15:00 . Klaim Triwulan Pertama Tahun 2021, Santunan Korban Luka-luka Jasa Raharja Menurun   |   14:00 . Semarakkan Hari Kartini, Kopri PK Attanwir Gelar Kompetisi Fotogenik   |   13:00 . Waspada...! Lagi-lagi Ada Akun Medsos Mengatasnamakan Bupati Anna Mu'awanah   |   12:00 . Peringatan Hari Kartini, Wanita Turut Berperan Mengisi Pembangunan Bangsa   |   11:00 . Perkuat Protokol Kesehatan untuk Ramadan Lebih Aman   |   10:00 . Provinsi Prioritas PPKM Mikro Diminta Serius Dalam Pembentukan Posko   |   09:00 . Kesembuhan Covid-19 di Indonesia Terus Meningkat Mencapai 1.455.065 Orang   |   08:00 . Pemerintah Mendukung Inovasi Kesehatan Untuk Mewujudkan Kemandirian Bangsa   |   07:00 . Tingkat Ekonomi Keluarga Pengaruhi Usia Anak Terpapar Medsos, Kok Bisa?   |   05:00 . 3 Pasien Sembuh, 1 Tambahan Kasus Baru dan 1 Pasien Meninggal   |   15:00 . Sanggar Literasi Oktian Dikunjungi Kepala Bakesbangpol   |   13:00 . Tanaman Porang Mulai Menjadi Primadona di Bojonegoro   |   12:00 . Larangan Mudik, Dishub Rencanakan Penyekatan   |   09:00 . Rayon Ashabul Harokah At- Tanwir Peringati Harlah PMII dengan Bagi Takjil   |   08:00 . Memancing, Warga Sumbergede Maninggal Tenggelam   |  
Mon, 19 April 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Air di Waduk Pacal Belum Maksimal Aliri Lahan Pertanian

blokbojonegoro.com | Tuesday, 08 January 2019 13:00

Air di Waduk Pacal Belum Maksimal Aliri Lahan Pertanian

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Meski beberapa kali hujan melanda di Kabupaten Bojonegoro, namun, volume air yang ada di Waduk Pacal di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Bojonegoro, Jawa Timur, dirasa masih belum bisa memenuhi kebutuhan air untuk mengairi tanaman padi di sepanjang daerah irigasi.

Pasalnya, ketinggian air di Waduk Pacal masih 109.5 meter, atau dengan kata lain daya tampung air masih sebesar 7 juta meter kubik. Dengan jumlah daya tampung dengan itu, terbagi untuk pemeliharaan waduk 1.2 juta meter kubik dan untuk pemanfaatan pengairan persawahan milik petani sebesar 6 juta meter kubik.

Menurut Kabid Normalisasi Kali, Dinas Pekerjaan Umum dan Sumberdaya Air, Bojonegoro, Masahid mengungkapkan, meski air Waduk Pacal sudah mengalami peningkatan, namun ketersediaan itu masih kurang dan belum bisa memenuhi kebutuhan untuk pengairan lahan pertanian.

"Meski sudah ada air, ketersediaan air di waduk belum maksimal," ucapnya kepada blokBojonegoro.com.

Masahid menambahkan, untuk membantu pengairan sawah, yakni sebanyak 6 meter kubik, dan pintu air waduk dibuka, dari total itu, nantinya bisa mencukupi pengairan sawah petani hingga 15 hingga 21 hari.

Dengan belum terpenuhinya air waduk itu, beberapa areal persawahan petani yang ada di bawah yakni sekitar area persawahan Kecamatan Sumberrejo dan Balen harus menunda masa tanamnya.

"Pastinya petani di sekitar aliran irigasi pengairan waduk waktu tanamnya mundur," tandas Masahid. [saf/ito]

Tag : air, waduk, pacal, bojonegoro, pertanian


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat