18:00 . BPK Nilai WTP Laporan Keuangan Bojonegoro   |   17:30 . Cegah Pendangkalan, 6 Kali Dinormalisasi   |   17:00 . Al-Quran Obat Segala Penyakit   |   16:30 . Kick Off 27 Juli, Persibo Jumpa PSM Madiun   |   16:00 . Pastikan Ikut Kompetisi, Bojonegoro FC Seleksi Setelah Lebaran   |   15:00 . Polres Bojonegoro Sidak di Pasar Kota   |   14:00 . Banyak Reseller Geliat Pakaian Bekas di Bojonegoro   |   13:00 . Bulan Mei: Hari Buku dan Kebangkitan Pendidikan di Bojonegoro dan Tuban   |   12:00 . 403 Bakal Calon Kepala Desa Berebut Kursi   |   10:00 . Kapolres: Tidak Ada Warga yang Berangkat ke Jakarta   |   09:00 . Kejar Target Drilling 2019, Pertamina EP Cepu Lakukan Sinergi dengan PDSI   |   08:00 . BEDUK, Cara Pertamina Berbagi Bareng UKM, Komunitas dan Hiswana Migas   |   07:00 . Selain Makanan, Ini Faktor yang Pengaruhi Pencernaan   |   23:00 . Dua Warga Bojonegoro Terima Santunan dan Piagam Penghargaan dari Gubernur   |   22:30 . 2 Warga Bojonegoro Terima Santunan dari Gubernur   |  
Tue, 21 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 03 December 2018 17:00

Bogo, Pusat Budidaya Ale-Toge di Bojonegoro

Bogo, Pusat Budidaya Ale-Toge di Bojonegoro

Kontributor: Maulina Alfiyana

blokBojonegoro.com - Sebagian masyarakat Desa Bogo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro membudidayakan ale dan toge sebagai penghasilan sehari-hari mereka.

Salah satu perangkat desa, Hajar Diantoro mengatakan, ada 14 warganya yang membudidayakan bahan masak yang berasal dari kacang-kacangan itu.  ge.

"Budidaya ale dan toge sudah lama ditekuni oleh beberapa warga kami, tak jarang warga kampung lain menyebut Bogo sebagai desa penghasil ale dan toge di Bojonegoro," paparnya, Senin (3/12/2018).

Tak hanya itu, ternyata perawatan dua tumbuhan ini termasuk sangatlah mudah dan menguntungkan bagi pembudidayanya. Hal tersebut juga di kemukakan oleh Utomo, salah satu pembudidaya ale dan toge di Bogo.

Ia mengaku hanya mengandalkan tanah belakang rumahnya dan bantuan dua orang pekerja dari keluarganya sendiri untuk menjalankan usahanya tersebut.

"Perawatannya cukup mudah, cukup di siram air dua kali sehari dan dalam waktu enam hari sudah dapat dipanen dan langsung di jual," ungkap Utomo.

Ia menambahkan untuk penjualan ale dan toge, ia sudah mempunyai langganan tersendiri di Pasar Kota dan Pasar Kecamatan Dander. Meski demikian, ada saja warga yang membeli langsung ke tempatnya sekaligus melihat proses pembudidayanya.

"Untuk harga jual di pasaran, saya mematok ale dengan harga Rp20.000, sedangkan toge Rp6.000 per kilogramnya," pungkasnya kepada blokBojonegoro.com . [lin/lis]

Tag : ale, toge

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat