20:00 . Kesiapsiagaan Bencana Penting Guna Cegah Penularan Covid-19 di Pengungsian   |   19:00 . Sejauh ini, Semua Laporan KIPI Bersifat Ringan   |   18:30 . Agar Banjir Tidak Melebar ke Jalan Raya, Petugas Membuat Saluran   |   18:00 . Pemkab Minta Puskesmas Mendata Penyitas Covid-19 untuk Donor Plasma Konvalesen   |   17:30 . Bupati Anna Meninjau Jembatan Putus Pasca Banjir   |   17:00 . Jalan Nasional di Bojonegoro Tergenang Banjir   |   16:30 . Jembatan Ambrol Diterjang Banjir Bandang   |   16:00 . Tunggu Banjir Surut, Warga Kalianyar Cari Ikan   |   15:00 . Banjir Kiriman Kembali Genangi Pemukiman di TPK Bojonegoro   |   14:00 . Empat Kecamatan Banjir, Rumah Hingga Ternak Warga Hanyut   |   13:00 . Banjir di Kalianyar Merendam 614 Rumah dan 44,337 Hektar Sawah   |   12:30 . Akibat Air Kiriman, Jalan Nasional Bojonegoro-Babat Terendam Sampai 30 Cm   |   12:00 . Reaksi Pascavaksinasi Kebanyakan Hanya Pegal, Lapar, dan Ngantuk   |   11:30 . Intensitas Hujan Tinggi, Banjir Genangi Rumah Warga   |   11:00 . Kesembuhan Pasien Covid-19 di Indonesia Terus Meningkat Mencapai 9.755 Orang   |  
Thu, 21 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Pemuda Asal Sumberejo Mampu Rubah Ampas Kopi Jadi Lukisan Keren

blokbojonegoro.com | Saturday, 03 November 2018 13:00

Pemuda Asal Sumberejo Mampu Rubah Ampas Kopi Jadi Lukisan Keren

Reporter : Muhammad Qomarudin
 
blokBojonegoro.com - Kopi dan budaya ngopi bisa dikatakan sudah menjadi tren masa kini bagi masyarakat Kabupaten Bojonegoro. Betapa tidak, setiap saat dan waktu bisa menjumpai orang duduk santai, mengobrol sambil mimun segelas kopi, tak perduli apa status sosial mereka, yang penting ngopi.
 
Akan tetapi, tidak banyak juga masyarakat yang mengetahui bahwa ampas kopi (Ketek/Chante) bisa menjadi barang yang sangat istimewa jika bisa benar-benar dimaksimalakm dengan baik dan mendatangkan pundi-pundi uang. Bahkan kebanyakan ampas kopi kerap berakhir di tempat sampah menjadi limbah yang terbuang sia-sia.
 
Namun tidak demikian bagi Rivaldi Nur Rohman (22), seorang pelaku seni dari Dukuh Jombok, Desa/Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro. Baginya, dengan ampas kopi justru memberikan inspirasi untuk melukis di atas media kanvas ataupun kertas yang dapat menghasilkan degradasi warna lukisan yang unik meski teknik melukisnya lebih sulit di banding melukis menggunakan warna lainnya.
 
Pemuda kelahiran 1996 silam tersebut mendapatkan ide menjadikan ampas kopi untuk melukis, dari kegemarannya menggambar atau melukis di kanvas menggunakan cat. Pada saat itu dirinya tidak bisa membeli cat lantaran tidak punya uang, kemudian memiliki pemikiran dengan ampas kopi.
 
luki1
 
“Saya dulu mempunyai kanvas banyak tetapi tidak punya uang untuk membeli cat, kemudian saya pergi ke warung kopi untuk minta serbuk kopi untuk bahan dasar lukisan dan kemudian dikasih,” ungkapnya.
 
Pemuda yang sedang menempuh pendidikan S1 nya disalah satu perguruan tinggi di Kota Ledre ini kemudian mencoba menerapkannya di atas kanvas. Namun dalam prosesnya ternyata melukis di lembaran kanvas menggunakan ampas kopi memiliki kekurangan, yakni mudah berjamur.
 
"Jika tidak dikeringkan dengan kurun waktu yang lama lukisan tersebut akan cepat menjamur, sehingga saya sedikit riskan dan sekarang menjadikan kertas hvs menjadi dasaranya lantaran tidak menjamur," lanjutnya kepada blokBojonegoro.com.
 
Valdi juga mengungkapkan, melukis memggunakan ampas kopi lebih sulit dibanding melukis dengan bahan lainya ataupun melukis sketsa wajah dengan pensil. Pasalnya, jika salah sedikit saja penangkapan karakter wajah akan berubah menjadi lebih tua.
 
Dalam kesehariannya, Valdi lebih sering melukis dengan mengangkat tema sosial, ataupun wajah-wajah presiden Republik Indonesia, seperti Ir. Soekarno, Soeharto, Bj. Habibi, Gusdur, Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono, Jokowi dan tokoh sejarah lainya seperti Kh. Hasyim Asyari dan lain-lainya.
 
Sementara itu menurutnya, selama ini sebenarnya melukis hanya ia jadikan sebagai media catatan harian. Di mana setiap kali Valdi selesai melukis, ia langsung unggah ke Facebook atau Instagram. Dari situ kemudian banyak orang yang tertarik dengan lukisannya.
 
"Saya menjualnya melalui online dan saya kirim melalui paket. Dan banyak juga orang yang pesan dibuatkan sketsa wajahnya ataupun untuk hadiah,” ucap Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) ini.
 
Untuk harga sendiri dirinya membandrol sebesar 130 ribu rupiah beserta figura, namun tergantung ukurannya. Sedangkan untuk karyanya tersebut sudah sampai ke Jakarta, Cirebon, Surabaya dan beberapa kota besar lainnya di Indonesia.
 
"Untuk satu kali buat saya membutuhkan waktu sampai 2 jam tergantung ukuran" tutup Valdi.[din/ito]

Tag : kreatif, seni, aliran, lukis, ampas, kopi, bojonegoro, hits, viral


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat