10:00 . Warga Pertanyakan Seleksi Perangkat Desa Mulyorejo   |   09:00 . Saat Haji, Diprediksi Suhu Capai 47 Derajat   |   08:00 . Cegah Narkoba, Sosialisasi Wacana Tes Urine Calon Pengantin Dilakukan   |   07:00 . Mengapa Selalu Lapar Menjelang Tidur Malam ? Ini Sebab Paling Berbahaya   |   19:00 . Belasan CJH Bojonegoro Dipastikan Gagal Berangkat ke Tanah Suci   |   18:00 . Jamaah Haji Bojonegoro Bakal Diberangkatkan Mulai 31 Juli   |   17:00 . Puluhan CJH Bojonegoro Termasuk Kelompok Risti   |   16:00 . Jelang Idul Adha, Harga Cabai Merangkak Naik   |   15:00 . Musim Kemarau, Disnakkan Klaim Petani Ikan Sudah Panen   |   14:00 . Laga Kontra Arema Malang United Jadi Uji Coba Terakhir Persibo   |   13:00 . DPD AGPAII Bojonegoro Resmi Dikukuhkan   |   12:00 . Perkuat Pengembangan Operasional Kilang Nasional, Pertamina Gandeng 5 PTN   |   11:00 . Penetapan Caleg Tepilih, KPU Hanya Diberi Waktu Lima Hari   |   10:00 . Ratusan Guru PAI se-Bojonegoro Ikuti Pembinaan dan Halal Bihalal   |   09:00 . Cinta NKRI, Urus KTP Diusia Senja   |  
Sun, 21 July 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 06 November 2018 20:00

Penataan PKL Pasar Kota Bojonegoro

Hujan Warnai Perpindahan Lapak Dagangan PKL Pasar

Hujan Warnai Perpindahan Lapak Dagangan PKL Pasar

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Hujan beberapa kali mengguyur wilayah Kota Bojonegoro sejak tengah hari. Mulai gerimis, hujan deras, petir, hingga menyebabkan beberapa ruas jalan protokol tergenang, Selasa (6/11/2018).

Sore hari, suasana berbeda di jalan seputar Pasar Kota Bojonegoro. Biasanya, sekitar pukul 16.30 WIB, jalan di timur pasar kota mulai ramai pedagang yang bersiap membuka lapak dan dagangannya. Begitupun calon pembeli. Biasanya dengan mengendarai motor, cukup berhenti di depan lapak. Tanpa melepas helm langsung membeli kebutuhan yang diinginkan. Kadang tanpa turun dari sepeda motor pun juga sudah bisa dilayani.

Namun, suasana sangat berbeda. Tampak anggota rombongan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) turun dari mobil. Setelah mendapat pengarahan, langsung berpencar di titik-titik berbeda di sepanjang area jalan dan lapak di parkir pasar kota Bojonegoro.

Sedangkan di bahu jalan, tak tampak lagi aktifitas jual beli, hanya petugas parkir yang mengatur roda empat dan motor untuk parkir rapi. Sementara pedagang, mulai menempati lapak-lapak di depan toko dan area parkir yang sudah ditandai semprotan cat warna putih dengan ukuran 1 kali satu setengah meter.

Meskipun gerimis hujan, terkadang deras masih saja turun, namun pedagang tetap menggelar dagangannya. Ada yang langsung menggelar terpal sebagai alas, ada juga yang menggunakan meja kecil dan mulai menata dagangnya.

Di salah satu lapak di bawah atap tempat parkir, sempat ada kesalahpahaman. Sebab, tempat yang akan ditempati pedagang sudah ditempati pedagang lainnya, yang disinyalir pedagang baru dan belum waktunya untuk buka lapak di jam sore.

Setelah sempat negosiasi dengan pedangan sebelumnya, dibantu Kepala Paguyuban PKL Pasar Kota dan Satpol PP menggeser lapak dan menata dagangan kembali.

Hujan masih mengguyur. Pemandangan pedagang bersiap buka lapak dan pembeli mencari-cari barang dan penjual dagangannya masih tersaji. Di salah satu lapak di depan toko pasar, tampak seorang ibu yang menunggui dagangannya berupa sayuran sambil mengupas jagung.



"Banyak-banyak bersyukur. Rejeki sudah ada yang mengatur," ujar ibu yang akrab disapa Mak Atin itu sambil terus mengupas jagung. Sesekali juga menimpali omongan sesama pedagang maupun menyapa anggota Satpol PP yang lewat depan lapaknya.

Wanita 60 tahun itu mengaku lebih dari 10 tahun berjualan di bahu jalan di timur Pasar Kota. Meskipun sekarang dipindah ke area parkir, tak membuatnya mengeluh. Sekitar pukul 16.30 WIB dirinya sudah mulai menggelar dagangannya di lapak yang sudah disiapkan. "Hidup itu harus neriman (menerima). Banyak berdoa juga. Insyaallah lebih berkah," imbuhnya.

Beberapa meter di utaranya, tampak pedagang buah pisang dengan lapak ukuran 2 kali lebih lebar sudah siap menanti pembeli datang. Sukimah, begitu ibu itu biasa disapa. Dirinya mengaku sekitar 30 tahun jualan di pasar kota itu mulai sore hingga pukul 10 malam. Menurutnya, jualan di mana saja itu sama. Yang penting punya tempat untuk jualan saja sudah bersyukur.

"Dulu juga pernah ditata di dalam sini. Namun sekitar 12 tahun lalu perlahan ada yang jualan di bahu jalan dan ramai. Akhirnya pedang di dalam juga mulai ikut jualan di pinggir jalan," terang pedagang asal Kecamatan Trucuk itu.

Menjelang petang, beberapa pedagang ada yang masih sibuk menata dagangannya. Yang lainnya, juga sudah ada yang melayani pembeli. Sementara para calon pembeli, memarkir kendaraannya di bahu jalan yang biasa dipakai berjualan pedagang. Di sana, para petugas parkir sudah siap mengatur kendaraan. Sedangkan puluhan anggota Satpol PP juga masih berjaga mulai dari jalan masuk selatan hingga sepanjang jalan utara dan di antara lapak para pedagang. [ito/lis]

Tag : penataan, pkl, pasar, kota, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 17 July 2019 22:00

    KKM MI Kapas Gelar Bimtek K13 Revisi Tahun 2018

    KKM MI Kapas Gelar Bimtek K13 Revisi Tahun 2018 Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MI Kecamatan Kapas melaksanakan Bimbingan Teknis K13 Revisi Tahun 2018 yang akan berlangsung selama 4 hari dari tanggal 17 hingga 20 Juli 2019. Kegiatan ini berlangsung...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat