15:00 . Solid, Apitu Komitmen Sejahtera Bersama   |   14:00 . Tingkatkan Tata Pengelolaan Madrasah, 5 Tahun Sekali Akreditasi   |   13:00 . Kerja Nyata, BARAJP Bojonegoro Optimis Menangkan Jokowi   |   12:00 . Dinkes Ajak Masyarakat Kenali Jajanan Sehat   |   11:00 . Mengungsi dari Erupsi Merapi, Dapat Biji Kopi Berserakan*   |   10:00 . Bersihkan Sampah, ini Keinginan Camat Kalitidu...   |   09:00 . Masyarakat Dihimbau Waspada, Dimungkinkan Muncul Kembali di Hulu   |   08:00 . Wabup Berangkatkan Ribuan Peserta Tour de Gayam   |   07:00 . 4 Trik Sederhana Memulihkan Sakit Otot   |   22:00 . Puncak Festival Banyu Urip, Penonton Mbludak   |   21:30 . Meriahnya Panggung Festival Banyuurip 2018   |   21:00 . UMK Bojonegoro Naik Rp138.153   |   20:30 . Cak Percil Tak Canggung Dandani Timnya   |   20:00 . Semburan Lumpur di Kalianyar   |   19:30 . Intip Persiapan Cak Percil Cs Sebelum Tampil   |  
Sun, 18 November 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 01 November 2018 14:00

Gagasan Masyarakat Politik Literasi

Gagasan Masyarakat Politik Literasi

Oleh: MK Rosyid*

Sepanjang sejarah kemanusiaan, politik selalu menjadi panggung utama. Sejak peradaban sebelum masehi politik selalu menentukan arah peradaban dan kultur masyarakat. Di Yunani kuno misalnya, keilmuan seperti filsafat, sosial dan budaya muncul akibat dinamika politik saat itu.

Dealektika yang dimunculkan Socrates, Aristotles dan Plato di antaranya muncul karena perkembangan politik Athena waktu itu. Semua orang membicarakan politik yang berimbas langsung di kehidupan. Akibat seringnya politik dibicarakan hingga memunculkan dealektika antar warga negara.

Para ilmuwan menemukan panggung dan pembahasan yang benar-benar dialogis. Karena itu  muncullah ide tentang republik. Bahkan, demokrasi yang kini dianut sebagian besar masyarakat dunia saat ini juga muncul akibat pertikaian politik waktu itu. Produk hukum dan perundang-undangan dijadikan patokan aktiifitas kemanusiaan dalam bernegara tidak luput dari kajian yang ditimbulkan perkembangan politik.

Kondisi politik dan keilmuan adalah skenario tanpa disengaja integrasi realitas dan teori yang terus berkembang  hingga abad 19 di Eropa dan Amerika juga sebagian Asia dan Afrika. Adu gagasan dan argumentasi rasional dari masing-masing politisi dan juga ilmuwan terus berkembang.

Di abad modern wacana keilmuan dan menghubungkan langsung dengan politik terus berkembang. Misalnya di Perancis, Jerman, Inggris dan Italia. Sebagian besar ilmuwan yang sekaligus politikus lahir dari pertikaian akal dan argumentasi hingga menggerakkan revolusi. JJ. Rosseau konsisten memperjuangkan trias politika di Perancis, juga Antinio Grmasci yang bergerak dengan konsep intelektual organiknya meski harus berujung penjara saat rezim Mussolini menguasai Italia.

Gerakan perempuan juga tumbuh dari diskusi-diskusi kecil yang terus –menerus dilakukan. Di Perancis misalnya, Revolusi Perancis tidak bisa dilepaskan begitu saja dari peran perempuan yang memulai membahas politik, sastra dan filsafat di salon. Salon yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai tempat menghias diri berubah menjadi posko revolusi bagi kaum perempuan saat kepemimpinan Raja Louis XVI.

Politik Literasi di Indonesia

Di Indonesia gerakan politik litarasi semacam di Eropa dan Amerika juga pernah terjadi. Saat awal abad 19, Soekarno, Semaun, Muso, Kartosuwiryo Tirto Adi Suryo, Agus Salim, Tan Malaka, Wahid Hasyim dan tokoh gerakan waktu itu berdebat keras tentang negara dan masyarakat. Mereka bertengkar hebat tentang dasar negara saat kondisi Indonesia masih dalam ancaman Belanda.

Mereka beradu gagasan tentang nation-satate, republik, federasi dan demokrasi dengan bekal tumpukan buku. Masih ditambah lagi perdebatan untuk menentukan ideologi negara mulai dari sosialisme, komunisme, islamisme hingga menelurkan pancasila sebagai dasar negara yang dianggap finish hingga sekarang.

Mereka berdebat keras dengan tumpukan buku yang telah tuntas dibaca. Tidak hanya membaca sebagai bahan rasionalisasi di forum perdebatan—kalau sekarang bisa dikatakan sebagai tabayyun—tapi juga menuliskannya di berbagai majalah dan media massa.

Sehingga dengan sendirinya masyarakat dibiasakan berpikir tentang konsep negara dan ideologi negara dari para pemikir tersebut. Perdebatan berbasis letarasi itu tidak hanya terjadi di tigkat elit. Di tingkat masyarakat bawah proses dialogis juga terjadi. Peranan Muhammadiyah yang dimotori KH Ahmad Dahlan dan Nahdlatul Ulama’ yang dimotori para kiai, terumata KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah dan KH Bisri Syamsuri mampu menghasilkan santri jenius yang religious dan bertanggungjawab atas kondisi sosial.

Perdebatan yang terjadi di masa perjuangan merupakan tradisi yang kini belum ditemukan kembali. Jika dulu dalam perdebatan saling bantah dan tuding itu ada, dilakukan dengan bahasa yang benar-benar menunjukkan keluasan pengetahuan dan pengalaman politisi. Mereka banyak menyimpan diksi kata dan kalimat untuk menjawab pertanyaan dan tudingan tanpa harus menimbulkan kegaduhan dan mengganggu stabilitas nasional. Sebaliknya, setiap kata yang terucap memaksa rakyat mencerna dan berpikir. Itulah literasi politik yang kini luntur.

Upaya iletarasi malah terkesan muncul akibat politik yang selalu mengumbar fitnah yang ditanggap orang tak penuh akalnya. Kesan yang muncul, politik saat ini digerakkan oleh sentimen suku dan agama, bukan rasionalitas dalam bernegara.

*Penulis adalah politisi muda PKB Bojonegoro

Tag : literasi, politik, masyarakat, partai, demokrasi, ideologi

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Wednesday, 14 November 2018 14:00

    Pelatihan Menulis Bersama EMCL dan Tempo Institute

    Tulisan Tiga Wartawan Bojonegoro Terbaik

    Tulisan Tiga Wartawan Bojonegoro Terbaik Selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (12-14/11/2018), awak media dari Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Blora mengikuti pelatihan menulis feature/story telling dan digital marketing di Disaster Oasis, KM 21,5, Sleman,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Saturday, 10 November 2018 20:00

    MINU Karakter Bojonegoro Gelar Educatif of Leadership

    MINU Karakter Bojonegoro Gelar Educatif of Leadership Hari Sabtu adalah hari libur bagi anak-anak MINU Karakter Bojonegoro. Tetapi tidak untuk Sabtu (10/11/2018) ini. Mengetahui akan pentingnya menjadi pemimpin yang baik sejak dini, diadakanlah Outbond di Maibit, Kecamatan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 24 October 2018 09:00

    LoKer dan Iklan Baris di bB

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi Untuk mengakomodir permintaan dari masyarakat luas, terutama pembaca setia blokBojonegoro.com, redaksi menyediakan kanal khusus untuk informasi lowongan kerja (LoKer) dan iklan baris....

    read more