10:00 . Alat JTB Kedua Sampai di Jembatan Timbang Baureno   |   09:00 . Sempat Bikin Heboh, Alat Berat JTB Sampai Lokasi   |   08:00 . Desa Bondol Punya Sentra Produk Kayu Jati   |   07:00 . Tips buat Orang Tua yang Merasa Sudah Over Protektif pada Anak   |   22:00 . Cuaca Tidak Menentu Petani Ngambon Pasrah   |   21:00 . Hujan Angin, Kota Bojonegoro Berduka   |   20:00 . Para Pemuda Harus Jadi Pelopor Persatuan Bangsa   |   19:00 . 5 Gapoktan di Ngambon Terima 9 Ton Benih Jagung Hibrida   |   18:00 . Hujan Gerimis, Rumah Warga ini Disambar Petir   |   17:30 . 4 Rumah Rusak dan 18 Pohon Tumbang Saat Hujan Angin   |   17:00 . Atap Rumah di Ledok Kulon Terbang Diterjang Angin Puting Beliung   |   16:00 . Pertamina Meraih Predikat Gold di Ajang BUMN CSR Award Bali 2019   |   15:00 . Hujan Angin, Puluhan Pohon Tumbang   |   14:00 . Barokah Sinergi Lintas Komunitas, NH Resmikan TPQ Pelosok Desa   |   13:00 . Pengurangan Pupuk Tidak Pengaruhi Kebutuhan Petani Bojonegoro   |  
Sun, 08 December 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 04 January 2019 18:00

12 Madin Dipastikan Tak Dapat Bantuan

12 Madin Dipastikan Tak Dapat Bantuan

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - 12 Lembaga Madrasah Diniyah (Madin) dipastikan tak akan mendapat Bantuan Penyelenggara Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS) tahun 2018. Hal itu disebabkan karena lembaga itu masih ada beberapa kesalahan teknis, sehingga pihak Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Bojonegoro tidak bisa mencairkan bantuan.

"Awalnya ada 79 Madin yang terancam gagal cair, namun hingga akhir Desember, tinggal 12 madin setelah sebelumnya melengkapi seluruh persyaratan," ungkap Kasi Pontren, Kemenag Bojonegoro, M. Abdulloh Hafidz.

Menurut Hafidz, tidak cairnya bantuan untuk 12 Madin itu karena dinilai pihak BPKAD Bojonegoro belum memenuhi perbaikan data persyaratan yang diminta.

"Ya bersyukur dari 79 lembaga yang sebelumnya terancam tidak terima bantuan, sekarang tinggal 12 yang tidak cair," papar Hafidz saat ditemui blokBojonegoro.com.

Kemenag Bojonegoro menilai, permasalahan ini akan menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak terjadi kembali, karena bantuan itu sangat dibutuhkan untuk operasional Madin. "Oleh karenanya Kemenag bakal mengkoreksi data madin, agar kedepan semua bisa memperoleh," katanya.

Selain itu, juga akan dilakukan pendataan ulang terkait berapa jumlah madin beserta jumlah murid, agar kedepan seluruh madin bisa dapat BPPDGS ini.

"Karena bantuan tersebut untuk kesejahteraan guru maupun murid," tutup Hafidz. [saf/mu]

Tag : madin, bantuan, dana, BPPDGS


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat