20:00 . Akhir Ramadan, Pasar Sumberrejo Buka Pagi Sampai Malam   |   19:00 . Waqaf 10.000 Al-Qur'an GP Ansor Sumberrejo Mulai Didistribusikan   |   18:00 . Perkuat Kerukunan Pemuda Lewat Berbagi Takjil   |   17:00 . 1 Huruf Sama Dengan 10 Kebaikan   |   15:00 . Kanor-Rengel Bakal Tersambung   |   14:00 . Dibangun Jembatan, Penyedia Jasa Perahu Tambangan Sambut Positif   |   13:00 . Harga Ikan Laut di Pasar Bojonegoro Melambung   |   11:00 . Usai Lebaran, Kelulusan SD Baru Diumumkan   |   10:00 . Nilai UN Tidak Jadi Prioritas Penerimaan Siswa Baru   |   09:00 . Besok, PPDB Online SMP Mulai Dibuka   |   08:00 . Saat Malam Ramadan, Lapangan Kecamatan Sumberrejo Bak Pasar Malam   |   07:00 . Teh Manis Buat Buka Puasa, Sehat Nggak Sih?   |   06:00 . Khotmil Quran Mahasiswa Kesehatan   |   05:00 . Pondok Jurnalistik Bersama LPM Kampus Ungu   |   21:00 . Relawan Cinta NKRl Kutuk Petualang Politik Rongrong Wibawa Pemerintah   |  
Mon, 27 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 16 November 2018 17:00

Festival Pusaka Nusantara 2018

Seniman Trenggalek Pamerkan Proses Pembuatan Keris

Seniman Trenggalek Pamerkan Proses Pembuatan Keris

Kontributor: Candra Kurniawan

blokBojonegoro.com - Festival Pusaka Nusantara tahun 2018 ini, yang bertempat di Pendopo Kabupaten Bojonegoro resmi dibuka oleh Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah, Jumat (16/11/2018).

Festival ini dihadiri oleh seluruh seniman dan pecinta pusaka yang ada di Jawa Timur.

Banyak pusaka dipamerkan dalam festival ini. Namun ada yang menarik perhatian para pengunjung, yaitu Aryo Pulanggeni, seniman dan pembuat keris dari Kabupaten Trenggalek, yang menunjukkan proses pembuatan keris jawa khas Trenggalek.

Terlihat Mbah Aryo sapaan akrabnya, menunjukkan cara membuat keris dengan peralatan dan bahan-bahan yang dia bawa dari kotanya.

Mbah Aryo menjelaskan, jika saat membuat keris dibutuhkan waktu tiga sampai tujuh bulan, tergantung pemesannya. "Bahan pembuatan keris terdiri dari tiga logam yaitu besi, nikel dan baja," jelasnya.

Besi, nikel dan baja pertama disatukan kemudian ditempa berulang-ulang hingga menjadi keris sedemikian rupa. "Satu keris bisa terdiri dari puluhan bahkan ratusan lapis baja, besi dan nikel," ujar Mbah Aryo kepada blokBojonegoro.com.

"Kita ingin mengedukasi khususnya untuk para remaja, agar lebih mengenal keris sebagai budaya yang sudah diakui oleh UNESCO," papar Mbah Aryo mantab. [wan/mu]

Tag : keris, budaya, warisan leluluhr, warisan nusantara, pusaka

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Friday, 24 May 2019 13:00

    Apprentice Program PEPC 2019

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak Beberapa jam lagi menjelang penutupan pendaftaran, jumlah pelamar beasiswa pendidikan diploma guna menjaring Calon Operator Proyek Jambaran-Tiung Biru yang dikelola oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC). Hingga Jumat (25/4/2019) pagi...

    read more