21:00 . Ketua FTBM Harap Pemkab Adakan Festival Hari Membaca   |   20:00 . Masih Lesu, Budaya Literasi di Bojonegoro Harus Digalakkan   |   19:00 . VIRAL..! PENTOL WAYAHE WAYAHE SAAT PEMILU   |   18:00 . Kampung Dekat Kali Brantas ini Menjadi Lebih Indah   |   17:00 . Kembangkan Pertanian Bojonegoro, Hara Gandeng Ponpes   |   16:00 . SKK MIGAS Jabanusa Gelar Forum Operasi 2019 Road to Giant Discovery   |   15:00 . AJI Bojonegoro Gelar Seminar Publik SJSN   |   14:00 . Zona Tengah Dominasi Kejahatan Hutan di Bojonegoro   |   13:00 . Kalianyar Ikut Lomba Desa Berseri Tingkat Provinsi   |   12:00 . KPUK: Baru 5 Kecamatan Setor Hasil Rekapitulasi   |   11:00 . Diduga Kelelahan, Anggota KPPS Meninggal, Satu Dirawat   |   09:00 . Ancaman Pemilu, Kecurangan dan Hoax   |   08:00 . Golkar Berharap 7 Kursi Bisa Dipertahankan   |   06:00 . Amankan Rekapitulasi Suara, Banser Jaga 17 Jam Sehari   |   21:00 . Kepala SKK Migas Jabanusa Buka Lokakarya Media   |  
Wed, 24 April 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 22 October 2018 08:00

Gunung Pegat Akan Disulap Jadi Objek Wisata Relif

Gunung Pegat Akan Disulap Jadi Objek Wisata Relif

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bakal menjadikan gunung batu yang berada di Desa Gajah, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, atau biasa disebut 'Gunung Pegat' bakal dirubah menjadi tempat wisata yang sangat bagus. Gunung batu bekas penambangan tersebut bakal dirubah menjadi wisata relif atau biasa disebut dengan seni pahat dan ukiran 3-dimensi yang biasanya dibuat di atas batu.

Kepala Bidang Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia, Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, Diah Enggar Rinimukti menjelaskan, pihaknya bersama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta sudah membahas dan merancang penataan ke depannya.

"Kita sudah merancangnya bahwa relif tersebut bakal berisi sejarah Desa Gajah, yang konon ada sangkut pautnya dengan Kisah Gajah Mada lantaran beliau lahir di Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan dan itu berbatasan langsung dengan Bojonegoro, khususnya desa Gajah," ungkap Enggar.

Meski demikian, dia mengakui, untuk mewujudkan itu memerlukan banyak persiapan. Untuk tahap awal yang dilakukan pihaknya adalah sudah melakukan penataan ataupun melihat kualitas batu yang berada di Desa Gajah dan mendapat acungan jempol dari ISI lantaran Bojonegoro mempunyai tempat dan sumberdaya alam yang sangat bagus.

"Kita akan melakukanya secara bertahap dulu, dari lomba desain pahatan tingkat nasional yang akan dilakukan pada akhir Oktober ini bersamaan dengan efen Hari Jadi Bojonegoro (HJB). Kemudian, untuk pemahatan akan dimulai pada bulan November," lanjutnya kepada blokBojonegoro.com.

Ke depannya jika proses memahat sudah selesai, rencananya wisata tersebut bakal diberi nama "Gunung Watu Jodoh" sebagai upaya untuk menghilangkan stigma negatif dari masyarakat tentang gunung pegat. Pasalnya banyak yang beranggapan jika ada pasangan pengantin yang akan melakukan prosesi ngunduh mantu dan melewati gunung pegat harus melepaskan ayam agar tetap langgeng.

"Padahal jika dilihat dari sejarah sebenarnya dahulu lokasi tersebut adalah sebuah gunung batu yang dibelah untuk dijadikan sebuah jalan penghubung antara Bojonegoro, Lamongan dan Jombang ataupun sebaliknya," tuturnya.

Di sisi lain Gunung Watu Jodoh (GWJ) bakal menjadi wisata nasional yang berada di Bojonegoro timur. Sebab jika dilihat sekarang kebanyakan wisata Bojonegoro berada di daerah perkotaan ataupun Bojonegoro bagian barat dan Selatan, sehingga diharapkan bakal turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Bojonegoro timur.

"Dari segi lokasi juga sangat setrategis yang banyak dilalui oleh masyarakat, baik Bojonegoro, Lamongan, Jombang ataupun masyarakat yang ingin pergi ke Lamongan ataupun Jombang untuk berziarah wali," tutupnya.[din/ito]

Tag : gajah, bojonegoro, gunung, pegat

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 27 March 2019 21:00

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng Seorang petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Abdul Mukarom merasa senang karena pohon Lengkeng yang ia tanam dua tahun yang lalu sekarang ini buahnya sudah bisa dinikmati. Setelah empat pohon...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 16 April 2019 09:00

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK): No.Pol: S-3761-DJ Merk/Type: HONDA Warna: Hitam Tahaun pembuatan: 2012 Nomor Rangka: MH1JB8110CK809201 Nomor Mesin: JB81E1806215 Atas Nama: DASINAH Alamat: Dusun Kawis RT.01/RW.02 Desa Geger Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more