07:00 . Selain Makanan, Ini Faktor yang Pengaruhi Pencernaan   |   23:00 . Dua Warga Bojonegoro Terima Santunan dan Piagam Penghargaan dari Gubernur   |   22:30 . 2 Warga Bojonegoro Terima Santunan dari Gubernur   |   22:00 . Jelang Mudik, Kapolres Cek Jalan Nasional   |   21:00 . Kuwalahan Layani Pesanan, Industri Rumahan Rekrut IRT Tiap Ramadan   |   20:00 . Pilkades Pomahan Terancam Ditunda?   |   19:00 . Cipayung Bojonegoro Gelar Aksi Tolak People Power   |   18:00 . Per Nasabah Dijatah Rp18,7 Juta, BNI Sediakan 50 Antrean Setiap Hari   |   17:00 . Sebab Ini, Kita Bisa Didampingi Malaikat Rohmat   |   16:00 . Tradisi Ramadan, Jalan KH M Rosyid Layaknya Pasar Tumpah   |   15:30 . Sidak DLH, Minta Manajemen Koperasi Kareb Perbaiki AMDAL   |   15:00 . Jajanan Khas Kampung Ini Tembus Pasaran Luar Kota   |   13:00 . H-10 Pengerjaan dan Material Proyek Jalan Nasional Sudah Bersih   |   12:00 . Kapolres Cek Jalan Nasional Jelang Arus Mudik Lebaran   |   11:00 . Pengamanan Hasil Pemilu, 400 Aparat Gabungan Disiapkan   |  
Tue, 21 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 10 January 2019 15:00

Dugaan Korupsi Inspektorat

Kejari Hitung Kerugian Negara

Kejari Hitung Kerugian Negara

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Hingga saat ini, Kejaksaan Negeri Bojonegoro belum menetapkan tersangka dugaan penyalahgunaan wewenang Inspektorat Bojonegoro dalam penggunaan anggaran tahun 2015-2017 senilai Rp 8 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bojonegoro, I Gde Ngurah Sriada membenarkan bahwa saat ini belum ada penetapan tersangka kasus dugaan penyalahgunaan wewenang Inspektorat Kabupaten Bojonegoro.

Ia mengatakan, perkembangannya masih tahap penghitungan kerugian negara. Saat disinggung berapa nilai kerugian negara. Pihaknya belum bisa membeberkan. Alasannya kerugian negara masih dihitung.

"Kerugian negara masih dalam penghitungan," katanya kepada blokBojonegoro.com saat di Makodim 0813 Bojonegoro, Kamis (10/1/2019).

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Bojonegoro sempat menyegel Kantor Inspektur Inspektorat beberapa pekan lalu. Pihaknya pun juga telah memeriksa sedikitnya 40 saksi dari jajaran Inspektorat setempat.

"Berkas masih kami lengkapi, termasuk kerugian negara," imbuh Kajari.

Kejaksaan Negeri Bojonegoro mulai melakukan penyelidikan kasus tersebut sejak awal April 2018. Kemudian, naik ke tahap penyidikan pada awal bulan Mei 2018. Namun hingga saat ini belum membuahkan hasil. [yud/ito]

Tag : inspektorat, kejari, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat