Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 07 November 2018 06:00

Ayoo..! Bangun Lagi (2/habis)

Produk Zahida Painting Dipakai Artis

Produk Zahida Painting Dipakai Artis

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com – Memulai dari nol, pemilik merek produk Zahida Painting benar-benar jatuh bangun untuk membuka peluang bisnis baru. Siti Nurhidayah, yang dulu dikenal luas karena kerajinan kain flanel, kini berkibar dengan cirikhas lukis di kain.

Bukan hanya tingkat lokal saja, namun karya perempuan asal Jalan KH Mansyur 58, Kelurahan Ledok Wetan, Kecamatan Kota Bojonegoro, itu sudah merambah nasional. Bahkan di tahun 2017, ia berkolaborasi dengan tiga desainer ternama Jakarta untuk Bojonegoro Fashion Art Award.

[Baca juga: Dulu Flanel, Sekarang Zahida Fokus Batik Painting ]

“Produk Zahida Painting juga dipakai artis, sebut saja Dewi Persik yang mengenakan lukisan Jonegoroan motif Mliwis Putih, Sekar Jati dan Rosela. Juga Miss Earth Indonesia dan Putri Pariwisata Indonesia 2017,” jelas Owner Zahida Painting Jonegoroan, Nur Hidayah. 

Perempuan kelahiran Bojonegoro, 1 Juli 1979 itu menambahkan, painting bisa dikerjakan dengan media kain apa saja  berbahan kain. Asalkan tidak jenis kain berpori-pori lebar.

Untuk cat tekstil yang digunakan, produsen Zahida menggunakan jenis buatan sendiri. Untuk lukisan cat ada tiga jenis, yakni dibuat cat dua dimensi, yakni saat cat digoreskan di kain, maka hanya berada di permukaan.

“Jenis kedua cat tiga dimensi. Saat cat digoreskan ke kain dengan sedikit tebal, kemudian dikeringkan dan dipanaskan menggunakan setrika, maka lukisan cat menggelembung. Sehingga menyerupai lukisan tiga dimensi,” terang Juara Desainer Terbaik Bojonegoro Nature Fashion Week 2017 tersebut.

Yu Hidayah, sapaan karibnya menambahkan, untuk cat yang ketiga adalah jenis cair. Sebab, saat cat digoreskan ke kain akan langsung meresap ke pori-pori, sehingga permukaan kain tetap datar.

“Yang pasti, untuk mengerjakan lukisan kain, semua orang bisa. Tergantung niat, ketelatenan dan kreativitas masing,” ceritanya sambil bersemangat.

Secara teknis, satu potong baju dengan lukisan panjang bisa selesai dalam satu hari pengerjaannya. Karena, untuk memproduksi lukisan, di tempat produksi ia dibantu empat orang yang khusus melukis saja.

“Biasanya, sehari Zahida bisa memproduksi 3 baju, atau jika tas dan bisa 10 buah. Pengrajin tidak hanya bagian melukis saja, tapi juga ada yang bagian menjahit tas, dompet dan khusus baju,” katanya.

Ia akan mengerjakan painting kain sesuai dengan pesanan konsumen. Namun ada beberapa yang dipakai stok untuk display di galeri dan mengikuti pameran-pameran. Sebab, belakangan ini pameran yang diikuti telah skala nasional.

“Selain baju, dompet dan tas lukis, Zahida juga memproduksi jilbab painting. Jika penasaran dan tertarik bisa berkunjung ke galeri Zahida,” pungkasnya. [ito/mu]

Tag : Zahida, painting, bojonegoro

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.



Berita Terkini