16:00 . Dinas Perdagangan Wacanakan Pembuatan Kartu Penerima Elpiji Bersubsidi   |   15:00 . Kurangi Risiko Longsor, Kodim Dan Pemkab Tanam Rumput Vetiver   |   12:00 . Harga Bawang Putih Merangkak Naik, Cabai Berangsur Turun   |   11:00 . Sumur KWG-PWA1 Ditargetkan Produksi 150 Barrel Minyak Per Hari   |   10:00 . Pertamina EP Syukuran Tajak Sumur KWG PWA-1 di Trembes   |   09:00 . Intip Cerita Pemuda Bojonegoro Buat Sepeda Listrik   |   08:00 . Pertamina Group Jadi Mitra Terbaik PWI Tuban   |   07:00 . Anak Balita Tidak Mau Tidur Siang, Orang Tua Harus Bagaimana?   |   17:00 . TNI Bojonegoro Bekali Siswa SMKN Kasiman Kedisiplinan dan Wasbang   |   15:00 . Mengasyikan Anak-Anak TK Ini Bermain Sambil Belajar Budidaya Ikan   |   14:00 . Kemenag Ajukan Pembuatan Visa Jemaah Haji ke Surabaya   |   13:00 . Begini Tanggapan Warga Terkait Sensus Penduduk Online 2020   |   12:00 . Ada 10 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Bojonegoro   |   11:00 . Dishub Targetkan Rp31 Miliar dari Parkir Berlangganan 2020   |   10:00 . 501 Pendekar Se-Jawa Timur Ikuti Kejuaraan Rektor Unigoro   |  
Thu, 27 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 20 December 2018 17:00

Takut Disemprit OPD, BPKAD Enggan Ungkap Serapan Anggaran Dinas

Takut Disemprit OPD, BPKAD Enggan Ungkap Serapan Anggaran Dinas

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro, M Ibnu Suyuti enggan membeberkan data serapan anggaran Operasi Perangkat Dinas (OPD) hingga November 2018. Alasannya, takut disemprit oleh OPD.

"Maaf ya, saya belum bisa ngasih datanya, ndak enak sama OPD," kata M Ibnu Suyuti kepada blokBojonegoro.com saat ditemui di Kantor BPKAD setempat, Kamis (20/12/2018).

Sesaat setelah itu, pria berkaca mata ini mengatakan, ia harus menghadiri rapat. "Terkait data, belum bisa. Maaf saya harus rapat dulu," ujarnya sembari keluar kantor menuju mobil jemputan yang sudah dipersiapkan.

Diketahui, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) 2018 cukup tinggi. Sebab penyerapan anggaran masing-masing OPD kurang maksimal. Prediksi SiLPA tahun ini mencapai Rp1,3 triliun, lebih tinggi dari pada tahun 2017 sebesar Rp227 miliar.

Sementara itu, Koordinator Divisi Advokasi IDfoS Indonesia, Ainun Na'im mengatakan, bahwa sebaiknya BPKAD Bojonegoro memberikan data tersebut. Sesuai UU KIP dan konsep pemerintahan Bojonegoro yang transparan dan akuntabel.

Ia menambahkan, bahwa dengan data yang benar dan sumber yang kredibel. Maka dapat mencegah polemik di publik tentang informasi pembangunan di Bojonegoro. 

"Dampak positifnya tingkat kepercayaan dan dukungan ke publik terhadap Pemkab Bojonegoro semakin baik," pungkas pria yang juga Penyuluh Anti Korupsi Pratama KPK ini. [yud/col]

Tag : bpkad, opd


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat