12:00 . AMSI Himbau Publik Baca Berita Dari Sumber Dipercaya   |   10:00 . 172 Jabatan Sekdes Kosong, Pemilihan Wewenang Desa   |   08:00 . Aula Belajar Maslakul Huda Resmi Dibuka untuk Kegiatan Belajar Mengajar   |   07:00 . Ada Riwayat Keluarga dengan Penyakit Jantung? Lakukan Ini...   |   00:00 . Teguhkan Komitmen Pada Muhammadiyah Melalui Baitul Arqom   |   23:00 . BPD dari 13 Desa di Kecamatan Kapas Dilantik   |   22:00 . Aksi 22 Mei, Penumpang KA Jurusan Jakarta Diperiksa   |   21:00 . Peringati Nuzulul Quran, Remas Jami'Baitul Ghofur Sumodikaran Bagi Takjil   |   20:00 . Kenalkan Bright Gas Melalui 'BEDUK'   |   19:00 . Liga 3 Mulai, Persibo Siapkah?   |   18:30 . Persibo di Group A, Inilah Selengkapnya   |   18:00 . BPK Nilai WTP Laporan Keuangan Bojonegoro   |   17:30 . Cegah Pendangkalan, 6 Kali Dinormalisasi   |   17:00 . Al-Quran Obat Segala Penyakit   |   16:30 . Kick Off 27 Juli, Persibo Jumpa PSM Madiun   |  
Wed, 22 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 19 October 2018 19:30

HJB Bojonegoro ke-341

Tari Encek Grenjeng Ramaikan Serah Terima Api Abadi

Tari Encek Grenjeng Ramaikan Serah Terima Api Abadi

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Setelah melalui beberapa rute dari Kahyangan Api Kecamatan Ngasem, api abadi Grebek Berkah 2018 yang dibawa oleh Camat Kota Bojonegoro tiba di Pendopo Malowopati Kabupaten Bojonegoro, Jumat (19/10/2018).

Bupati Bojonegoro, Dr. Hajjah Anna Muawannah besera wakilnya Budi Irawanto dan keluarga bemenerima api abadi tersebut sebagai rangkaian pamungkas "Grebek Berkah HJB yang ke 341", yang hari ini diarak mulai dari Kayangan Api Kecamatan Ngasem dan berhenti di Pendopo Malowopati.

Setelah menerima api abadi, sembilan penari yang berasal dari Sanggar Angling Dharma turut memeriahkan seserahan api abadi di Pendopo Malowopati dengan menampilkan tari 'Encek Grenjeng'. Tari Encek Grenjeng sendiri berasal dari Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno yang mengambarkan swbuah upacara adat sedekah bumi sebagai bentuk penghormatan kepada sepasang leluhur desa setempat yaitu Akuwu Basunanda dan Nyi Lebdasari pada zaman dahulu.

Di dalam upacara adat itu digambarkan ada iring-iringan “encek” (wadah) berisi sajian gunungan hasil bumi dan makanan simbul rasa syukur dan suka cita masyarakat yang sudah menjadi tradisi dilengkapi disajikan hiburan tayub.[din/lis]

 

Tag : grebek, berkah

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat