14:00 . Oktober 2019, Refita Diberangkatkan di Kejurnas   |   13:00 . 524 Siswa SMKN2 Resmi Diwisuda, ini Harapan Para Guru   |   12:00 . Kurang Pagu, PPDB Jalur Offline Dibuka Sehari   |   11:00 . Suami Ketua Ansor, Istri Ketua Fatayat Bersaing di Samberan   |   10:00 . Dari 38, Bojonegoro Peringkat 8 Perolehan Medali   |   09:00 . Bisa Daftar dari Rumah, SMAN 4 Bojonegoro Tetap Buka Layanan   |   08:00 . Sempat Melambung Tinggi, Kini Harga Kencur Anjlok   |   07:00 . Manfaat Menatap Mata Bayi   |   22:00 . Wabup Berharap Santri Bojonegoro Terus Berprestasi   |   21:00 . Aksi Trail Bojonegoro   |   20:00 . Halal Bi Halal ala Rider Trail   |   19:00 . Rider Trail Halal Bi Halal Masuk Hutan   |   18:00 . Pasca Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok Berangsur Turun   |   17:00 . Tahun Ajaran Baru, Pedagang Perlengkapan Sekolah Kebanjiran Pembeli   |   16:00 . Reog Bopo Roso Meriahkan CFD Bojonegoro   |  
Mon, 17 June 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 07 December 2018 10:00

Usman Roin

Dari Semarang, Tak Lelah Menulis untuk Tanah Kelahiran

Dari Semarang, Tak Lelah Menulis untuk Tanah Kelahiran

Reporter: M. Nur Muharrom

blokBojonegoro.com - Kota Lumpia siang ini nampak panas, lalu lalang kendaraan tak akan pernah berhenti dari kesibukan mencari nafkan agar dapur keluarga bisa tetap mengepul membuat hati tenang. Di Jalan Suhadak Raya Kota Semarang, seorang lelaki tengah santai di rumah dan kebetulan hari ini, Kamis (6/12/2018), ia libur dari pekerjaan untuk sementara waktu lantaran beberapa hari lalu tertimpa musibah kecelakaan di jalan, beruntung hanya menderita luka ringan.

Ia adalah Usman Roin, laki-laki asal Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, sejak 18 tahun yang lalu ia merantau di Kota Semarang Jawa Tengah. Liku-liku proses dari anak kampung menjadi anak kota ia lalui dengan penuh semangat dan optimis.

Masuk kota Semarang pada tahun 2000 dan menimba ilmu di UIN Walisongo Semarang mengambil jurusan pendidikan membuat Usman sapaan akrab laki-laki kelahiran 28 Agustus 1982 ini tertempa, agar selalu kuat dan bersungguh-sungguh setiap menjalankan aktivitas.

Tentu tak mudah untuk anak desa hidup di kota, tapi Usman mempunyai trik agar bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan baru, yaitu dengan cara mencari teman sebanyak-banyaknya.

"Jadi waktu masih kuliah dulu saya ikut semua kegiatan agar memiliki teman banyak, pernah waktu itu juga masuk pengurusan Dewan Mahasiswa Institut, jadi hidup ini tidak kesepian dan harus punya aktivitas yang positif," jelas Usman mengenang masa-masa itu.

Meski sudah 18 tahun meninggalkan kota kelahiran yaitu Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, guru SMP Islam Terpadu PAPB Semarang ini hingga kini masih terus mengikatkan diri dan berkontribusi untuk Bojonegoro, yaitu dengan cara menulis. "Ini adalah bukti kecintaan saya terhadap Bojonegoro," papar mantan Ketua Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah tahun 2007 ini.

Dengan tulisan, ulas Mahasiswa Magister (S2) UIN Walisongo, ilmu yang dimiliki seseorang tentu bisa bermanfaat, selain itu katanya, ini adalah rasa cintanya kepada tanah kelahiran dan ia selalu berharap Kota Migas sebutan Bojonegoro bisa semakin maju dan terus berkembang.

Melalui tulisan yang ia kirim ke media seperti blokBojonegoro.com dibawah naungan blokMedia Group, ia berharap pemikirannya itu bisa turut serta mendewasakan publik, lantaran hal itu tidak lantas menyerahkan sepenuhnya terharap pemerintah melainkan semua warga Indonesia harus turut andil, apalagi memerangi berita hoax.

Di sisi lain, dengan tulisan, Suami dari Farikha ini seperti ada ikatan batin dengan tanah kelahiran, tentu juga dengan warganya. "Tulisan saya pasti banyak yang baca, dan tentu ini adalah ikatan batin saya dengan Bojonegoro terutama dalam hal pendidikan, karena isu tersebut yang sering saya angkat," ungkapnya.

Usman berharap, lewat tulisan yang sering menghiasi kolom media yang ada di Bojonegoro baik itu cetak maupun online, ada sedikit perubahan terutama dalam hal pendidikan karena ada pemangku kebijakan yang membaca tulisannya dan terketuk hati untuk melakukan perubahan. Juga, apabila kelak ia dibutuhkan, tentu akan siap kembali ke tanah kelahiran untuk turut serta membangun bersama-sama demi sebuah kemajuan.

"Kelak ketika studi S2 saya selesai, dan memang saya dibutuhkan Bojonegoro, maka saya akan siap kembali, dan tentu tak akan lelah berkontribusi lewat tulisan, karena Karya Tulis Adalah File yang Abadi Selama-lamanya," jelas Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Persatuan Guru NU Jawa Tengah. [mu]

Tag : profil, guru

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 02 June 2019 08:00

    IPNU-IPPNU Temayang Gelar Grand Finas Festival Oklek

    IPNU-IPPNU Temayang Gelar Grand Finas Festival Oklek Mengambil tema "Pelajar Millineal Menjaga Tradisi Budaya Lokal" Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Temayang gelar grand final Festival Oklek Ke-7,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Friday, 24 May 2019 13:00

    Apprentice Program PEPC 2019

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak Beberapa jam lagi menjelang penutupan pendaftaran, jumlah pelamar beasiswa pendidikan diploma guna menjaring Calon Operator Proyek Jambaran-Tiung Biru yang dikelola oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC). Hingga Jumat (25/4/2019) pagi...

    read more