16:00 . 17 Group Drumband se Dander Turut Meriahkan HUT RI ke 74   |   15:00 . Dua Kepala OPD Masuk Masa Pensiun, Kekosongan Kursi Bakal Bertambah?   |   14:00 . Kesulitan Ajukan Pengisian Kepala OPD, BKPP Tunggu Sekda Baru   |   13:00 . Buruh Kupas Ketela, Pekerjaan Sampingan Menambah Pundi Rupiah   |   12:00 . Mariono Masuk Daftar Top Skor Liga 3 Jatim   |   11:00 . Wujud Syukur, Jalin Silaturahim   |   10:00 . Warganet Ramai-Ramai Puji Penari Thengul   |   09:00 . Rampungkan Pemberkasan, Kejari Resmi Perpanjang Masa Tahanan SH   |   08:00 . Bojonegoro Sapa Dunia dengan Thengul   |   07:00 . Berbagai Penyebab dan Faktor Risiko Terbentuknya Batu Empedu   |   23:00 . Jan Ethes Gemesin Ikut Presiden Jokowi Upacara HUT ke 74 RI   |   22:00 . Pelatihan Kepemimpinan Active Citizens di Padepokan ASA   |   21:00 . Pekerja Proyek Gas JTB Ikuti Upacara Bendera   |   20:00 . Wow....! Tari Thengul Tampil di Istana Negara   |   19:00 . Unik, Warga Klangon Dirikan Gapura Bentuk Garuda Raksasa   |  
Sun, 18 August 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 23 December 2018 13:00

Gapoktan di Kepohbaru Tanam Padi Pakai Rice Transplanter

Gapoktan di Kepohbaru Tanam Padi Pakai Rice Transplanter

Oleh: Iskak Riyanto*

blokBojonegoro.com - Salah satu problema usaha tani sekarang adalah berkurangnya tenaga kerja pertanian. Jumlah petani semakin berkurang. Sementara anak-anak muda jarang yang bercita-cita menjadi petani.  Agar tahapan tanam padi/tandur tidak lambat dan serempak petani di Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan) Bumiarto desa Krangkong, Kecamatan Kepohbaru menggunakan alat menanam padi dengan mesin yang disebut Rice Transplanter. Dengan menggunakan Alat mesin pertanian (Alsintan) ini tandur cepat dan lebih hemat biaya.

"Rice Transplanter ini sangat membantu petani, bisa menghemat biaya 30% dari biaya persemaian sampai penanaman. Satu hektar hanya memerlukan tenaga kerja dua orang dengan waktu 4-6 jam sesuai kemahiran operator", kata Ketua Gapoktan desa setempat, Agung, Minggu (23/12/2018).

Dengan Rice Transplanter biaya produksi kususnya ditanam/tandur lebih hemat. Bila manual memerlukan 40 orang  dalam satu hektar. Juga tidak perlu ada persemaian di sawah dan cabut bibit/daut. Ini salah satu solusi Kementan untuk mengisi kekurangan tenaga kerja kususny regu tanam. Dengan tandur yang serempak bisa untuk mengendalikan hama dan penyakit padi. Selain itu produksi gabah agar tetap terjaga secara kontinyu.

"Ada 80% keberhasilan penanaman dengan alat ini dari persemaian dan 20% dari pengolahan tanah. Gapoktan kami juga melayani  persemaian bila ada petani yang membutuhkan sekalian penanamanya dengan sistem borongan," tambahnya. [ito]

*Penulis adalah PPL Disperta Bojonegoro.

Tag : petani, tanam, padi, rice transplanter, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Wednesday, 07 August 2019 15:00

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten Sebanyak 29 wartawan telah bekerja keras melewati Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-27 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, yang bekerjasama dengan SKK Migas dan KKKS. Selama dua hari 6-7...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 13 August 2019 08:00

    Teladani Auliya, Jemaah Tahli Ziarah dan Wisata Religi

    Teladani  Auliya, Jemaah Tahli Ziarah dan Wisata Religi Demi memperkuat spiritual keagamaan dan meneladani perjuangan para waliyullah, sekaligus menyambut Kemerdekaan RI-47, jemaah tahlil Dukuh Ngantulan, RT.19/RW.03, Desa Bulu, Kecamatan Balen, mengadakan ziarah ke makam auliya. Selain itu dalam...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat