21:00 . Banyak Pohon Tumbang, Ini Komentar DLH   |   20:00 . Cek Fakta Kebenaran Puting Beliung di Terminal Bojonegoro   |   19:00 . Gubernur dan Bupati Bantu Korban Puting Beliung   |   18:00 . Masya Allah...! Bojonegoro Darurat Bencana   |   17:00 . Khofifah Kunjungi Korban Puting Beliung di Bojonegoro   |   16:00 . Pekan Ini, Harga Cabai Berangsur Turun   |   15:00 . Lagi, Beredar Video Angin Puting Beliung Terjadi Bukan di Bojonegoro   |   14:00 . Puting Beliung Terjang 44 Desa di Bojonegoro, Kerugian 2,3 M   |   13:00 . Memilih Make Up Natural untuk Aktivitas Sehari-Hari   |   12:00 . Nonton Film Hanya Manusia   |   11:00 . Giliran Tuban dapat PPM dari Sahabat Pertamina   |   10:00 . Dua Hari Puting Beliung, Taksir Kerugian Rp2,3 M   |   09:00 . Diduga Ngantuk, Mobil Sedan Terjun ke Sungai Desa Banjarsari   |   08:00 . Lelang Jabatan 7 Kadin Dibuka   |   07:00 . Kenali 6 Khasiat Asam Jawa untuk Diabetes dan Pencernaan   |  
Wed, 13 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 22 December 2018 23:00

Pemilu 2019

Bisa Jadi Masalah, ASN Diminta Hindari ini di Medsos

Bisa Jadi Masalah, ASN Diminta Hindari ini di Medsos

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Koordinator Divisi Pengawasan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur, Aang Khunaifi, mengingatkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menghindari komentar di media sosial (Medsos).

Sebisa mungkin hindari 'like' atau komentar menggunakan emoji jari di media sosial. Sebab rawan terjadi permasalahan di kemudian hari. Karena bisa terindikasi tidak netral.

"Kalau bisa dihindari," kata Aang Khunaifi saat memberi materi Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Hotel Dewarna Bojonegoro, Sabtu (22/12/2018).

Meskipun tidak ada aturan secara gamblang yang melarang itu. Namun, menghindari adalah salah satu cara untuk mencegah asumsi bias dalam tahun politik ini.

"Sebab, saat ini siapapun bisa mengartikan atau mengasumsikan komentar di medsos," papar Aang.

Karena itu, ASN harus bijak dalam menggunakan medsos. Sebab semua mata saat ini sedang melihat dan mengawasi. "Tahun-tahun politik, memang tantangannya cukup besar," ucapnya.

Lalu, bagaimana membentuk neralitas ASN dalam Pemilu 2019? Ia mengatakan, sama-sama saling mengawasi dan mengingatkan. Menghindari kegiatan yang kaitannya dengan Pemilu.

Terkait penegakkan, kata Aang, Bawaslu sangat mempertimbangkan aspek latar belakang. Artinya, dalam penegakan pihaknya tidak kaku atau rigit. "Aspek latar belakang jadi pertimbangan," ucapnya.

Ia menambahkan, masyarakat bebas melaporkan apabila ada pelanggaran dan atau kejanggalan dalam Pemilu. Bisa dilaporkan ke Bawaslu atau Panwascam setempat. "Kalau ada kejanggalan atau bahkan pelanggaran, bisa dilaporkan," imbuhnya. [yud/ito]

 

 

Tag : asn, pemilu, medsos

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat