12:00 . PA Batasi Semua Pelayanan Selama Pandemi Covid-19   |   11:00 . Petugas Gabungan Patroli Bubarkan Kerumunan   |   10:00 . Tren Air Bengawan Solo Naik Cukup Cepat   |   09:00 . Efek Corona Omzet Pedagang Jamu Tradisional dan Rempah Meroket   |   08:00 . Update Grafik Perkembangan Covid-19 di Jawa Timur dan Bojonegoro Per 4 April   |   07:00 . Baru Selesai Belanja, Ini Tips agar Bahan Makanan Keluarga Terhindar dari Corona   |   06:00 . Selamat Jalan, Pak Armin...   |   21:00 . Kawal Dana di Desa, Siagakan Ribuan Relawan   |   20:00 . Warga Bubulan ini Pernah Temukan Koin Cina Kuno Saat Mencangkul di Ladang   |   19:00 . Pencarian Korban Tenggelam di Kedungbondo Kembali Dihentikan   |   18:00 . Ahbabul Mustofa Semprot Disinfektan Sampai Bagikan Sembako   |   17:00 . Terus Menurun, Total Ada 56 Orang ODP di Bojonegoro   |   16:00 . Masa Belajar di Rumah Siswa Diperpanjang   |   14:00 . Petugas Gabungan Semprot Disinfektan Hingga Pelosok Bojonegoro   |   13:00 . Timsar Perluas Pencarian Korban Hingga Bengawan Solo   |  
Sun, 05 April 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 10 January 2019 23:00

Jagong Sastra SEC

Mengupas JokPin dari Balik Celana Hingga Sarung

Mengupas JokPin dari Balik Celana Hingga Sarung

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Menjadi kegiatan rutin di Society Education Centre (SEC) setiap bulan membahas sastra, kali ini Jagong Sastra mengupas puisi-puisi karya-karya Joko Pinurbo (JokPin), pada Kamis (10/1/2019) mulai pukul 16.00 WIB.

Bertempat di Wisma Toyoaji, Desa Wedi, Kecamatan Kapas, kegiatan ini diikuti peserta mahasiswa dari organisasi ekstra kampus, dan dipantik oleh Ali Ibrohim dari SEC.

Membuka diskusi, Ibrohim menyampaikan, sebelum Nurhadi-Aldo, Calon Presiden (Capres) fiktif hadir dengan jargon-jargon yang nyeleneh dan hits saat ini, JokPin telah mulai berkarya dengan gaya vulgar berbau mesum sejak tahun 1998-an.

"Dengan gaya itu, yang biasa disebut surealis justru bahasa itu lebih dekat dengan pembaca dan pendengarnya," ungkapnya.

Dalam proses kreatifnya, kata Ibrohim, JokPin memilih untuk bermeditasi dan tidak mau mendengarkan apapun. Selain itu, dirinya juga membeli semua buku-buku para penyair dan membacanya.

"Dengan membaca itu, dia berusaha untuk menjauhi materi dan gaya penyair terdahulu. Karena menurutnya jika itu dilakukan, maka dia akan mati sebelum mati," papar Ibrohim.

Hal itu, juga diamini oleh Agus Salim. Dalam Jagong Sastra itu, dia juga membacakan puisi JokPin yang berjudul 'Celana Ibu'.  Menurut Agus, JokPin mempunyai gaya unik dan sangat berbeda. Terutama karya-karyanya yang tak jauh dari celana. Mulai Celana 1, 2 dan 3 hingga Celana Ibu, dan Celana Pacar Kecilku di Bawah Kibaran Sarung. 

"Meskipun begitu, ketika orang mendegarkannya tidak bosan, karena ada pesan yang mendalam dari karya itu," jelas Agus.

Jagong Sastra yang bertemakan 'Menemukan JokPin: Di balik celana dan di bawah kibaran sarung'berlangsung seru. Meski sempat dijeda untuk waktu salat magrib, diskusi berlanjut lebih seru dengan mengupas karya-karya JokPin, membandingkan dengan karya lainnya, serta kondisi saat ini.

Tak hanya itu, di akhir diskusi, peserta bergantian membacakan puisi-puisi JokPin sambil diirigi petikan gitar. Angin bertiup kencang dan suasana akan turun hujan semakin membuat suana menjadi sahdu.

Terpisah, Ketua SEC, Parto Sasmito mengatakan, Jangong Sastra ini, merupakan kegiatan yang dilaksanakan rutin setiap bulan dengan bentuk dan konsep kegiatan berbeda.

"Banyak bentuk karya sastra. Yang kemarin sudah diskusi cerpen, sekarang puisi, bulan depan rencana nonton film bersama, dan ke depan juga ada teater dan karya-karya sastra lainnya yang akan kita diskusikan," kata Parto menjelaskan. [saf/lis]

Tag : JokPin, Puisi, Karya, sastra, sec, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 30 March 2020 12:00

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh Petani Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro berhasil menanam waluh (labu kuning) tumpangsari dengan pohon pisang di tegalannya. Suparno bisa memanen waluh muda 40 buah setiap hari, karena sayuran...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat