21:00 . Ketua FTBM Harap Pemkab Adakan Festival Hari Membaca   |   20:00 . Masih Lesu, Budaya Literasi di Bojonegoro Harus Digalakkan   |   19:00 . VIRAL..! PENTOL WAYAHE WAYAHE SAAT PEMILU   |   18:00 . Kampung Dekat Kali Brantas ini Menjadi Lebih Indah   |   17:00 . Kembangkan Pertanian Bojonegoro, Hara Gandeng Ponpes   |   16:00 . SKK MIGAS Jabanusa Gelar Forum Operasi 2019 Road to Giant Discovery   |   15:00 . AJI Bojonegoro Gelar Seminar Publik SJSN   |   14:00 . Zona Tengah Dominasi Kejahatan Hutan di Bojonegoro   |   13:00 . Kalianyar Ikut Lomba Desa Berseri Tingkat Provinsi   |   12:00 . KPUK: Baru 5 Kecamatan Setor Hasil Rekapitulasi   |   11:00 . Diduga Kelelahan, Anggota KPPS Meninggal, Satu Dirawat   |   09:00 . Ancaman Pemilu, Kecurangan dan Hoax   |   08:00 . Golkar Berharap 7 Kursi Bisa Dipertahankan   |   06:00 . Amankan Rekapitulasi Suara, Banser Jaga 17 Jam Sehari   |   21:00 . Kepala SKK Migas Jabanusa Buka Lokakarya Media   |  
Wed, 24 April 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 06 November 2018 07:00

Home Lifestyle Feel Good Iklan Tak Sesuai Umur di Aplikasi Anak

Home Lifestyle Feel Good Iklan Tak Sesuai Umur di Aplikasi Anak

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Hampir setiap aplikasi yang kita unduh di gadget disisipi iklan. Namun, aplikasi untuk anak-anak pun bisa mengandung iklan yang tidak sesuai dengan usia anak.

Dari analisis terhadap 135 aplikasi untuk anak di Google Play Store, termasuk kategori untuk anak usia kurang dari 5 tahun, semuanya mengandung iklan.

Rinciannya, semua aplikasi gratisan pasti ada iklannya, sementara yang berbayar mencapai 88 persen.

Tidak semua iklan yang tampil masuk dalam kategori layak untuk anak. Misalnya saja konten tidak sesuai umur anak, mengganggu fokus, tanpa sadar membujuk anak untuk membeli aplikasi berbayar, hingga meminta data pribadi.

Frekuensi iklan ternyata sama saja antara aplikasi yang dikelompokkan "edukasi" dan yang tidak.

"Kebanyakan aplikasi lebih fokus untuk menghasilkan uang ketimbang pengalaman bermain anak," kata peneliti utama Jenny Radesky, dokter anak dan pakar perkembangan perilaku anak.

Ia mengatakan, berbeda dengan iklan di televisi yang sejak lama sudah diatur, iklan di internet, termasuk gawai merupakan "daerah liar".

"Iklan berbasis digital lebih personal, sesuai permintaan, dan ditempelkan dalam perangkat mobile yang interaktif. Anak akan mengira itu bagian dari permainan," katanya.

Sebagian besar dari iklan di gawai, menurut dia, tidak etis dan ilegal, serta tidak adil karena mengambil keuntungan dari kepolosan anak-anak.

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 27 March 2019 21:00

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng Seorang petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Abdul Mukarom merasa senang karena pohon Lengkeng yang ia tanam dua tahun yang lalu sekarang ini buahnya sudah bisa dinikmati. Setelah empat pohon...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 16 April 2019 09:00

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK): No.Pol: S-3761-DJ Merk/Type: HONDA Warna: Hitam Tahaun pembuatan: 2012 Nomor Rangka: MH1JB8110CK809201 Nomor Mesin: JB81E1806215 Atas Nama: DASINAH Alamat: Dusun Kawis RT.01/RW.02 Desa Geger Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more