19:00 . Ketua Komisi B Terima Banyak Keluhan Sektor Pertanian   |   18:00 . Rumput Lahan Kosong Terbakar, Warga Desa Campurrejo Panik   |   17:00 . Syahdu di Warung Semok Bareng Gong Bumbung   |   15:00 . Gong Bumbung Jidok Temani Warung Semok   |   14:00 . Mars Kemenag, Ajang Kenalkan ASN Untuk Tanamkan Kerja dan Jalin Kesatuan   |   13:00 . Harga Emas Terpantau Turun Rp 3.000 Per Gram   |   12:00 . Tingkatkan IDM di Bojonegoro, Pemkab Sinergikan Para Pemangku Kebijakan   |   11:00 . Hari Terakhir, BPKAD dan Bapedda yang Diminati, Disdik Masih Kosong   |   10:00 . Saka Wira Kartika Siaga Kodim Bojonegoro Laksanakan Baksos di Rendeng   |   09:00 . Disnakan Berikan Bimtek Pengolahan Pakan Ternak   |   08:00 . Sejuk dan Jernih, Wisata Air yang Murah dan Menarik   |   07:00 . Kunci Stamina Prima untuk Calon Pengantin   |   20:00 . Peringati Milad HMI Akan Gelar Lomba Menulis   |   19:00 . Hadapi Puncak Musim Hujan, BPBD Petakan KRB   |   17:00 . Dinsos Bojonegoro, Anggarkan Rp15,3 M untuk KPM BPNT-D   |  
Wed, 29 January 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 13 November 2018 15:00

Meski Sudah Hujan, Droping Air Diperpanjang Hingga 22 November

Meski Sudah Hujan, Droping Air Diperpanjang Hingga 22 November

Kontributor: Sutopo

blokBojonegoro.com -  Hujan sudah mulai mengguyur Kabupaten Bojonegoro sejak beberapa hari yang lalu. Namun, kekurangan air bersih masih terjadi di berbagai daerah. Karena itu, Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro terus memberikan droping air bersih di sejumlah desa yang terdampak kekeringan.

"Ya masih terus droping walaupun hujan sudah turun. Kita targetkan terakhir pada tanggal 22 November 2018," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro, MZ Budi Mulyono, kepada blokBojonegoro.com, Selasa (12/11/2018) di kantornya.

Sebelumnya, akhir dropping direncanakan hanya sampai tanggal 8 November 2018, namun melihat kondisi di lapangan durasi dropping diperpanjang menjadi hingga 22 November 2018.

Jumlah desa yang kekeringan lanjut Budi, masih tetap 72 desa yang tersebar di 18 kecamatan. Sendangkan total rencana pengiriman hingga terakhir pada 22 November 2018, nantinya adalah 500 truk tangki.

Dengan anggaran biaya per truk tangki beserta ongkos kirim sejumlah Rp400 ribu. Jadi total anggaran sekitar Rp200 juta. [top/lis]

Berikut jumlah desa yang terdampak 

1.Temayang 4 desa

2. Sukosewu 2 desa

3. Sumberrejo 10 desa

4. Ngasem 9 desa

5. Ngraho 2 desa

6. Kasiman 4 desa

7. Bubulan 3 desa

8. Ngambon 2 desa

9. Tambakrejo 4 desa

10. Sugihwaras 10 desa

11. Purwosari 3 desa

12. Kepohbaru 3 desa

13. Kedungadem 8 desa

14. Baureno 1 desa

15. Dander 1 desa

16. Trucuk 3 desa

17. Malo 2 desa

18. Kanor 1 desa

Tag : air, kekeringan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat