08:00 . Ular Sanca Besar Hebohkan Warga   |   07:00 . Tips buat yang Mulai Tertarik Berkebun di Rumah demi Ketahanan Pangan   |   21:00 . New Normal untuk Pesantren, Begini Kata Wagub Emil   |   20:00 . Merekatkan Persatuan Bangsa, Polisi Kawal Kampung Siaga   |   19:45 . Wagub Jatim Halal Bi Halal dengan AMSI Jatim   |   19:30 . Tambahan 1 Orang Positif Covid-19 dari ODP   |   19:15 . Via Vidcon, Wagub Emil Halal Bi Halal dengan AMSI Jatim   |   19:00 . Mahasiswa ini Kuliah Sambil Berwirausaha Bisnis Camilan Kurma Selimut   |   18:00 . Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim Apresiasi Penanganan Covid-19 di Bojonegoro   |   17:00 . Meski Kecewa Batal Berangkat, Calon Haji Pasrah   |   16:00 . Bupati Ngopdar Bersama Pemuda Bojonegoro   |   15:00 . Ular Sanca Kembang Hebohkan Warga Balen   |   14:00 . Diduga Penyakit Mata Tak Kunjung Sembuh, Warga Desa Karangdowo Gantung Diri   |   12:00 . Bhayangkari Bojonegoro Bagi Paket Suplemen dan Masker untuk Posko Covid-19   |   11:00 . Selain Emas, BPKB Juga Dominasi Agunan di Pegadaian saat Pandemi   |  
Sat, 06 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 05 December 2018 11:00

Selama Berdiri, SRG Hanya Tampung 150 Ton

Selama Berdiri, SRG Hanya Tampung 150 Ton

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Sejak gedung Sistem Resi Gudang (SRG) selesai dibangun tahun 2014 lalu, gudang ini dinilai kurang bisa berjalan dengan maksimal. Sejatinya gedung SRG ini mampu menampung hasil panen para petani hingga 2 ribu ton, sangat disayangkan banyak petani belum mau menyimpan hasil panennya di gudang SRG yang berada di Desa Ngraseh Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

"Memang selama ini gedung belum pernah maksimal menyimpan hasil panen milik petani," ucap Pengelola gudang, Mualimin.

Mualimin mengatakan, selama ini hasil panen petani yang disimpan di SRG paling banyak hanya 150 ton saja. Minimnya petani yang menyimpan hasil panennya di gudang karena biasanya para petani lebih memilih langsung menjual hasi panen ketimbang menyimpan.

Baca juga [Bupati: Gedung SRG Oke, Mesin Jadul]

"Kalaupun ada yang menyimpan di gudang ini ya paling ramai bulan Maret dan April, dan rata-rata disimpan antara 3 hingga 6 bulan," terangnya saat ditemui blokBojonegoro.com.

Masih kata Mualimin, selama ini petani yang menitipkan hasil panennya tidak dipungut biaya, dan kebanyakan mereka adalah petani di sekitar Kecamatan Dander.

"Paling banyak petani sekitar Dander saja," jelasnya.

Terpisah Plt. Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro, Agus Hariyana mengatakan, untuk pengelolaan gedung SRG ini memang dibawah pengawasannya, namun hingga saat ini, kata Agus, keberadaan gudang belum dimaksimalkan.

"Diharapkan dengan Inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan bupati dan jajaran OPD terkait, kedepan gedung SRG ini bisa benar-benar dimaksimalkan dan membawa manfaat," pungkas Agus. [saf/mu]

Tag : srg, sistem resi gudang, gedung, panen, hasil panen petani


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat