19:00 . PC IPNU IPPNU Bojonegoro Ngaos Administrasi   |   18:00 . Bedah Keorganisasian, Tingkatkan Keterampilan Kader Jalankan SOP   |   17:00 . Pentingnya Pendidikan Agama untuk Anak   |   16:00 . Pasar Surup, Ala Bazar Kartar Tulungagung   |   15:00 . Luas Tanam Bawang Merah Hingga 4 Bulan Capai 1.215 Hektar   |   14:00 . Sepakbola Awali Pagelaran Porprov di Bojonegoro   |   13:00 . Manasik Haji Kabupaten Dijadwalkan 19 Juni Mendatang   |   12:00 . Inilah Lowongan Pekerjaan yang Selalu Dinanti Saat Ramadan   |   11:00 . Sambang Pelajar, PKPT IAI Sunan Giri Kenalkan Aswaja Sejak Dini   |   10:00 . Dinas Pengairan : Jelang Kemarau, Sejumlah Embung Dinormalisasi   |   09:00 . Cegah Mobilisasi People Power, Polres Bojonegoro Razia Kendaraan   |   08:00 . Jelang Jumbara PMR IX, PMI Susun Pembagian Tugas   |   07:00 . Tips Aman Puasa Bagi Ibu Hamil   |   23:00 . Mas Emil Ajak Perangi HOAX   |   22:00 . Wabup Silatirahmi ke Warga Tlatah   |  
Sun, 19 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 23 October 2018 09:00

Penjaga Sound Panjat Tiang Bendera

Gebyar Si Joni Heroik, Senyap untuk Krisna

Gebyar Si Joni Heroik, Senyap untuk Krisna Tampak penjaga sound memanjat tiang untuk mengambil tali yang ditarik ke atas. (Video diambil amatair oleh peserta upacara di Kecamatan Kanor)

Kontributor: Maulina Alfiyana

blokBojonegoro.com – Aksi nekat yang dilakukan Krisnawan, warga Desa Balungdowo, Kecamatan Kapohbaru, Kabupaten Bojonegoro yang memanjat tiang bendera saat upacara Hari Santri Nasional (HSN) 2018 kemarin, tak seheboh apresiasi untuk Yohanes Ande Kala (13) bocah asal Desa Silawan, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seperti diketahui, Yohanes atau disapa Joni aksinya viral di media sosial. Tiang bendera setinggi 23 meter itu dipanjatnya dengan berani. Tanpa alat bantu apa pun, tanpa alas kaki.

“Ya beda banget apresiasinya terhadap Joni dan pemanjat sekelas upacara di kecamatan kemarin,” kata salah satu warga Kecamatan Kanor yang ikut upacara kemarin, Ghofur.

Walaupun begitu, dalam waktu dekat pihak Kecamatan Kanor tetap akan memberikan apresiasi. Hal itu disampaikan Plt. Camat Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Masirin, kepada blokBojonegoro.com, Selasa (23/10/2018).

Pihaknya berterima kasih kepada penjaga sound system atas bantuan dan desikasinya yang memanjat tiang bendera. Sehingga pelaksanaan pengibaran bendera saat upacara HSN 2018 bisa dilanjutkan kembali.

“Ucapan terima kasih pasti ada, karena kemarin belum sempat. Sebab, setelah upacara langsung digelar istigosah. Mungkin nanti di momentum tertentu akan kita undangan yang bersangkutan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Senin (22/10/2018) jika prosesi pengibaran bendara seperti kebanyakan upacara. Dengan khas ala santri yakni bersarung, tim pengibar melangkahkan kaki tegap menuju ke tiang bendera. Saat bendera mulai ditarik itulah, simpul tali yang tertaut di bender lepas, sehingg tali tertarik ke atas.

Untung saja, ada petugas penjaga sound yang sigap dan langsung memanjat tiang hingga beberapa meter. Dengan santai, ia mengambil tali yang terlepas untuk diberikan ke pengibar. Prosesi dilanjutkan sampai bendera di pucuk atas tiang. [lin/mu]

TALI BENDERA LEPAS SAAT UPACARA HSN DI KANOR

Tag : upacara, HSN, bendera, tiang, tali lepas

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat