan, Staf Perhutani Ditemukan Meninggal Dunia   |   17:00 . Bus Baru Pemkab, Bupati: Untuk Pelayanan dan Sosial   |  
Mon, 16 September 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 19 October 2018 07:00

Ini Kebiasaan yang Bikin Pekerjaan Lebih Sulit dari Seharusnya

Ini Kebiasaan yang Bikin Pekerjaan Lebih Sulit dari Seharusnya

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Ketika berangkat ke kantor tiap pagi terasa seperti siksaan, sebenarnya kita membuat pekerjaan kita menjadi lebih sulit dari yang seharusnya.

Jika kita merasa tidak puas dengan karier, kita membuat semua hal dalam hidup terasa berantakan.  Perasaan ini akan terus membesar seperti bola salju sampai kita benar-benar apatis dan benci dengan pekerjaan.

Situasi ini dapat memicu kelelahan mental, performa kerja menurun, dan yang terburuk menyebabkan kita dipecat.

Pada dasarnya, hampir semua situasi dalam pekerjaan bisa diperbaiki. Salah satunya adalah dengan menghindari empat kebiasaan yang membuat job desc lebih sulit.

1. Menunda pekerjaan

Pakar manajemen dan penulis buku Brian Tracy menyarankan untuk memulai dengan tugas yang paling penting, sulit, dan terbesar.

Konsep ini disebut juga dengan "memakan katak". Jika kita sarapan dengan katak, secara umum kita yakin bahwa bagian paling buruk pada hari itu sudah dilalui.

Ketika kita sudah menyelesaikan bagian ini, tugas-tugas lain tak terasa sulit dan tentunya hari kita akan berjalan lebih baik.

Cek apa daftar tugas harian kita dan pilih yang paling sulit. Segera selesaikan sebaik-baiknya.

2. Mengisolasi diri

Namanya juga manusia, kita pasti memiliki keterbatasan dan tak mungkin menyelesaikan semua sendiri.

Pekerjaan kita akan lebih cepat selesai jika kita percaya pada kolega. Kerja sama juga akan meningkatkan rasa nyaman bekerja, memperat hubungan, dan mendongkrak kreativitas.

Kita mungkin merasa apa yang kita lakukan lebih baik dibanding yang lain, tetapi melepaskan sedikit sikap perfeksionis dengan membiarkan orang lain membantu.

Jika kolega kita gagal, kita bisa belajar dari situ bukan? Carilah cara untuk bekerja dengan orang di sekitar kita dan bukan merasa terancam olehnya.

3. Sulit bikin keputusan

Bila kita harus membuat keputusan di kantor dan malah menghabiskan banyak waktu menemukan keputusan terbaik di setiap situasi, kita malah akan frustrasi.

Menurut Tim Herrera, pendiri Smarter Living, berusaha menemukan keputusan paling baik biasanya akan menyebabkan "tak ada keputusan", penyesalan, bahkan rasa tidak bahagia.

Cobalah membuat keputusan yang baik, di mana kita akan merasa siap dengan hasilnya. Lalu pindah ke tugas lain. Waktu akan lebih efisien dan kita juga merasa nyaman.

4. Tak ada kehidupan lain

Bila kita meluangkan waktu untuk sejenak menjauh dari pekerjaan, kita akan kembali dengan perasaan lebih fresh dan punya pandangan baru.

Jagalah jarak antara hidup pribadi dan pekerjaan, temukan keseimbangannya.

Orang yang bahagia adalah pekerja yang produktif. Jadi, upayakan waktu untuk mengambil cuti dan berlibur sesekali.

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Wednesday, 07 August 2019 15:00

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten Sebanyak 29 wartawan telah bekerja keras melewati Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-27 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, yang bekerjasama dengan SKK Migas dan KKKS. Selama dua hari 6-7...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 08 September 2019 15:00

    Semarak HUT, 17 Perlombaan Satukan Warga Semanding

    Semarak HUT, 17 Perlombaan Satukan Warga Semanding Peringatan HUT Republik Indonesia merupakan suatu kegiatan yang rutin dilaksanakan seluruh masyarakat Indonesia, sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan Republik Indonesia yang diperjuangkan oleh pahlawan terdahulu....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat