19:00 . Tingkatkan Militansi, PAC IPNU-IPPNU Kepohbaru Gelar Diklatama   |   18:00 . Relawan: Optimis Menang, Jokowi - Amin Pilihan Tepat   |   17:00 . Disdik Anggarkan Rp32 M untuk 3.400 GTT   |   16:00 . BEM UNUGIRI Gelar Pemilihan Duta Kampus   |   15:00 . Ketua TKD Jatim Deklarasikan Kemenangan Jokowi - Amin di Bojonegoro   |   14:00 . Berikut Klarifikasi Kemenag RI   |   13:00 . Dari Hobi, Ingin Buat Tempat Edukasi Bonsai   |   12:00 . Waspada Berita Hoax, Bupati: Harus Ditindak Tegas   |   11:00 . Tak Hanya Bojonegoro, Kekeliruan Soal SKI Seluruh Indonesia   |   10:30 . Tabrak Truk, Pengendara Motor Meniggal Dunia   |   10:00 . Tak Sempat Lihat Konser Letto, Ini Dia ......   |   09:00 . Desa Rendeng Siap Gelar Festival Gerabah Kedua   |   08:00 . Target 10 Besar, KONI Bojonegoro Bakal Andalkan 6 Cabor   |   07:00 . Mengapa Kita Cocok Berteman dengan Orang - Orang Tertentu   |   00:00 . Keceriaan Pletonic Sambut Letto   |  
Sun, 24 March 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 28 October 2018 16:00

Sering Ganti Pola Makanan Hewan Ternak Picu Penyakit Riminamsia

Sering Ganti Pola Makanan Hewan Ternak Picu Penyakit Riminamsia

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Mengatur pola makan hewan ternak sangat penting bagi para peternak sapi maupun domba. Pasalnya apabila pengaturan makanan tidak diperhatikan hewan ternak tersebut bisa mengalami penyakit pencernaan atau biasa disebut dengan penyakit riminamsia.

Hal itu diungkapkan oleh Kabid Penyakit Hewan, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, Sugiharti S Rahayu. Menurutnya penyakit riminamsia ini bisa menyerang hewan ternak yang disebabkan perubahan ganti makanan sehingga menyebabkan hewan ternak mengalami sakit pencernaan.

"Biasanya tanda-tandanya bila hewan ternak itu terkena penyakit riminamsia yaitu hewan tidak ruminasi (gayem) dan kotorannya berubah, dan nafsu makan berkurang," bebernya.

Wanita yang biasa disapa Yayuk menambahkan penyakit tersebut bila menyerang pada Sapi yang bunting dalam 5-10 hari bisa menyebabkan kematian hewan ternak tersebut, sehingga penyakit ini perlu adanya perhatian serius bagi peternak.

Meski bukan termasuk penyakit menular, namun penyakit tersebut perlu perhatian oleh para peternak agar penyakit itu tidak menjangkit hewan ternaknya. Adapun untuk menangani penyakit itu yaitu dengan memberikan minum air mineral yang banyak, sekaligus memberi minum dengan minyak goreng yan berfungsi untuk mendorong atau mempermudah buang kotoran.

Untuk itu, guna mencegah penyakit tersebut, diimbau agar para peternak tidak asal  mengganti pola makanan hewan ternaknya, dan diimbau pula agar peternak lebih selektif dalam memberikan asupan gizi terhadap hewan ternaknya, sehingga hewan ternak bisa sehat.[saf/ito]

Tag : penyakit, ternak, sapi

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 18 February 2019 08:00

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia Mengendalikan OPT padi dengan cara menanam Refugia juga dilakukan petani di Desa Pumpungan Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 24 October 2018 09:00

    LoKer dan Iklan Baris di bB

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi Untuk mengakomodir permintaan dari masyarakat luas, terutama pembaca setia blokBojonegoro.com, redaksi menyediakan kanal khusus untuk informasi lowongan kerja (LoKer) dan iklan baris....

    read more