21:00 . Nakes dan ASN Meninggal, Masih Bandel Langgar Protokol Kesehatan ?   |   20:00 . 6 Orang Sembuh, Tambahan 4 Positif Covid-19 di Bojonegoro   |   19:00 . Ditarget Selesai Akhir Tahun, Pembangunan Pasar Banjarejo Capai 55 Persen   |   18:00 . Bahagia, Seribuan Sertifikat Hak Tanah Diterima Warga Sarirejo   |   17:00 . Di Bawah Etalase Bengkel, Ular 1.5 Meter Berhasil Dievakuasi Damkar   |   16:00 . 1 ASN Meninggal Karena Covid-19, Pemkab Akan Terapkan Work From Home   |   15:00 . Sebelum Menyesal Ingat Ini   |   14:00 . Ajak Masyarakat Disiplin Protokol Kesehatan, Moeldoko Kenakan Kaos ini...   |   13:00 . 56 Personel Kodim Bojonegoro Naik Pangkat   |   12:00 . Ayo Ikut Kompetisi PFMuda Pertamina Foundation   |   11:30 . Ingat Pesan Ibu, 3M   |   11:00 . Rayakan Ultah Ke-20 Biznet Tawarkan Promo dan Bonus Menarik   |   10:00 . VF: Alhamdulillah Saya Sembuh dari Covid-19   |   09:00 . Cerita Pasien Saat Terkonfirmasi Positif Covid   |   08:00 . 294 Tambahan Baru di Jatim, Pasien Sembuh Covid-19 meningkat 350 Orang   |  
Thu, 01 October 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 08 January 2019 13:00

Air di Waduk Pacal Belum Maksimal Aliri Lahan Pertanian

Air di Waduk Pacal Belum Maksimal Aliri Lahan Pertanian

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Meski beberapa kali hujan melanda di Kabupaten Bojonegoro, namun, volume air yang ada di Waduk Pacal di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Bojonegoro, Jawa Timur, dirasa masih belum bisa memenuhi kebutuhan air untuk mengairi tanaman padi di sepanjang daerah irigasi.

Pasalnya, ketinggian air di Waduk Pacal masih 109.5 meter, atau dengan kata lain daya tampung air masih sebesar 7 juta meter kubik. Dengan jumlah daya tampung dengan itu, terbagi untuk pemeliharaan waduk 1.2 juta meter kubik dan untuk pemanfaatan pengairan persawahan milik petani sebesar 6 juta meter kubik.

Menurut Kabid Normalisasi Kali, Dinas Pekerjaan Umum dan Sumberdaya Air, Bojonegoro, Masahid mengungkapkan, meski air Waduk Pacal sudah mengalami peningkatan, namun ketersediaan itu masih kurang dan belum bisa memenuhi kebutuhan untuk pengairan lahan pertanian.

"Meski sudah ada air, ketersediaan air di waduk belum maksimal," ucapnya kepada blokBojonegoro.com.

Masahid menambahkan, untuk membantu pengairan sawah, yakni sebanyak 6 meter kubik, dan pintu air waduk dibuka, dari total itu, nantinya bisa mencukupi pengairan sawah petani hingga 15 hingga 21 hari.

Dengan belum terpenuhinya air waduk itu, beberapa areal persawahan petani yang ada di bawah yakni sekitar area persawahan Kecamatan Sumberrejo dan Balen harus menunda masa tanamnya.

"Pastinya petani di sekitar aliran irigasi pengairan waduk waktu tanamnya mundur," tandas Masahid. [saf/ito]

Tag : air, waduk, pacal, bojonegoro, pertanian


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 20:00

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023 Asosiasi Media Siber Indonesa (AMSI) kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada Wensesleus Manggut (Pemred Merdeka.com), sebagai Ketua Umum dan Wahyu Dhyatmika/Komang (Pemred Tempo), sebagai Sekretaris Jenderal periode 2020-2023 pada kongres kedua...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat