08:00 . Mahasiswa Cerdas Bermedia Sosial   |   07:00 . 8 Tanda Kamu Terlalu Bergantung dengan Kekasih   |   19:00 . Peringati Hari Peduli Sampah, Bersihkan Sampah Bengawan   |   18:00 . Utamakan Keselamatan Pasien Dengan Standar Akreditasi   |   17:00 . PWI Bojonegoro Selenggarakan Workshop   |   16:00 . Banyak Kendala, Para Peternak Berbagi Pengalaman   |   15:00 . Santunan Kematian, Ahli Waris Harus Memiliki Rekening   |   14:00 . 44S Poultry Berikan Pelatihan Kepada 57 Peternak Ayam   |   13:00 . Pemkab Bojonegoro Bakal Tingkatkan Kemampuan PMKS   |   12:00 . DLH dan Polres Bojonegoro Bersih Sampah di TBS   |   11:00 . Diburu Pembeli, Laju Penjualan Laptop-Komputer Meningkat   |   10:00 . Tanya Kejejelasan Nasib Persibo, Suporter akan Turun Jalan   |   09:00 . Jelang UNBK, Laptop Baru dan Bekas Masih Diburu   |   08:00 . Ini Alasan Pupuk Organik Lebih Disarankan Dibanding Kimia   |   07:00 . Awas, Jangan Biarkan Batuk Berkepanjangan   |  
Thu, 21 February 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 22 October 2018 08:00

Gunung Pegat Akan Disulap Jadi Objek Wisata Relif

Gunung Pegat Akan Disulap Jadi Objek Wisata Relif

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bakal menjadikan gunung batu yang berada di Desa Gajah, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, atau biasa disebut 'Gunung Pegat' bakal dirubah menjadi tempat wisata yang sangat bagus. Gunung batu bekas penambangan tersebut bakal dirubah menjadi wisata relif atau biasa disebut dengan seni pahat dan ukiran 3-dimensi yang biasanya dibuat di atas batu.

Kepala Bidang Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia, Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, Diah Enggar Rinimukti menjelaskan, pihaknya bersama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta sudah membahas dan merancang penataan ke depannya.

"Kita sudah merancangnya bahwa relif tersebut bakal berisi sejarah Desa Gajah, yang konon ada sangkut pautnya dengan Kisah Gajah Mada lantaran beliau lahir di Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan dan itu berbatasan langsung dengan Bojonegoro, khususnya desa Gajah," ungkap Enggar.

Meski demikian, dia mengakui, untuk mewujudkan itu memerlukan banyak persiapan. Untuk tahap awal yang dilakukan pihaknya adalah sudah melakukan penataan ataupun melihat kualitas batu yang berada di Desa Gajah dan mendapat acungan jempol dari ISI lantaran Bojonegoro mempunyai tempat dan sumberdaya alam yang sangat bagus.

"Kita akan melakukanya secara bertahap dulu, dari lomba desain pahatan tingkat nasional yang akan dilakukan pada akhir Oktober ini bersamaan dengan efen Hari Jadi Bojonegoro (HJB). Kemudian, untuk pemahatan akan dimulai pada bulan November," lanjutnya kepada blokBojonegoro.com.

Ke depannya jika proses memahat sudah selesai, rencananya wisata tersebut bakal diberi nama "Gunung Watu Jodoh" sebagai upaya untuk menghilangkan stigma negatif dari masyarakat tentang gunung pegat. Pasalnya banyak yang beranggapan jika ada pasangan pengantin yang akan melakukan prosesi ngunduh mantu dan melewati gunung pegat harus melepaskan ayam agar tetap langgeng.

"Padahal jika dilihat dari sejarah sebenarnya dahulu lokasi tersebut adalah sebuah gunung batu yang dibelah untuk dijadikan sebuah jalan penghubung antara Bojonegoro, Lamongan dan Jombang ataupun sebaliknya," tuturnya.

Di sisi lain Gunung Watu Jodoh (GWJ) bakal menjadi wisata nasional yang berada di Bojonegoro timur. Sebab jika dilihat sekarang kebanyakan wisata Bojonegoro berada di daerah perkotaan ataupun Bojonegoro bagian barat dan Selatan, sehingga diharapkan bakal turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Bojonegoro timur.

"Dari segi lokasi juga sangat setrategis yang banyak dilalui oleh masyarakat, baik Bojonegoro, Lamongan, Jombang ataupun masyarakat yang ingin pergi ke Lamongan ataupun Jombang untuk berziarah wali," tutupnya.[din/ito]

Tag : gajah, bojonegoro, gunung, pegat

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 18 February 2019 08:00

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia Mengendalikan OPT padi dengan cara menanam Refugia juga dilakukan petani di Desa Pumpungan Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 24 October 2018 09:00

    LoKer dan Iklan Baris di bB

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi Untuk mengakomodir permintaan dari masyarakat luas, terutama pembaca setia blokBojonegoro.com, redaksi menyediakan kanal khusus untuk informasi lowongan kerja (LoKer) dan iklan baris....

    read more