21:00 . Banyak Pohon Tumbang, Ini Komentar DLH   |   20:00 . Cek Fakta Kebenaran Puting Beliung di Terminal Bojonegoro   |   19:00 . Gubernur dan Bupati Bantu Korban Puting Beliung   |   18:00 . Masya Allah...! Bojonegoro Darurat Bencana   |   17:00 . Khofifah Kunjungi Korban Puting Beliung di Bojonegoro   |   16:00 . Pekan Ini, Harga Cabai Berangsur Turun   |   15:00 . Lagi, Beredar Video Angin Puting Beliung Terjadi Bukan di Bojonegoro   |   14:00 . Puting Beliung Terjang 44 Desa di Bojonegoro, Kerugian 2,3 M   |   13:00 . Memilih Make Up Natural untuk Aktivitas Sehari-Hari   |   12:00 . Nonton Film Hanya Manusia   |   11:00 . Giliran Tuban dapat PPM dari Sahabat Pertamina   |   10:00 . Dua Hari Puting Beliung, Taksir Kerugian Rp2,3 M   |   09:00 . Diduga Ngantuk, Mobil Sedan Terjun ke Sungai Desa Banjarsari   |   08:00 . Lelang Jabatan 7 Kadin Dibuka   |   07:00 . Kenali 6 Khasiat Asam Jawa untuk Diabetes dan Pencernaan   |  
Wed, 13 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 29 October 2018 23:00

Tenggelam, Dua Anak SD Meninggal

Ibu Vano: Sabtu Bilang Mau Mijat Terakhir Tanpa Upah

Ibu Vano: Sabtu Bilang Mau Mijat Terakhir Tanpa Upah

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Meski tak ada firasat apa-apa, namun ada kenangan terakhir yang membekas di hati ibu almarhum M. Vano Fakhri Mochtar (8),  pelajar kelas 3 SD di Desa Sambiroto, RT.01/RW.01 yang meninggal karena tenggelam.

"Sabtu bilang mau mijat terakhir tanpa upah," ujar Erfien Sulistiyowarni.

Erfien menambahkan, dalam mengucapkan kata-kata itu, anaknya sangat serius. Vano sempat mengatakan pada hari Sabtu (27/10/2018) kemarin mau memijat ibunya tanpa dibayar. "Tapi setelah itu, katanya dia tidak mau lagi diminta mijit. Kalau diminta, harus bayar," terangnya.

Di mata Erfien, Vano anak yang penurut dan rajin ikut mengaji setelah magrib. Namun kalau siang, memang suka bermain bersama teman-temannya. Terutama mencari ikan.

"Biasanya mencari ikan di kali atau sawah dekat-dekat sini. Nggak tahu kok hari ini jauh sampai di sana mainnya," sambungnya.

Setiap kali bermain, kadang Vano pamit dulu kepada ibunya. Namun juga tak jarang langsung pergi. Sebab, putra pertama dari pasangan Mochtar dan Sulitiyowarni itu sering diikuti adiknya yang berusia 3,5 tahun ketika mau pergi.  [ito/lis]

Tag : siswa, sd, tenggelam, sambiroto

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat