21:00 . New Normal untuk Pesantren, Begini Kata Wagub Emil   |   20:00 . Merekatkan Persatuan Bangsa, Polisi Kawal Kampung Siaga   |   19:45 . Wagub Jatim Halal Bi Halal dengan AMSI Jatim   |   19:30 . Tambahan 1 Orang Positif Covid-19 dari ODP   |   19:15 . Via Vidcon, Wagub Emil Halal Bi Halal dengan AMSI Jatim   |   19:00 . Mahasiswa ini Kuliah Sambil Berwirausaha Bisnis Camilan Kurma Selimut   |   18:00 . Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim Apresiasi Penanganan Covid-19 di Bojonegoro   |   17:00 . Meski Kecewa Batal Berangkat, Calon Haji Pasrah   |   16:00 . Bupati Ngopdar Bersama Pemuda Bojonegoro   |   15:00 . Ular Sanca Kembang Hebohkan Warga Balen   |   14:00 . Diduga Penyakit Mata Tak Kunjung Sembuh, Warga Desa Karangdowo Gantung Diri   |   12:00 . Bhayangkari Bojonegoro Bagi Paket Suplemen dan Masker untuk Posko Covid-19   |   11:00 . Selain Emas, BPKB Juga Dominasi Agunan di Pegadaian saat Pandemi   |   10:00 . Tatib Direvisi, DPRD Bojonegoro Gelar Rapat dengan Video Conference   |   09:00 . 17.260 Siswa SMP-MTs Terima Kelulusan   |  
Sat, 06 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 22 October 2018 20:00

SMK Diharap Jadi Sekolah Berbasis Akademis dan Produksi

SMK Diharap Jadi Sekolah Berbasis Akademis dan Produksi

Reporter: M Safuan

blokBojonegoro.com - Upaya pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terus dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Kadisdik Prov). Hal itu diungkapkan saat memberikan pembinaan kepada Seluruh Kepala SMK se Wilker 1 Jawa Timur.

"Saat ini, untuk memajukan SMK kepala sekolah harus punya 2 pola pikir yakni pertama pola pikir secara akademis dan yang kedua yakni SMK itu harus menjadi basis produksi," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Kadis Prov), Saiful Rahman 

Dirinya menjelaskan pola pikir yang pertama yakni pola akademis yang artinya setiap kepala sekolah itu harus memberikan wadah bagi seluruh siswa sehingga nantinya SMK itu bisa menjadi produksi SDM dan punya produk unggulan.

Sedangkan pola pikir kedua SMK harus menjadi basis produksi yang artinya setiap SMK harus punya produk yang benar-benar teruji dengan standarisasi yang telah ditentukan. Sedangkan untuk menentukan standarisasi produk itu harus pula menggandeng Badan Standarisasi Nasional (BSN).

Terpisah Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Soemiarso mengatakan SMK saat ini harus memang punya Ikon dan bisa menciptakan produk maupun punya Ikon yang ditonjolkan, sehingga dengan Ikon maupun produk yang dihasilkan bisa membuat SMK bisa menjadi lebih dikenal.

"Untuk itu, SMK di Bojonegoro harus punya ikon maupun punya produk yang ditonjolkan," bebernya kepada blokBojonegoro.com.

Diharapkan dengan adanya pembinaan kepada seluruh kepala SMK se Wilker 1 Jatim, Khususnya Bojonegoro kedepan, setiap SMK bisa mendorong dan memotivasi baik guru maupun siswa untuk mencoba menciptakan berbagai kreasi produk sehingga mampu meningkatkan daya saing antar SMK.[saf/lis]

Tag : sekolah, basis, smk


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat