19:00 . Suporter Sambut Positif Gebrakan Manajemen Persibo Bojonegoro   |   18:00 . Persibo Incar Klub Besar untuk Turnamen Pra Musim   |   17:00 . Target Naik Kasta, Pelatih Persibo Incar Pemain Liga 2 dan 1   |   16:00 . Persibo Bojonegoro Perkenalkan Dua Pelatih Sekaligus   |   14:00 . Perki Desa, Pedoman Pelayanan Informasi Publik   |   13:00 . Rektor Unigoro Tolak Kerusuhan, Berharap Masyarakat Hormati Hukum   |   11:00 . Usai Wisuda, Siswa SLB Diharap Lanjutkan Pendidikan dan Buka Usaha   |   10:00 . Bojonegoro Jadi Tuan Rumah HKIN, ini Alasannya..   |   09:00 . 18 Siswa-Siswi SLB Putra Harapan Bojonegoro Diwisuda   |   07:00 . Bayi Suka Menjulurkan Lidah, Normal Enggak Ya?   |   20:00 . Bojonegoro Ditunjuk Menjadi Tuan Rumah Keterbukaan Informasi Nasional   |   18:00 . Brownies Nagagini STIE Cendekia Raih Pendanaan Kemenristekdikti   |   18:00 . Pemohon Pembuatan Paspor Kebanyakan untuk Wisata   |   17:00 . Sulit Dapatkan Air, Begini Cara Petani Tanam Kedelai   |   16:00 . Petani Bojonegoro Dapat KPM, ini Syaratnya...   |  
Fri, 21 June 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 06 December 2018 06:00

Lindungi Padi dari Burung, Warga Tejo Pasang Jaring di Sawah

Lindungi Padi dari Burung, Warga Tejo Pasang Jaring di Sawah

Kontributor: Maulina Alfiyana

blokBojonegoro.com - Sebagian petani di Desa Tejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro memasang jaring di masing-masing lahan pertanian miliknya.

Salah satu HIPA Desa Tejo, Suryono menjelaskan, petani yang memasang jaring di masing-masing lahan pertanian miliknya tersebut sebagian besar memiliki profesi lain selain menggolah lahan persawahan.

"Mereka memilih untuk memasang jaring, karena mereka tidak sempat jika harus berhari-hari menunggui sawahnya dari serangan burung yang begitu banyaknya datang menyerang sawahnya," ungkap Suryono.

Ia menambahkan serangan burung pada masa tanam kali ini cukup banyak, burung-burung tersebut datang dari Desa-desa sekitar Tejo yang sudah dulu melakukan panen, sehingga para burung beralih menyerang ke Desa Tejo.

"Jika tidak di pasang jaring atau tidak ditunggui, belum panen bisa habis duluan padi para petani Tejo," pungkasnya, Rabu (5/12/2018).

Beda dengan petani lain, yakni Kani, ia memilih untuk tidak memasang jaring di lahan pertanian miliknya, ia memilih untuk menunggui sawahnya dari serangan ribuan burung dari pagi sekitar pukul 05.30 hingga menjelang sore pukul 17.00 WIB.

"Karena memang dari dulu saya tidak mempunyai pekerjaan lain, selain menggrap sawah. Jadi tidak perlu memasang jaring, karena waktu saya sangatlah cukup jika harus menunggui sawah dari serangan burung dari pagi hingga menjelang sore hari," paparnya kepada blokBojonegoro.com . [lin/lis]

Tag : padi, petani, tanaman

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 02 June 2019 08:00

    IPNU-IPPNU Temayang Gelar Grand Finas Festival Oklek

    IPNU-IPPNU Temayang Gelar Grand Finas Festival Oklek Mengambil tema "Pelajar Millineal Menjaga Tradisi Budaya Lokal" Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Temayang gelar grand final Festival Oklek Ke-7,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Friday, 24 May 2019 13:00

    Apprentice Program PEPC 2019

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak Beberapa jam lagi menjelang penutupan pendaftaran, jumlah pelamar beasiswa pendidikan diploma guna menjaring Calon Operator Proyek Jambaran-Tiung Biru yang dikelola oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC). Hingga Jumat (25/4/2019) pagi...

    read more