17:00 . 270 Ahli Waris Menerima Dana Kematian dari Pemkab Bojonegoro   |   16:00 . Peternak Kerbau Beralih Sapi, inilah Faktornya   |   15:00 . Masa Kampanye, DPMD Berharap Cakades Tidak Profokatif   |   14:00 . 36 PNS di Bojonegoro Terima SK Pensiun   |   13:00 . Pemkab Targetkan Sertifikasi Aset - aset Pembelian Sejak 1997-2018   |   12:00 . Satu SMK di Bojonegoro Jadi Pilot Project Menko Perekonomian RI   |   11:00 . Populasi Kerbau di Bojonegoro Setiap Tahun Terus Menurun   |   10:00 . Walaupun Hasilnya Sama, Pilkades Hanya Digelar Satu Putaran   |   09:00 . Persiapan Pengamanan Jelang Pilkades, ini Pesan Wabup...   |   08:00 . LSP Pertanian Gelar Uji Kompetensi di SMK Migas Bojonegoro   |   07:00 . Doa-doa dari Al-Quran untuk Dibaca Suami Istri Selama Masa Kehamilan   |   19:00 . Tinggal Hitungan Hari, Porprov Jatim Segera Bergulir   |   18:00 . Kuota Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua Terpenuhi   |   17:00 . Pagu Siswa SMA Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua Terpenuhi   |   16:00 . PPDB Offline Jalur Inklusi Sepi Peminat   |  
Tue, 18 June 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 26 October 2018 07:00

Suara Ibu adalah 'Alarm' Paling Ampuh

Suara Ibu adalah 'Alarm' Paling Ampuh

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Saat alarm pagi berbunyi, banyak dari kita yang tak menghiraukannya dan tetap memilih memejamkan mata di atas kasur yang empuk.

Namun, saat ibu yang membangunkan kita dari tidur nyenyak, biasanya kita tak kuasa untuk melanjutkan tidur dan berusaha bangun.

Suara ibu memang 'alarm' paling ampuh untuk membangunkan tidur nyenyak.  Sebuah penelitian pun telah mengonfirmasinya.

Menurut penelitian, suara ibu lebih ampuh membangunkan anak selama peringatan kebakaran daripada suara alarm kebakaran yang keras.

Anak-anak sangat sulit untuk bangun dari tempat tidur di hari tertentu, apalagi selama situasi darurat.

Demikian menurut penelitian dari Nationwide Children's Hospital di Columbus, Ohio, dengan melibatkan 176 anak berusia 5-12 tahun.

Selain memakai suara alarm kebakaran untuk membangunkan anak-anak yang tidur, tim peneliti juga menggunakan rekaman dari tiga "alarm suara" ibu masing-masing peserta.

Hasilnya, anak-anak lebih bangun karena suara ibu daripada alarm bernada tinggi.

Periset juga menemukan anak-anak yang terbangun karena suara ibu mereka langsung bangkit dari tempat tidur sekitar 18 hingga 28 detik.

Namun saat dibangunkan alarm kebakaran, mereka butuh waktu sekitar lima menit untuk bangkit dari tempat tidur.

Salah satu peneliti, Dr Mark Splaingard, mengatakan anak-anak memang sangat tahan terhadap suara ketika tertidur.

"Kami menemukan suara alarm kebakaran justru memperlama waktu anak agar segera meninggalkan kamar tidurnya," ucapnya.

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 02 June 2019 08:00

    IPNU-IPPNU Temayang Gelar Grand Finas Festival Oklek

    IPNU-IPPNU Temayang Gelar Grand Finas Festival Oklek Mengambil tema "Pelajar Millineal Menjaga Tradisi Budaya Lokal" Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Temayang gelar grand final Festival Oklek Ke-7,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Friday, 24 May 2019 13:00

    Apprentice Program PEPC 2019

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak Beberapa jam lagi menjelang penutupan pendaftaran, jumlah pelamar beasiswa pendidikan diploma guna menjaring Calon Operator Proyek Jambaran-Tiung Biru yang dikelola oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC). Hingga Jumat (25/4/2019) pagi...

    read more