22:00 . Pertegas Nasib Persibo, Curva Nord Bakal Gelar Aksi   |   21:00 . Sembuh 1 Orang, 4 Orang Terkonfirmasi Positif   |   20:00 . Tes SKB CPNS Dijadwalkan Akhir September di Sidoarjo   |   17:00 . Rapid Test, 6 Pegawai dari 5 OPD Pemkab Reaktif   |   16:00 . 896 Pegawai dari 19 OPD di Bojonegoro Ikuti Rapid Test   |   15:00 . Agustus 2020, Pemkab Hanya Keluarkan SE Pemasangan Umbul-umbul dan Bendera   |   14:00 . Tak Lakukan Daftar Ulang, Peserta Tes SKB Dipastikan Gugur   |   13:00 . Warga Margomulyo Ditemukan Meninggal di Bengawan   |   12:00 . ESJC Bakorwil Sediakan Fasilitas Internet Gratis Pembelajaran Online   |   11:00 . Hobi Crafter, Kini Sukses Tekuni Usaha Backdrop   |   07:00 . Nasihat Ahli untuk Para Jomblo Menghadapi Kesepian di Masa Pandemi   |   21:00 . Ada 2 Orang Sembuh, 3 Pasien Dinyatakan Positif   |   20:00 . Usaha Kerupuk Girut, Pelanggan Hingga Luar Daerah   |   19:00 . RUPS Pemkab dan PT SER Sepakati Direktur Baru PT ADS   |   18:00 . PMI Serahkan Bantuan untuk 15 Ponpes dan 9 Sibat Desa   |  
Thu, 06 August 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 05 January 2019 23:00

Tepat 1 Tahun Jadi Sekdes Sambongrejo, Begini Sosok Almarhum

Tepat 1 Tahun Jadi Sekdes Sambongrejo, Begini Sosok Almarhum

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Kepergian Sekretaris Desa (Sekdes) Sambongrejo, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro, almarhum Enggal Syambudi bin Samsu (25) yang meninggal dunia akibat tersengat listrik pada Senin (31/12/2018) kemarin, menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga. Pasalnya, tidak ada yang menyangka, tepat satu tahun almarhum menjadi sekdes, meninggal di usia yang masih muda.

"Di Sumberejo, Sekdes Sambongrejo dilantik paling terakhir, yakni 21 Desember 2017. Jadi tepat 1 tahun menjadi sekdes," ujar istri almarhum, Lida saat perwakilan sekdes dari berbagai kecamatan di Bojonegoro mengunjungi rumah duka, Sabtu (5/1/2019).

[Baca juga: Niat Perbaiki Boster, Sekdes Sambongrejo Meninggal Kesetrum ]

Ibu satu putra yang juga menjadi perawat di Puskesmas Sumberejo itu bercerita, sosok almarhum orangnya baik dan supel, serta pekerja keras.

Pada usia 22 dulu menikah dengan kehidupan mulai dari titik nol. Sempat kerja juga di bordir komputer, waktu itu harian terima hanya Rp 15 ribu saja. Kemudian, kerja di Probolinggo 1,5 tahun.

"Pada waktu ada seleksi perangkat desa, alhamdulillah kembali ke desa dan menjadi sekdes," terang Lida.

Saat-saat terakhir almarhum, lanjut Lida, tampak kecapekan apalagi di akhir tahun pekerjaan di desa juga banyak. Namun dirinya tidak menyangka jika suaminya meninggal dunia  seperti itu.

Pernah dia membaca berita, sekdes di Kecamatan Kalitidu meninggal dunia bersama istrinya akibat kecelakaan di depan rumah. Hal itu juga sempat membuatnya was-was, karena nasib seseorang tidak ada yang tahu.

"Setiap Mas Enggal pergi ke mana, saya biasanya minta ikut diajak," ujarnya dengan tegar.

Di rumah duka yang dikunjungi oleh perwakilan sekdes dari Kecamatan Kota, Ngasem, Kapas, Sumberejo, Kanor, Kedungadem, Baureno dan sekitarnya itu, istri almarhum mohon maaf apabila semasa hidup, ada perbuatan maupun perkataan yang tidak berkenan di hati semua teman-teman perangkat desa.

Terpisah, Sekdes Jatigede, Kecamatan Sumberejo, Edy Eko Cahyono kepada blokBojonegoro.com bercerita, sosok almarhum termasuk cerdas dan pekerja keras.

Rumah almarhum yang berjarak sekitar 100 meter dari balai desa, kata Edy, tak membuatnya malas. Justru, perangkat desa yang datang paling awal dan pulang terakhir.

"Bahkan, saat lembur istrinya mengirimkan makanan untuknya," kenang Edy.

Tanda-tanda akan kepergian almarhum, kata Edy, sudah muncul sejak beberapa hari sebelumnya. Yakni, almarhum mengaku sudah tidak mau lagi menyairkan dana di bank. Selain itu, sempat juga bilang mau beli seragam baru.

"Terakhir, dia memberikan kabar tidak ingin diganggu. Ingin tidur, mengunci kamar dan handphone akan dimatikan" papar Edy.

Kepergian almarhum sangat dirasakan Edy. Bahkan, saat dirinya bertugas atau apel di kecamatan, serasa ada yang kurang.

Edy menilai, selama menjadi sekdes, almarhum sangat berperan di desa. Termasuk, pada awal-awal mejabat, nama almarhum sering dipanggil karena keterlambatan pelaporan.

"Mas Enggal orangnya mau belajar. Tidak butuh waktu lama, masalah administrasi bisa diatasi dan tak pernah lagi terlambat," pungkasnya. [ito/lis]

Tag : sekdes, sambongrejo, sumberejo, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 20 July 2020 23:00

    Ultah 9 Tahun blokBojonegoro.com

    Inilah Juara Video Pendek New Normal

    Inilah Juara Video Pendek New Normal Sebanyak 50 video telah naik di saluran youtube blokBojonegoroTV sebagai peserta lomba video pendek dalam rangka 9 tahun blokBojonegoro.com....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 16 June 2020 19:00

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat