18:00 . Forpimka Cup 2019, Sumuragung Fc Ungguli Tuluungrejo FC   |   17:00 . Sosialisasi Hukum, Terungkap Narkoba Rawan Beredar di Bojonegoro   |   16:00 . Target Serapan Beras Ke Petani Kini Tinggal 10 Persen   |   15:00 . Berdayakan Lansia Menjadi Semakin Produktif   |   14:30 . Kegiatan 12 Meter di Jalur Pipa Harus Dapat Izin EMCL   |   14:00 . Lawan Timnas U-19, Persibo Bawa 20 Pemain   |   13:30 . Giliran Kecamatan dan Desa Dapat Sosialisasi Keselamatan Pipa   |   13:00 . Disperta Undang Mitra Kerja Sebagai Persiapan Launching KPM   |   12:00 . EMCL Paparkan Keselamatan dan Keamanan Jalur Pipa   |   11:00 . 17 Desa dan 3 Kecamatan Dapat Sosialisasi Keselamatan Pipa   |   10:00 . Ners 5 Kampus Ungu Edukasi Warga Kurangi Polutan   |   08:00 . Pesona Bule Cantik 4 Negara Peserta Tiff di Bojonegoro   |   07:00 . Bosan Camilan dan Permen, Bingkisan Ulang Tahun Anak Ini Lebih OK   |   06:00 . Bule 4 Negara Belajar Membatik di Bojonegoro   |   00:00 . Full: Gus Miftah Live Di Bojonegoro - Kocak Banget   |  
Wed, 17 July 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 25 October 2018 20:00

Dinsos: Lansia Dapat Santunan Rp1 Juta per Tahun, Ini Syaratnya

Dinsos: Lansia Dapat Santunan Rp1 Juta per Tahun, Ini Syaratnya

Kontributor: Sutopo

blokBojonegoro.com - Para warga Lanjut Usia (Lansia) 60 tahun ke atas mendapatkan bantuan Rp1 juta dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Bojonegoro, Dwi Harningsih menjelaskan, syarat mendapat bantuan itu adalah pertama memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el)dan Kartu Keluarga (KK).

"Usianya harus 60 ke atas. Jika di satu KK ada laki-laki dan perempuan (suami istri) maka diambil salah satunya," beber Dwi.

Selanjutnya, rumahnya tidak layak huni (lantai dari tanah, dinding dari bambu, dan lainnya), kemudian adalah penghasilan kurang dari Rp500.000 per bulan dan sudah tidak bekerja (tidak produktif).

Setelah itu, yang mendapat adalah pihak desa, kemudian pihak desa membuat proposal yang ditujukan kepada Dinsos melalui kecamatan.

Di Bojonegoro, kata Dwi, ada penerima sekitar 200 orang Lansia. Anggaran tersebut di ambil dari APBD 2018 yaitu Rp200 juta. Menurut dia, pengajuan bantuan tersebut adalah dari desa. 

"Jadi, yang berhak mengajukan adalah pihak desa karena pihak desa kan yang lebih tahu kondisi warganya," ujarnya.

Program ini sebenarnya sudah ada sejak ejak 2014 -2018 lalu. Kemudian pihaknya berencana pada 2019 akan ada penerima sebanyak 400 orang.  "Dengan program ini kesejahterakan Lansia untuk yang tidak bekerja bisa terbantu," ujarnya.

Menurutnya, ada juga bantuan Lansia potensial yang bisa diberdayakan. Artinya ada Lansia yang masih mempunyai usaha. "Misalnya ada Lansia punya usaha lontong pecel, ada yang kita bantu," tandas Dwi. [top/lis]

 

Tag : lansia, kk

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat