22:00 . Warga Wotan Antusias Sambut Bupati Saat Safari Ramadan   |   21:00 . Genap 4 Tahun, AMSI Konsisten Mewujudkan Ekosistem Digital yang Sehat   |   20:00 . Lagi, Pasangan Tak Suami Istri Terciduk Satpol PP di Kamar Kost   |   18:00 . Antisipasi Pembobolan Rekening, Polres Gelar Rakor dengan Pimpinan Bank   |   17:00 . Mancing, Cara Asyik Menanti Azan Maghrib   |   16:00 . Menjadi Kartini Inspiratif Masa Kini Melalui Empat Pilar   |   15:00 . Klaim Triwulan Pertama Tahun 2021, Santunan Korban Luka-luka Jasa Raharja Menurun   |   14:00 . Semarakkan Hari Kartini, Kopri PK Attanwir Gelar Kompetisi Fotogenik   |   13:00 . Waspada...! Lagi-lagi Ada Akun Medsos Mengatasnamakan Bupati Anna Mu'awanah   |   12:00 . Peringatan Hari Kartini, Wanita Turut Berperan Mengisi Pembangunan Bangsa   |   11:00 . Perkuat Protokol Kesehatan untuk Ramadan Lebih Aman   |   10:00 . Provinsi Prioritas PPKM Mikro Diminta Serius Dalam Pembentukan Posko   |   09:00 . Kesembuhan Covid-19 di Indonesia Terus Meningkat Mencapai 1.455.065 Orang   |   08:00 . Pemerintah Mendukung Inovasi Kesehatan Untuk Mewujudkan Kemandirian Bangsa   |   07:00 . Tingkat Ekonomi Keluarga Pengaruhi Usia Anak Terpapar Medsos, Kok Bisa?   |  
Tue, 20 April 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Serapan Beras Bulog 2018 Tak Sesuai Target, Hanya 56 Persen

blokbojonegoro.com | Wednesday, 02 January 2019 20:00

Serapan Beras Bulog 2018 Tak Sesuai Target, Hanya 56 Persen

Reporter: M.Safuan 

blokBojonegoro.com - Penyerapan beras Bulog Sub Divre III Bojonegoro tahun 2018 ini tidak memenuhi target. Hingga saat ini, serapan beras di tiga wilayah Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Lamongan hanya tercapai 41.101 ribu ton atau 56 persen dari target 76.301 ribu ton beras. 

Jumlah serapan ini juga terbilang menurun dibandingkan tahu 2017 lalu yang mencapai hingga sekitar 70.000 ton dari target pencanangan penyerapan sebesar 106 ribu ton.

"Memang serapan beras Bulog tahun ini hanya tercapai 56 persen saja," kata Wakil Kepala Bulog Sub Divre Bojonegoro M.Yandra Darajat saat ditemui blokBojonegoro.

Pria yang disapa Yandara itu menuturkan, tidak tercapainya serapan beras petani lokal diakibatkan beberapa faktor di antaranya karena harga pasar di luar lebih baik dari pada harga di Bulog.

Meski begitu stok beras di Bulog Sub Divre Bojonegoro masih ada kurang lebih sekitar 18 ribu ton, cukup hingga panen selanjutnya. Jumlah itu diperkirakan masih cukup hingga 4 bulan bila dipakai untuk Operasi Pasar (OP)

"Selain itu, stok tersebut juga dipakai untuk persediaan beras komersial sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP)," ungkapnya.

Yandra menambahkan biasanya serapan beras paling banyak saat panen raya, biasanya pada bulan April hingga Juni yakni berkisar 1500 ton per harinya.

Dalam melakukan penyerapan beras itu, Bulog Sub Divre Bojonegoro juga melibatkan puluhan mitra kerjanya. [saf/lis]

 

Tag : bulog, serapan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat