08:00 . Update Grafik Perkembangan Covid-19 di Jawa Timur dan Bojonegoro Per 3 April   |   07:00 . 6 Nasihat Terbaik untuk Sahabatmu yang Sedang Putus Cinta   |   06:00 . EMCL Berikan Alat Pencegahan Penyebaran Virus Corona   |   19:00 . Timsar Hentikan Pencarian Korban Tenggelam di Kedungbondo   |   18:00 . Sisir Sungai, Warga dan Tim SAR Cari Korban   |   17:00 . Total Ada 60 ODP dan 35 Orang Usai Pemantauan   |   16:30 . Warga Cari 2 Anak yang Tenggelam   |   16:00 . Mandi di Sungai, 2 Anak Kedungbondo Tenggelam   |   15:00 . Disperinaker Sidak Perusahaan di Bojonegoro   |   14:00 . Petugas Haji Sempat Khawatir Sepulang dari Surabaya   |   13:00 . Petugas Haji Bojonegoro yang Ikut Pelatihan di Surabaya Negatif Corona   |   12:00 . Pamit Buang Air Kecil, Warga Desa Jelu Ditemukan Gantung Diri   |   11:00 . Di Tengah Pandemi Corona, Sepasang Kekasih Diamankan di Kos   |   10:00 . Bantu Stok Darah PMI, Kodim Gelar Donor   |   09:00 . Rutin Polres Periksa Suhu Tubuh di Perbatasan   |  
Sat, 04 April 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 03 January 2019 12:00

Buntut Hibah Terancam Tak Cair

Kadisdik Enggan Beberkan Anggaran Dana Hibah

Kadisdik Enggan Beberkan Anggaran Dana Hibah *Foto doc. Humas Pemkab Bojonegoro

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bojonegoro, Hanafi, enggan membeberkan anggaran Dana Hibah dan Bansos APBD 2018 lembaga pendidikan menengah SMA/SMK/MA Swasta. Alasannya, tidak mengetahui jumlah anggarannya.

"Saya tidak tau berapa anggarannya," katanya kepada blokBojonegoro.com saat dikonfirmasi, Kamis (3/1/2019).

Padahal, Dinas Pendidikan Bojonegoro turut terlibat dalam pendataan maupun verifikasi proposal penerima Hibah 2018.

Pihaknya juga sempat merilis data jumlah penerima Bantuan Hibah dan Bantuan Sosial (Bansos) saat pertemuan dengan ratusan pengurus lembaga pendidikan di Ruang Angling Dharma Lantai 2 Pemkab Bojonegoro, Sabtu (29/12/2018) lalu.

Saat itu, dalam laporannya, Hanafi menyampaikan bahwa penerima Program Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS) ada sekitar 967 lembaga. Namun dana untuk 16 lembaga tidak bisa dicairkan.

Sedangkan, kata Hanafi, untuk Bantuan Hibah dan Bantuan Sosial bagi lembaga pendidikan tingkat SMA/MA/SMK, SMP/MTs sebanyak 29 lembaga. Rinciannya, terdiri dari tingkat SMA/MA/SMK ada 16 lembaga, dan tingkat SMP/MTs ada 13 lembaga.

Koordinator Divisi Advokasi IDfoS Indonesia, Ainun Na'im mengatakan, bahwa sebaiknya Dinas Pendidikan Bojonegoro memberikan data tersebut. Sesuai UU KIP dan konsep Pemerintahan Bojonegoro yang transparan dan akuntabel.

Bahwa dengan data yang benar dan sumber yang kredibel, kata Na'im sapaannya, maka dapat mencegah polemik di publik tentang informasi pembangunan di Bojonegoro.

"Dampak positifnya tingkat kepercayaan dan dukungan ke publik terhadap Pemkab Bojonegoro semakin baik," pungkas pria yang juga Penyuluh Anti Korupsi Pratama KPK ini. [yud/mu]

Tag : dana hibah, bansos, disdik


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 30 March 2020 12:00

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh Petani Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro berhasil menanam waluh (labu kuning) tumpangsari dengan pohon pisang di tegalannya. Suparno bisa memanen waluh muda 40 buah setiap hari, karena sayuran...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat