07:00 . Selain Makanan, Ini Faktor yang Pengaruhi Pencernaan   |   23:00 . Dua Warga Bojonegoro Terima Santunan dan Piagam Penghargaan dari Gubernur   |   22:30 . 2 Warga Bojonegoro Terima Santunan dari Gubernur   |   22:00 . Jelang Mudik, Kapolres Cek Jalan Nasional   |   21:00 . Kuwalahan Layani Pesanan, Industri Rumahan Rekrut IRT Tiap Ramadan   |   20:00 . Pilkades Pomahan Terancam Ditunda?   |   19:00 . Cipayung Bojonegoro Gelar Aksi Tolak People Power   |   18:00 . Per Nasabah Dijatah Rp18,7 Juta, BNI Sediakan 50 Antrean Setiap Hari   |   17:00 . Sebab Ini, Kita Bisa Didampingi Malaikat Rohmat   |   16:00 . Tradisi Ramadan, Jalan KH M Rosyid Layaknya Pasar Tumpah   |   15:30 . Sidak DLH, Minta Manajemen Koperasi Kareb Perbaiki AMDAL   |   15:00 . Jajanan Khas Kampung Ini Tembus Pasaran Luar Kota   |   13:00 . H-10 Pengerjaan dan Material Proyek Jalan Nasional Sudah Bersih   |   12:00 . Kapolres Cek Jalan Nasional Jelang Arus Mudik Lebaran   |   11:00 . Pengamanan Hasil Pemilu, 400 Aparat Gabungan Disiapkan   |  
Tue, 21 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 05 December 2018 11:00

Selama Berdiri, SRG Hanya Tampung 150 Ton

Selama Berdiri, SRG Hanya Tampung 150 Ton

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Sejak gedung Sistem Resi Gudang (SRG) selesai dibangun tahun 2014 lalu, gudang ini dinilai kurang bisa berjalan dengan maksimal. Sejatinya gedung SRG ini mampu menampung hasil panen para petani hingga 2 ribu ton, sangat disayangkan banyak petani belum mau menyimpan hasil panennya di gudang SRG yang berada di Desa Ngraseh Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

"Memang selama ini gedung belum pernah maksimal menyimpan hasil panen milik petani," ucap Pengelola gudang, Mualimin.

Mualimin mengatakan, selama ini hasil panen petani yang disimpan di SRG paling banyak hanya 150 ton saja. Minimnya petani yang menyimpan hasil panennya di gudang karena biasanya para petani lebih memilih langsung menjual hasi panen ketimbang menyimpan.

Baca juga [Bupati: Gedung SRG Oke, Mesin Jadul]

"Kalaupun ada yang menyimpan di gudang ini ya paling ramai bulan Maret dan April, dan rata-rata disimpan antara 3 hingga 6 bulan," terangnya saat ditemui blokBojonegoro.com.

Masih kata Mualimin, selama ini petani yang menitipkan hasil panennya tidak dipungut biaya, dan kebanyakan mereka adalah petani di sekitar Kecamatan Dander.

"Paling banyak petani sekitar Dander saja," jelasnya.

Terpisah Plt. Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro, Agus Hariyana mengatakan, untuk pengelolaan gedung SRG ini memang dibawah pengawasannya, namun hingga saat ini, kata Agus, keberadaan gudang belum dimaksimalkan.

"Diharapkan dengan Inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan bupati dan jajaran OPD terkait, kedepan gedung SRG ini bisa benar-benar dimaksimalkan dan membawa manfaat," pungkas Agus. [saf/mu]

Tag : srg, sistem resi gudang, gedung, panen, hasil panen petani

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat