09:00 . Curva Nord Bakal Berikan Teror dan Koreografi Kejutan   |   08:00 . Tandon Air, Solusi Petani Mayangkawis Bercocok Tanam di Musim Kemarau   |   07:00 . Tak Usah Isap dan Ikat Luka Gigitan Ular, Lakukan Ini Saja!   |   06:00 . Raker IKAMI Attanwir untuk Kebesaran Pondok   |   19:00 . Kwartir Ranting Sumberrejo Kembali Gelar Jambore Tingkat Penggalang   |   18:00 . Membanggakan, Produk Kripik Singkong Bojonegoro Expor ke Cina   |   18:00 . Rekind Akan Memberikan Penguat pada 5 Jembatan dan Melebarkan Jalan   |   17:00 . Geliat Literasi di Kedai Kopi Second   |   16:00 . Periode Juli 2019, ini Jumlah Tenaga Kerja di Proyek JTB   |   15:00 . Anggaran BPPDGS untuk Madin Meningkat Capai Rp15,5 M   |   14:00 . Petani Tembakau Balenrejo Mulai Panen   |   10:00 . Bansos Lansia, 505 Diverifikasi, 179 Orang Sudah Cair   |   09:00 . Sakit dan Butuh Pengobatan, Satu Jemaah Haji Pulang Awal   |   08:00 . Benih Bibit Tembakau Rusak, Petani Tidak Dapat Bantuan   |   07:00 . Menyikapi Dilema Anak Multilingual   |  
Sat, 24 August 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 22 December 2018 21:00

Hari Ibu 2018

Makna Hari Ibu di Mata Seniman Wanita, Sari Koeswoyo

Makna Hari Ibu di Mata Seniman Wanita, Sari Koeswoyo

Kontributor: Sutopo

blokBojonegoro. com - Tangga.l 22 Desember diperingati sebagai hari Ibu bagi perempuan-perempuan di Indonesia. Hari besar diperingati berserikatnya perempuan-perempuan di Indonesia untuk ikut ambil bagian dalam mengupayakan kemerdekaan. Hal ini juga untuk menegaskan dan mengingatkan kembali bahwa ibu bukan sekedar perempuan dalam keluarga, namun juga berperan besar bagi perjuangan kemerdekaan dan kehidupan berbangsa.

Sari Koeswoyo sebagai Ibu rumah tangga dengan tiga orang anak mengamini hal tersebut. Sari meyakini, Ibu memiliki peranan dan tanggung jawab yang besar bagi keluarga, lingkungan, masyarakat dan bangsanya. Membesarkan tiga anak hingga menjadi manusia yang berkehidupan baik bukan perkara mudah. Dari mulai memenuhi kebutuhan fisik, psikis dan membentuk karakter anak agar nanti menjadi generasi terbaik bangsa. Dan kini, ketiga anaknya telah mandiri dan memiliki kehidupan serta karirnya sendiri.

Bagi Sari, Ibu rumah tangga memiliki tugas utama mengasuh, menjaga dan berkehidupan di rumah bersama anak-anaknya. Namun, di luar tugas utama tersebut, Sari juga merupakan seniman. Darah seni yang mengalir dari sang ayah (Yok Koeswoyo) menjadikannya perempuan yang bereksistensi dan berkarya,  melalui lagu-lagu, musik dan karya seni lainnya. Sari aktif menyanyi, bermain film, bermusik, dan dari sanalah dia membesarkan anak-anaknya secara ekonomi.

Sari merupakan putri pertama dari salah satu Personel Band Koes Plus, Yok Koeswoyo. Kehidupan kecilnya dilalui dengan pergulatan batin yang cukup keras. Ketika masih berusia 7 tahun, ia harus ditinggalkan selama lamanya oleh ibu kandungnya yang meninggal akibat kecelakaan. Selang beberapa tahun kemudian, ayahnya menikah dengan perempuan berkebangsaan Perancis. Kehidupan selanjutnya Sari kecil hidup bersama dan tinggal dengan ibu sambung. Darinya lah Sari mendapat kasih sayang, cinta kasih, dan didikan seperti bersama Ibu kandungnya sendiri.  Darinya karakter, pribadi dan kualitas diri yang melekat pada Sari Koeswoyo dibentuk.

"Semua kualitas baikku, kelakuan baikku, perilaku baikku. Semua yang baik dan benar kudapat dari perempuan ini," tutur Sari Koeswoyo kepada Blokbojonegoro.com kemarin (22/12/2018).

Selain sebagai seniman dan ibu rumah tangga, Sari banyak aktif di dunia sosial kemanusiaan. Dia pernah menjadi duta dan Relawan di beberapa gerakan sosial, seperti Relawan pencegahan Hiv Aids, relawan penanganan pasca bencana Gempa Palu dsb. 

"Menjadi sebaik-baik perempuan yang terus berkomitmen untuk bertanggung jawab sebaik-baiknya, sebagai Ibu bagi anak-anak, dan pelayan bagi masyarakat," tegas dia.

Menurut Sari, kualitas anak-anak bangsa bergantung pada perempuan dan ibu-ibu yang hebat. Di 22 Desember kali ini, Sari berpesan kepada anak-anak untuk mengabdi kepada Ibunya dengan sebaik-baiknya untuk membalas jasa perempuan yang telah mendidik dan merawat dengan sabar. Salah satu caranya bisa dengan terus belajar dengan giat dan mengejar cita-citanya, agar ibunya kelak juga bangga.

Ibu identik dengan perempuan, dan peran perempuan sangat penting dalam mewujudkan kemajuan bangsa. Sari berpesan untuk perempuan-perempuan Indonesia, untuk terus konsisten berperan sebaik-baiknya bagi keluarga. Juga sebagai pembentuk karakter terbaik generasi bangsa, melahirkan generasi berbudi pekerti luhur dan bermoral tinggi. Harus juga aktif mengisi pembangunan dengan perannya. Ia mengajak para kaum perempuan untuk ikut serta berjuang bersama menyumbangkan akal dan pikiranya untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kiprah Perempuan bisa dimulai dari keluarganya, mendidik dan membangun karakter anak-anaknya, Selain itu perempuan juga harus mulai mengambil bagian dalam perubahan bangsa melalui karya dan kerjanya, mandiri secara ekonomi, berkepribadian, ibu-ibu Indonesia harus menjadi wanita hebat. sudah saatnya perempuan menjadi bagian dari Agen Of Change untuk Indonesia," ajak Sari.

Masih menurut  Sari, saat ini telah banyak perempuan membuktikan kualitasnya, menjadi pengusaha sukses, melahirkan karya-karya besar, menjadi pemimpin dan politisi yang berkompeten, Ia mencontohkan banyak kepala daerah, pejabat negara, pejuang sosial dan menteri di Negeri ini yang berhasil membawa kemajuan.

"Banyak perempuan yang menjadi pemimpin, dan berhasil," ungkapnya.  [top/ito]

Tag : Sari, koeswoyo

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Wednesday, 07 August 2019 15:00

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten Sebanyak 29 wartawan telah bekerja keras melewati Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-27 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, yang bekerjasama dengan SKK Migas dan KKKS. Selama dua hari 6-7...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Friday, 23 August 2019 14:00

    Petani Tembakau Balenrejo Mulai Panen

    Petani Tembakau Balenrejo Mulai Panen Musim ini para petani tembakau Desa Balenrejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro tengah panen tembakau. Hanya sebagian petani yang menanam komoditas bahan utama rokok ini, alhasil harganya pun relatif mahal...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat