22:00 . Antisipasi Aksi 22 Mei, Polres Bojonegoro Siaga di Stasiun   |   21:00 . Gandeng Pemuda NU, Ahbabul Musthofa Tebar Ta'jil di Kedungadem   |   20:00 . PC IPNU IPPNU Bojonegoro Ngaos Administrasi   |   19:30 . Baksos Ramadan dan Parenting Connection JCI Bojonegoro   |   19:00 . Viking Bojonegoro Bagi Takjil dan Santunan Anak Yatim   |   18:30 . Bersama Komunitas Offroad, Kapolres Bojonegoro Bagi Takjil   |   18:00 . Bedah Keorganisasian, Tingkatkan Keterampilan Kader Jalankan SOP   |   17:00 . Pentingnya Pendidikan Agama untuk Anak   |   16:00 . Pasar Surup, Ala Bazar Kartar Tulungagung   |   15:00 . Luas Tanam Bawang Merah Hingga 4 Bulan Capai 1.215 Hektar   |   14:00 . Sepakbola Awali Pagelaran Porprov di Bojonegoro   |   13:00 . Manasik Haji Kabupaten Dijadwalkan 19 Juni Mendatang   |   12:00 . Inilah Lowongan Pekerjaan yang Selalu Dinanti Saat Ramadan   |   11:00 . Sambang Pelajar, PKPT IAI Sunan Giri Kenalkan Aswaja Sejak Dini   |   10:00 . Dinas Pengairan : Jelang Kemarau, Sejumlah Embung Dinormalisasi   |  
Mon, 20 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 28 October 2018 16:00

Sering Ganti Pola Makanan Hewan Ternak Picu Penyakit Riminamsia

Sering Ganti Pola Makanan Hewan Ternak Picu Penyakit Riminamsia

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Mengatur pola makan hewan ternak sangat penting bagi para peternak sapi maupun domba. Pasalnya apabila pengaturan makanan tidak diperhatikan hewan ternak tersebut bisa mengalami penyakit pencernaan atau biasa disebut dengan penyakit riminamsia.

Hal itu diungkapkan oleh Kabid Penyakit Hewan, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, Sugiharti S Rahayu. Menurutnya penyakit riminamsia ini bisa menyerang hewan ternak yang disebabkan perubahan ganti makanan sehingga menyebabkan hewan ternak mengalami sakit pencernaan.

"Biasanya tanda-tandanya bila hewan ternak itu terkena penyakit riminamsia yaitu hewan tidak ruminasi (gayem) dan kotorannya berubah, dan nafsu makan berkurang," bebernya.

Wanita yang biasa disapa Yayuk menambahkan penyakit tersebut bila menyerang pada Sapi yang bunting dalam 5-10 hari bisa menyebabkan kematian hewan ternak tersebut, sehingga penyakit ini perlu adanya perhatian serius bagi peternak.

Meski bukan termasuk penyakit menular, namun penyakit tersebut perlu perhatian oleh para peternak agar penyakit itu tidak menjangkit hewan ternaknya. Adapun untuk menangani penyakit itu yaitu dengan memberikan minum air mineral yang banyak, sekaligus memberi minum dengan minyak goreng yan berfungsi untuk mendorong atau mempermudah buang kotoran.

Untuk itu, guna mencegah penyakit tersebut, diimbau agar para peternak tidak asal  mengganti pola makanan hewan ternaknya, dan diimbau pula agar peternak lebih selektif dalam memberikan asupan gizi terhadap hewan ternaknya, sehingga hewan ternak bisa sehat.[saf/ito]

Tag : penyakit, ternak, sapi

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat