20:20 . 15 Atlet Akan Perkuat Tim Basket Bojonegoro pada Porprov 2019   |   19:00 . IB Gratis Solusi Stabilkan Ketersedian Sapi   |   18:00 . Tim PPKD Diusulkan, SK Bupati Belum Turun   |   17:00 . Palang Pintu Rel Kereta Bisa Dibangun, Jika...   |   16:00 . Penerima Kartu Pedagang Produktif Harus Terverifikasi   |   15:00 . Komisi A DPRD Rapat Kerja dengan Bawaslu Bojonegoro   |   14:00 . KBM IAI Sunan Giri Galang Dana untuk Korban Bencana   |   13:00 . Target KPP 2019 Sebanyak 5.000 Kartu   |   12:00 . Bupati Anna: KPP Bisa Memudahkan Akses Para Pedagang   |   11:00 . Ratusan Pedagang Hadiri Launching Kartu Pedagang Produktif   |   10:00 . Geser Rokan, Produksi Minyak Blok Cepu Tertinggi di RI   |   09:00 . Inilah Tiga Item Anggaran Diselewengkan   |   08:00 . Minim Sarpras dan Siswa, 2 SMA Gabung Sekolah Lain   |   07:00 . Konsumsi "Obat Kuat" Pria Berisiko Ganggu Penglihatan   |   06:00 . Setiap Tahun Tanah Bojonegoro Bergeser 3,3 Milimeter   |  
Wed, 16 January 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 23 December 2018 13:00

Gapoktan di Kepohbaru Tanam Padi Pakai Rice Transplanter

Gapoktan di Kepohbaru Tanam Padi Pakai Rice Transplanter

Oleh: Iskak Riyanto*

blokBojonegoro.com - Salah satu problema usaha tani sekarang adalah berkurangnya tenaga kerja pertanian. Jumlah petani semakin berkurang. Sementara anak-anak muda jarang yang bercita-cita menjadi petani.  Agar tahapan tanam padi/tandur tidak lambat dan serempak petani di Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan) Bumiarto desa Krangkong, Kecamatan Kepohbaru menggunakan alat menanam padi dengan mesin yang disebut Rice Transplanter. Dengan menggunakan Alat mesin pertanian (Alsintan) ini tandur cepat dan lebih hemat biaya.

"Rice Transplanter ini sangat membantu petani, bisa menghemat biaya 30% dari biaya persemaian sampai penanaman. Satu hektar hanya memerlukan tenaga kerja dua orang dengan waktu 4-6 jam sesuai kemahiran operator", kata Ketua Gapoktan desa setempat, Agung, Minggu (23/12/2018).

Dengan Rice Transplanter biaya produksi kususnya ditanam/tandur lebih hemat. Bila manual memerlukan 40 orang  dalam satu hektar. Juga tidak perlu ada persemaian di sawah dan cabut bibit/daut. Ini salah satu solusi Kementan untuk mengisi kekurangan tenaga kerja kususny regu tanam. Dengan tandur yang serempak bisa untuk mengendalikan hama dan penyakit padi. Selain itu produksi gabah agar tetap terjaga secara kontinyu.

"Ada 80% keberhasilan penanaman dengan alat ini dari persemaian dan 20% dari pengolahan tanah. Gapoktan kami juga melayani  persemaian bila ada petani yang membutuhkan sekalian penanamanya dengan sistem borongan," tambahnya. [ito]

*Penulis adalah PPL Disperta Bojonegoro.

Tag : petani, tanam, padi, rice transplanter, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Thursday, 03 January 2019 16:30

    Raker BMG 2019

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT Dalam rangka menjalankan roda perusahaan di bawah naungan Blok Media Grup (BMG) dengan semangat mengawali tahun 2019 ini, ada penyegaran yang dilakukan pada anak-anak perusahaan BMG, termasuk dalam redaksi blokBojonegoro.com...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 24 October 2018 09:00

    LoKer dan Iklan Baris di bB

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi Untuk mengakomodir permintaan dari masyarakat luas, terutama pembaca setia blokBojonegoro.com, redaksi menyediakan kanal khusus untuk informasi lowongan kerja (LoKer) dan iklan baris....

    read more