21:00 . Pekerja Proyek Gas JTB Ikuti Upacara Bendera   |   20:00 . Wow....! Tari Thengul Tampil di Istana Negara   |   19:00 . Unik, Warga Klangon Dirikan Gapura Bentuk Garuda Raksasa   |   18:00 . Warga Tulungagung Kibarkan Bendera Rakasasa di Tepi Bengawan Solo   |   17:00 . Totalitas Tari Thengul dan Gemuruh Penonton   |   16:00 . Tari Thengul Tampil Memukau di Istana Negera   |   15:00 . 210 Napi Tak Dapat Remisi   |   14:00 . Napi Dapat Remisi HUT Kemerdekaan RI, 4 Orang Bebas   |   13:00 . Banom NU Banjarejo Bagikan Wakaf 1.000 Masker   |   12:30 . Momen Agustusan, Mansabo Kembangkan Potensi Siswa Melalui Lomba   |   12:00 . Banyak Peserta Upacara HUT RI di Alun-alun Bojonegoro Pusing   |   11:00 . Refleksi Hari Kemerdekaan, SLB Putra Harapan Bagi Bendera   |   10:00 . Khidmat, EMCL dan SKK Migas Upacara Hari Kemerdekaan RI di Lapangan Banyu Urip   |   09:00 . Golkar Sepakat Usulkan Mitro'atin Jadi Pimpinan DPRD   |   08:00 . Dua Desa Dipastikan Gagal Gelar Seleksi Perangkat   |  
Sat, 17 August 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 07 December 2018 10:00

Usman Roin

Dari Semarang, Tak Lelah Menulis untuk Tanah Kelahiran

Dari Semarang, Tak Lelah Menulis untuk Tanah Kelahiran

Reporter: M. Nur Muharrom

blokBojonegoro.com - Kota Lumpia siang ini nampak panas, lalu lalang kendaraan tak akan pernah berhenti dari kesibukan mencari nafkan agar dapur keluarga bisa tetap mengepul membuat hati tenang. Di Jalan Suhadak Raya Kota Semarang, seorang lelaki tengah santai di rumah dan kebetulan hari ini, Kamis (6/12/2018), ia libur dari pekerjaan untuk sementara waktu lantaran beberapa hari lalu tertimpa musibah kecelakaan di jalan, beruntung hanya menderita luka ringan.

Ia adalah Usman Roin, laki-laki asal Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, sejak 18 tahun yang lalu ia merantau di Kota Semarang Jawa Tengah. Liku-liku proses dari anak kampung menjadi anak kota ia lalui dengan penuh semangat dan optimis.

Masuk kota Semarang pada tahun 2000 dan menimba ilmu di UIN Walisongo Semarang mengambil jurusan pendidikan membuat Usman sapaan akrab laki-laki kelahiran 28 Agustus 1982 ini tertempa, agar selalu kuat dan bersungguh-sungguh setiap menjalankan aktivitas.

Tentu tak mudah untuk anak desa hidup di kota, tapi Usman mempunyai trik agar bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan baru, yaitu dengan cara mencari teman sebanyak-banyaknya.

"Jadi waktu masih kuliah dulu saya ikut semua kegiatan agar memiliki teman banyak, pernah waktu itu juga masuk pengurusan Dewan Mahasiswa Institut, jadi hidup ini tidak kesepian dan harus punya aktivitas yang positif," jelas Usman mengenang masa-masa itu.

Meski sudah 18 tahun meninggalkan kota kelahiran yaitu Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, guru SMP Islam Terpadu PAPB Semarang ini hingga kini masih terus mengikatkan diri dan berkontribusi untuk Bojonegoro, yaitu dengan cara menulis. "Ini adalah bukti kecintaan saya terhadap Bojonegoro," papar mantan Ketua Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah tahun 2007 ini.

Dengan tulisan, ulas Mahasiswa Magister (S2) UIN Walisongo, ilmu yang dimiliki seseorang tentu bisa bermanfaat, selain itu katanya, ini adalah rasa cintanya kepada tanah kelahiran dan ia selalu berharap Kota Migas sebutan Bojonegoro bisa semakin maju dan terus berkembang.

Melalui tulisan yang ia kirim ke media seperti blokBojonegoro.com dibawah naungan blokMedia Group, ia berharap pemikirannya itu bisa turut serta mendewasakan publik, lantaran hal itu tidak lantas menyerahkan sepenuhnya terharap pemerintah melainkan semua warga Indonesia harus turut andil, apalagi memerangi berita hoax.

Di sisi lain, dengan tulisan, Suami dari Farikha ini seperti ada ikatan batin dengan tanah kelahiran, tentu juga dengan warganya. "Tulisan saya pasti banyak yang baca, dan tentu ini adalah ikatan batin saya dengan Bojonegoro terutama dalam hal pendidikan, karena isu tersebut yang sering saya angkat," ungkapnya.

Usman berharap, lewat tulisan yang sering menghiasi kolom media yang ada di Bojonegoro baik itu cetak maupun online, ada sedikit perubahan terutama dalam hal pendidikan karena ada pemangku kebijakan yang membaca tulisannya dan terketuk hati untuk melakukan perubahan. Juga, apabila kelak ia dibutuhkan, tentu akan siap kembali ke tanah kelahiran untuk turut serta membangun bersama-sama demi sebuah kemajuan.

"Kelak ketika studi S2 saya selesai, dan memang saya dibutuhkan Bojonegoro, maka saya akan siap kembali, dan tentu tak akan lelah berkontribusi lewat tulisan, karena Karya Tulis Adalah File yang Abadi Selama-lamanya," jelas Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Persatuan Guru NU Jawa Tengah. [mu]

Tag : profil, guru

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Wednesday, 07 August 2019 15:00

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten Sebanyak 29 wartawan telah bekerja keras melewati Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-27 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, yang bekerjasama dengan SKK Migas dan KKKS. Selama dua hari 6-7...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 13 August 2019 08:00

    Teladani Auliya, Jemaah Tahli Ziarah dan Wisata Religi

    Teladani  Auliya, Jemaah Tahli Ziarah dan Wisata Religi Demi memperkuat spiritual keagamaan dan meneladani perjuangan para waliyullah, sekaligus menyambut Kemerdekaan RI-47, jemaah tahlil Dukuh Ngantulan, RT.19/RW.03, Desa Bulu, Kecamatan Balen, mengadakan ziarah ke makam auliya. Selain itu dalam...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat