09:00 . Sempat Bikin Heboh, Alat Berat JTB Sampai Lokasi   |   08:00 . Desa Bondol Punya Sentra Produk Kayu Jati   |   07:00 . Tips buat Orang Tua yang Merasa Sudah Over Protektif pada Anak   |   22:00 . Cuaca Tidak Menentu Petani Ngambon Pasrah   |   21:00 . Hujan Angin, Kota Bojonegoro Berduka   |   20:00 . Para Pemuda Harus Jadi Pelopor Persatuan Bangsa   |   19:00 . 5 Gapoktan di Ngambon Terima 9 Ton Benih Jagung Hibrida   |   18:00 . Hujan Gerimis, Rumah Warga ini Disambar Petir   |   17:30 . 4 Rumah Rusak dan 18 Pohon Tumbang Saat Hujan Angin   |   17:00 . Atap Rumah di Ledok Kulon Terbang Diterjang Angin Puting Beliung   |   16:00 . Pertamina Meraih Predikat Gold di Ajang BUMN CSR Award Bali 2019   |   15:00 . Hujan Angin, Puluhan Pohon Tumbang   |   14:00 . Barokah Sinergi Lintas Komunitas, NH Resmikan TPQ Pelosok Desa   |   13:00 . Pengurangan Pupuk Tidak Pengaruhi Kebutuhan Petani Bojonegoro   |   12:00 . Air Bengawan Solo Lebihi Batas Ambang Mutu   |  
Sun, 08 December 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 29 October 2018 19:00

Tenggelam, Dua Anak SD Meninggal

Diduga Tak Bisa Berenang Saat Main Air di Cekdam

Diduga Tak Bisa Berenang Saat Main Air di Cekdam

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Kabar duka mengagetkan warga Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Senin (29/10/2018). Pasalnya dua anak SD meninggal dunia karena tenggelam saat main air di cekdam yang ada di daerah setempat, diduga karena mereka tidak bisa berenang.

Data yang dihimpun blokBojonegoro.com, kejadian nahas tersebut sekitar pukul 15.00 WIB, korban yang tenggelam diketahui M. Fano Fakhri Mochtar (8), pelajar kelas 3 SD yang tinggal di Desa Sambiroto, RT.01/RW.01. Saat kejadian korban mengenakan kaos oblong warna abu-abu dan celana pendek warna merah, dengan kondisi bibirnya membiru dan mulut berbusa.

Sedangkan korban kedua diketahui bernama Muhammad Edi Fajar Santoso (6), pelajar kelas 1 SD, yang tinggal di RT.02/RW.01 Desa Sambiroto. Saat ditemukan kondisi bibir membiru dengan mulut berbusa, pakaian yang dikenakan kaos oblong warna kombinasi biru, kuning dan merah, serta memakai celana pendek warna kuning.

"Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Meninggal akibat tenggelam," kata Kades Sambiroto, Sujono saat dikonfirmasi blokBojonegoro.com, meninggalnya dua anak SD tersebut.

Ditambahkan Pak Jono, awalnya ada 3 anak bermain naik satu sepeda, sesampai disungai dibawah cekdam ada air, tapi di atas cekdam tidak ada air. "Dua anak masuk sungai, tapi yang satu diajak tidak mau karena takut air," imbuhnya.

Menurutnya, setelah dua anak yang masuk sungai tidak muncul-muncul, akhirnya anak yang tidak ikut turun ke sungai memilih pulang dan menceritakan kepada neneknya kalau temannya main di sungai terus hilang.

"Awalnya ditemukan satu anak. Usai diceritakan ada satu anak lagi, kembali dilakukan pencarian dan akhirnya ketemu. Kejadian tenggelam diperkirakan sekitar pukul 14.45 WIB, ditemukannya pukul 15.15 WIB," pungkasnya.[ito/lis]

 

Tag : anak, tenggelam


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat