17:00 . Al-Quran Obat Segala Penyakit   |   16:30 . Kick Off 27 Juli, Persibo Jumpa PSM Madiun   |   16:00 . Pastikan Ikut Kompetisi, Bojonegoro FC Seleki Setelah Lebaran   |   15:00 . Polres Bojonegoro Sidak di Pasar Kota   |   14:00 . Banyak Reseller Geliat Pakaian Bekas di Bojonegoro   |   13:00 . Bulan Mei: Hari Buku dan Kebangkitan Pendidikan di Bojonegoro dan Tuban   |   12:00 . 403 Bakal Calon Kepala Desa Berebut Kursi   |   10:00 . Kapolres: Tidak Ada Warga yang Berangkat ke Jakarta   |   09:00 . Kejar Target Drilling 2019, Pertamina EP Cepu Lakukan Sinergi dengan PDSI   |   08:00 . BEDUK, Cara Pertamina Berbagi Bareng UKM, Komunitas dan Hiswana Migas   |   07:00 . Selain Makanan, Ini Faktor yang Pengaruhi Pencernaan   |   23:00 . Dua Warga Bojonegoro Terima Santunan dan Piagam Penghargaan dari Gubernur   |   22:30 . 2 Warga Bojonegoro Terima Santunan dari Gubernur   |   22:00 . Jelang Mudik, Kapolres Cek Jalan Nasional   |   21:00 . Kuwalahan Layani Pesanan, Industri Rumahan Rekrut IRT Tiap Ramadan   |  
Tue, 21 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 05 January 2019 23:00

Tepat 1 Tahun Jadi Sekdes Sambongrejo, Begini Sosok Almarhum

Tepat 1 Tahun Jadi Sekdes Sambongrejo, Begini Sosok Almarhum

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Kepergian Sekretaris Desa (Sekdes) Sambongrejo, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro, almarhum Enggal Syambudi bin Samsu (25) yang meninggal dunia akibat tersengat listrik pada Senin (31/12/2018) kemarin, menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga. Pasalnya, tidak ada yang menyangka, tepat satu tahun almarhum menjadi sekdes, meninggal di usia yang masih muda.

"Di Sumberejo, Sekdes Sambongrejo dilantik paling terakhir, yakni 21 Desember 2017. Jadi tepat 1 tahun menjadi sekdes," ujar istri almarhum, Lida saat perwakilan sekdes dari berbagai kecamatan di Bojonegoro mengunjungi rumah duka, Sabtu (5/1/2019).

[Baca juga: Niat Perbaiki Boster, Sekdes Sambongrejo Meninggal Kesetrum ]

Ibu satu putra yang juga menjadi perawat di Puskesmas Sumberejo itu bercerita, sosok almarhum orangnya baik dan supel, serta pekerja keras.

Pada usia 22 dulu menikah dengan kehidupan mulai dari titik nol. Sempat kerja juga di bordir komputer, waktu itu harian terima hanya Rp 15 ribu saja. Kemudian, kerja di Probolinggo 1,5 tahun.

"Pada waktu ada seleksi perangkat desa, alhamdulillah kembali ke desa dan menjadi sekdes," terang Lida.

Saat-saat terakhir almarhum, lanjut Lida, tampak kecapekan apalagi di akhir tahun pekerjaan di desa juga banyak. Namun dirinya tidak menyangka jika suaminya meninggal dunia  seperti itu.

Pernah dia membaca berita, sekdes di Kecamatan Kalitidu meninggal dunia bersama istrinya akibat kecelakaan di depan rumah. Hal itu juga sempat membuatnya was-was, karena nasib seseorang tidak ada yang tahu.

"Setiap Mas Enggal pergi ke mana, saya biasanya minta ikut diajak," ujarnya dengan tegar.

Di rumah duka yang dikunjungi oleh perwakilan sekdes dari Kecamatan Kota, Ngasem, Kapas, Sumberejo, Kanor, Kedungadem, Baureno dan sekitarnya itu, istri almarhum mohon maaf apabila semasa hidup, ada perbuatan maupun perkataan yang tidak berkenan di hati semua teman-teman perangkat desa.

Terpisah, Sekdes Jatigede, Kecamatan Sumberejo, Edy Eko Cahyono kepada blokBojonegoro.com bercerita, sosok almarhum termasuk cerdas dan pekerja keras.

Rumah almarhum yang berjarak sekitar 100 meter dari balai desa, kata Edy, tak membuatnya malas. Justru, perangkat desa yang datang paling awal dan pulang terakhir.

"Bahkan, saat lembur istrinya mengirimkan makanan untuknya," kenang Edy.

Tanda-tanda akan kepergian almarhum, kata Edy, sudah muncul sejak beberapa hari sebelumnya. Yakni, almarhum mengaku sudah tidak mau lagi menyairkan dana di bank. Selain itu, sempat juga bilang mau beli seragam baru.

"Terakhir, dia memberikan kabar tidak ingin diganggu. Ingin tidur, mengunci kamar dan handphone akan dimatikan" papar Edy.

Kepergian almarhum sangat dirasakan Edy. Bahkan, saat dirinya bertugas atau apel di kecamatan, serasa ada yang kurang.

Edy menilai, selama menjadi sekdes, almarhum sangat berperan di desa. Termasuk, pada awal-awal mejabat, nama almarhum sering dipanggil karena keterlambatan pelaporan.

"Mas Enggal orangnya mau belajar. Tidak butuh waktu lama, masalah administrasi bisa diatasi dan tak pernah lagi terlambat," pungkasnya. [ito/lis]

Tag : sekdes, sambongrejo, sumberejo, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat