08:00 . Persibo Bojonegoro Tunggu Kabar Baik dari Asprov PSSI   |   07:00 . Haruskah Berolahraga Saat Sedang Menstruasi?   |   23:30 . 28 Warga Dapat Penghargaan, 3 Kecamatan Ini Pemenang Gunungan Terbaik   |   23:00 . Kembang Api Malam Puncak Hari Jadi Bojonegoro   |   22:00 . Merinding, Suporter Bernyanyi Pasca Tandang Persibo Vs PSG   |   21:30 . Meriah,Malam Grebek Berkah di Alun-alun Bojonegoro   |   21:00 . Tumpah Ruah di Grebek Berkah   |   20:30 . Parkir Dadakan di Jalan Kota   |   20:00 . Penuh Sesak di Alun-alun   |   19:00 . Car Free Night (CFN) di Seputar Alun-alun   |   18:00 . Tahan Imbang PSG 1-1, Persibo Kokoh di Puncak Klasemen   |   17:30 . Ritual Tari Waranggono   |   17:00 . 45 Pelari Arak Api Abadi Menuju Pendopo Bojonegoro   |   16:30 . Prosesi Pengambilan Api Abadi   |   16:00 . Begini Prosesi Pengambilan Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro   |  
Sun, 20 October 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 26 December 2018 20:00

Pro Kontra Keberadaan Combine Harvester

Komisi B Anggap Bisa Percepat Masa Tanam

Komisi B Anggap Bisa Percepat Masa Tanam

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Keberadaan mesin panen padi (Combine Harvester) dianggap menggusur tenaga manusia saat musim panen padi tiba. Pasalnya, mesin panen padi tersebut tidak terlalu banyak membutuhkan tenanga manusia.

Namun, Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri, beranggapan berbeda. Pasalnya, Combine Harvester masih membutuhkan tenaga manusia, meskipun hanya sedikit. Di Combien Harvester 3 orang dan 5 orang pengangkut, total ada 8 orang.

Jika dibandingkan dengan tenaga manusia, jauh berbeda. Sebab, sekali panen jasa tenaga manusia cukup banyak. Sekitar 20 an orang. Nah, jika dibandingkan dengan mesin panen padi tersebut, jumlah tenaga manusia selisihnya cukup banyak.

Menurut Lasuri, memang itu bagian dari perkembangan tehnologi pertanian. Untuk memberikan solusi terhadap berkurangnya para pemuda yang mulai tidak suka menjadi petani. "Ini adalah perkembangan teknologi," katanya.

Memang saat ini, lanjut dia, tentu adanya Combien Harvester tersebut seolah-olah menggerus tenaga manusia. Tetapi, kalau diperhatikan seksama, per combien itu juga masih membutuhkan tenaga manusia sekitar 6 orang.

"Bahkan bisa sampai 8 orang, di combien 3 orang 5 orang pengangkut," ujarnya.

Positifnya, mempercepat proses produksi sehingga masa tanam selanjutnya bisa dipercepat. Kalau dikerjakan dengan manual, maka 1 hektare bisa seleai 2 hari. Namun, kalau menggunakan combien, 3 hektare bisa selesai sehari.

"Sehingga, bisa cepat selesai masa panennya," pungkasnya.

Sebelumnya, mesin panen padi (Combine Harvester) turun ke sawah milik petani Desa Sarangan, Kecamatan Kanor Bojonegoro, Rabu (26/12/2018). Keberadaan mesin itu dianggap menggeser tenaga manusia. [yud/lis]

Tag : kombi, mesin, panen, petani

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 16 October 2019 09:00

    Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT

    Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT Untuk melancarkan mobilitas petani khususnya saat membawa benih, pupuk, dan hasil pertanian, Dinas Pertanian Bojonegoro membantu jalan usaha tani (JUT) kepada kelompok tani Tani Makmur I, Dukuh Mulung, Desa Ngrandu,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat