06:00 . Khotmil Quran Mahasiswa Kesehatan   |   05:00 . Pondok Jurnalistik Bersama LPM Kampus Ungu   |   21:00 . Relawan Cinta NKRl Kutuk Petualang Politik Rongrong Wibawa Pemerintah   |   20:00 . Selangkah Lagi 5 Komisioner KPU Ditentukan   |   19:00 . Lansia Dapat Rp2 Juta Setahun, Ini Kata Gubernur Jatim   |   18:00 . Ngaji Bareng Ahlussunah Wal Jamaah PAC IPNU-IPPNU Sumberrejo   |   17:00 . 10 Hari Terakhir Ramadhan, Ada Apa? Cek Disini   |   16:00 . Perpusda Bojonegoro, Tempat Alternatif untuk Ngabuburit   |   15:00 . Gudang Kayu Jati di Balen Ludes Terbakar   |   14:00 . Hore....! WhatsApp, IG, dan FB Kembali Normal   |   13:00 . Dishub Bakal Buka Dua Rest Area di Jalur Mudik   |   12:00 . Disperinaker Pastikan Tak Ada Perusahaan Telat Berikan THR   |   11:00 . Matangkan Skema, Bojonegoro U21 Akan Lawan Pesekaba Blora   |   10:00 . Pengumuman Kelulusan SMP, Hanya Undang Orang Tua Siswa   |   09:00 . 15 Kuota Tambahan CJH Segera Lakukan Pelunasan Tahap III   |  
Sun, 26 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 01 January 2019 19:30

Tahun Baru, Momentum Gembong Singo Joyo Lestarikan Seni

Tahun Baru, Momentum Gembong Singo Joyo Lestarikan Seni

Kontributor: Sutopo

blokBojonegoro.com -  Banyak masyarakat merayakan tahun baru 2019 dengan liburan di tempat wisata. Namun, sebagian komunitas seni di Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menggelar pentas kesenian reog dan jaranan di lapangan kecamatan setempat, Selasa (1/1/2019).

Pementasan kesenian budaya Jawa ini dimeriahkan oleh grup seni "Gembong Singo Joyo" yang merupakan grup seni kecamatan setempat. Puluhan tokoh perwayangan menari dan beratraksi, bahkan ada yang kesurupan memakan bunga, kemenyan, dan beling.

Diketahui, pertunjukan seni reog dan jaranan ini mendapat antusias dari masyarakat. Terlihat ribuan masyarakat memadati lapangan dengan memutari area pementasan untuk menyaksikan pertunjukan kesenian tersebut. 

Dalam kesempatan ini, anggota Lemhamnas Urip Utomo menyampaikan dukungannya terhadap pelestarian seni di lingkungan masyarakat. Terutama petumbuhan seni di wilayah Kecamatan Kedungadem.

"Saya sangat konsen terhadap seni kebudayaan asli Indonesia. Yang jadi kebanggan saya disini adalah para pemain reog dan jaranan berlangsung turun temurun sampai tiga generasi," kata Urip.

Dikatakan, seni bisa menjadi alat perekat persatuan antar warga. Dan sekaligus menjadi penggugah cipta karsa anak-anak muda sehingga budaya warisan leluhur yang sempat diklaim negara tetangga, seperti kesenian reog dan ludruk dapat dipertahankan dan tetap menjadi hak cipta Bangsa Indonesia.

"Bahkan kesenian tersebut sempat diganti nama menjadi kesenian barongan dan drama modern oleh Negara Malaysia," tuturnya.

Ia berharap supaya anak-anak muda jangan sampai larut kedalam dunia sosial media terlalu berlebihan. Namun, mulai belajar mengenal jati diri bangsa lewat kesenian.

"Belajar kesenian sangat penting bagi generasi muda untuk mengenali jati diri bangsanya dan olah budaya dari nenek moyang sendiri. Semoga kesenian ini tetap bisa lestari dan menjadi alat pemersatu antar warga," tuturnya. [top/lis]

 

Tag : tahun baru, liburan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Friday, 24 May 2019 13:00

    Apprentice Program PEPC 2019

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak Beberapa jam lagi menjelang penutupan pendaftaran, jumlah pelamar beasiswa pendidikan diploma guna menjaring Calon Operator Proyek Jambaran-Tiung Biru yang dikelola oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC). Hingga Jumat (25/4/2019) pagi...

    read more