18:00 . Ali Fauzi: Terorisme Bukan Hanya Terlihat dari Penampilan Fisik   |   17:00 . Pohon yang Ditebang, Akan Diganti dengan Jenis ini   |   16:00 . KIA di Bojonegoro Masih Tercetak 40 Persen   |   15:00 . Sering Nonton Film Porno, Kakek di Sukosewu Cabuli Anak 8 Tahun   |   14:00 . Siswa SMPLB Putra Harapan Raih Juara Pertama di Peparpenas 2019   |   13:00 . Pentingnya 3 Pilar di Era 4.0   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ajukan UMK 2020 Sebesar Rp 2.016.720   |   11:00 . Mendorong Generasi Muda Menjadi Energi Penggerak Bangsa   |   10:00 . Awal Pekan, Harga Logam Mulia Naik Rp 1.000 per Gram   |   09:00 . Instalasi Unik, Bikin Pengunjung Geleng-Geleng   |   08:00 . Diduga Akibat Bediang, Rumah di Ngrejeng Terbakar   |   07:00 . Susu dan Makanan yang Harus Dihindari Sebelum Berolahraga   |   18:00 . Pergantian Antar Waktu DKR Kecamatan Kanor Resmi Dilantik   |   17:00 . Layanan Solar di Jawa Timur, Pertamina Pastikan Tersedia   |   16:00 . Usaha Keras Potong Pohon yang Tua   |  
Mon, 18 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 29 December 2018 22:00

Festival Bengawan 2018

Pengunjung Gayeng Ikuti Diskusi Bengawan dan Lingkungan

Pengunjung Gayeng Ikuti Diskusi Bengawan dan Lingkungan

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Masyarakat Kabupaten Bojonegoro, tampak antusias dalam mengikuti diskusi 'Sarasehan Bengawan dan Lingkungan' di Lapangan Sale, Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Sabtu (29/12/2018) malam.

Saat diskusi Sarasehan Bengawan dan Lingkungan, meskipun malam hari, para pengunjung mulai dari anaka-anak, pemuda hingga orang tua gayeng dalam diskusi tersebut.

Salah satu warga Desa Sukoharjo, Yani Ana mengatakan, ia menyempatkan waktu untuk menghadiri dalam diskusi 'Sarasehan Bengawan dan Lingkungan' karena menurutnya penting bagi dirinya.

"Penting sekali, karena mendiskusikan bagaimana menjaga Bengawan Solo ini," kata wanita 35 tahun itu kepada blokBojonegoro.com di lokasi.

Menurutnya, menjaga bengawan sangat penting. Sebab, jika tidak dijaga lingkungan bengawan, maka, bengawan akan terlihat kumuh dari beragam tumpukan sampah.

"Bertukar pikiran dengan narasumber saat diskusi," imbuhnya.

Sementara itu, warga desa setempat lainnya, Ahmad Arif mengaku menikmati diskusi dalam 'Sarasehan Bengawan dan Lingkungan'. Pasalnya, banyak input yang ia dapat.

"Banyak ilmu yang bisa didapat, terkait bagaimana menjaga bengawan dan lingkungan," imbuhnya. [yud/ito]

Tag : Festival, bengawan, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat