12:00 . 3 Reaktif Rapid Test Pasar Kedungadem, Sugihwaras dan Ngraho   |   11:00 . Bupati Ana Pantau Langsung Rapid Test di Pasar   |   10:00 . Lagi, Pedagang 3 Pasar Tradisonal di Rapid Test   |   09:00 . Mantabkan Ketahanan Pangan, Kodim Bojonegoro Tanam Padi Perdana di lahan Demplot   |   08:00 . Ular Sanca Besar Hebohkan Warga   |   07:00 . Tips buat yang Mulai Tertarik Berkebun di Rumah demi Ketahanan Pangan   |   21:00 . New Normal untuk Pesantren, Begini Kata Wagub Emil   |   20:00 . Merekatkan Persatuan Bangsa, Polisi Kawal Kampung Siaga   |   19:45 . Wagub Jatim Halal Bi Halal dengan AMSI Jatim   |   19:30 . Tambahan 1 Orang Positif Covid-19 dari ODP   |   19:15 . Via Vidcon, Wagub Emil Halal Bi Halal dengan AMSI Jatim   |   19:00 . Mahasiswa ini Kuliah Sambil Berwirausaha Bisnis Camilan Kurma Selimut   |   18:00 . Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim Apresiasi Penanganan Covid-19 di Bojonegoro   |   17:00 . Meski Kecewa Batal Berangkat, Calon Haji Pasrah   |   16:00 . Bupati Ngopdar Bersama Pemuda Bojonegoro   |  
Sat, 06 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 26 December 2018 20:00

Pro Kontra Keberadaan Combine Harvester

Komisi B Anggap Bisa Percepat Masa Tanam

Komisi B Anggap Bisa Percepat Masa Tanam

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Keberadaan mesin panen padi (Combine Harvester) dianggap menggusur tenaga manusia saat musim panen padi tiba. Pasalnya, mesin panen padi tersebut tidak terlalu banyak membutuhkan tenanga manusia.

Namun, Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri, beranggapan berbeda. Pasalnya, Combine Harvester masih membutuhkan tenaga manusia, meskipun hanya sedikit. Di Combien Harvester 3 orang dan 5 orang pengangkut, total ada 8 orang.

Jika dibandingkan dengan tenaga manusia, jauh berbeda. Sebab, sekali panen jasa tenaga manusia cukup banyak. Sekitar 20 an orang. Nah, jika dibandingkan dengan mesin panen padi tersebut, jumlah tenaga manusia selisihnya cukup banyak.

Menurut Lasuri, memang itu bagian dari perkembangan tehnologi pertanian. Untuk memberikan solusi terhadap berkurangnya para pemuda yang mulai tidak suka menjadi petani. "Ini adalah perkembangan teknologi," katanya.

Memang saat ini, lanjut dia, tentu adanya Combien Harvester tersebut seolah-olah menggerus tenaga manusia. Tetapi, kalau diperhatikan seksama, per combien itu juga masih membutuhkan tenaga manusia sekitar 6 orang.

"Bahkan bisa sampai 8 orang, di combien 3 orang 5 orang pengangkut," ujarnya.

Positifnya, mempercepat proses produksi sehingga masa tanam selanjutnya bisa dipercepat. Kalau dikerjakan dengan manual, maka 1 hektare bisa seleai 2 hari. Namun, kalau menggunakan combien, 3 hektare bisa selesai sehari.

"Sehingga, bisa cepat selesai masa panennya," pungkasnya.

Sebelumnya, mesin panen padi (Combine Harvester) turun ke sawah milik petani Desa Sarangan, Kecamatan Kanor Bojonegoro, Rabu (26/12/2018). Keberadaan mesin itu dianggap menggeser tenaga manusia. [yud/lis]

Tag : kombi, mesin, panen, petani


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat