06:00 . Khotmil Quran Mahasiswa Kesehatan   |   05:00 . Pondok Jurnalistik Bersama LPM Kampus Ungu   |   21:00 . Relawan Cinta NKRl Kutuk Petualang Politik Rongrong Wibawa Pemerintah   |   20:00 . Selangkah Lagi 5 Komisioner KPU Ditentukan   |   19:00 . Lansia Dapat Rp2 Juta Setahun, Ini Kata Gubernur Jatim   |   18:00 . Ngaji Bareng Ahlussunah Wal Jamaah PAC IPNU-IPPNU Sumberrejo   |   17:00 . 10 Hari Terakhir Ramadhan, Ada Apa? Cek Disini   |   16:00 . Perpusda Bojonegoro, Tempat Alternatif untuk Ngabuburit   |   15:00 . Gudang Kayu Jati di Balen Ludes Terbakar   |   14:00 . Hore....! WhatsApp, IG, dan FB Kembali Normal   |   13:00 . Dishub Bakal Buka Dua Rest Area di Jalur Mudik   |   12:00 . Disperinaker Pastikan Tak Ada Perusahaan Telat Berikan THR   |   11:00 . Matangkan Skema, Bojonegoro U21 Akan Lawan Pesekaba Blora   |   10:00 . Pengumuman Kelulusan SMP, Hanya Undang Orang Tua Siswa   |   09:00 . 15 Kuota Tambahan CJH Segera Lakukan Pelunasan Tahap III   |  
Sun, 26 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 11 January 2019 06:00

Diduga Gunakan Uang Pajak, Pasutri Ini Dipanggil Kejari

Diduga Gunakan Uang Pajak, Pasutri Ini Dipanggil Kejari

Kontributor: Sutopo

blokBojonegoro.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) melakui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) telah memanggil Perangkat Desa di Kecamatan Kalitidu, IN dan AM yang beberapa waktu diduga menyalahgunakan uang pajak.

"Sudah kami panggil ternyata sudah dibayar. Bahkan, Camatnya juga ikut kesini," kata Kasi Pidsus Kejari Bojonegoro, A. Fauzan kepada blokBojonegoro.com, Kamis (10/1/2019) di Kantornya. 

Menurut Fauzan mereka sudah membayar uang pajak yang telah digunakan melalui Bank Jatim. Tatapi, ada miskomunikasi terkait barang bukti yang belum diserahkan ke Bappeda.

Jadi, lanjut dia, hal itu sudah beres karena itu sudah dibayar semua dan bukti-buktinya sudah ditunjukan kepada pihak Kejari khususnya Kasi Pidsus. 

Diketahui sebelumnya jika IN dan MA yang berstatus suami istri tersebut diduga menggunakan uang Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2018 untuk keperluan pribadi. 

Hal itu terungkap melalui Kasubid Penagihan dan Keberatan Badan Pendapatan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Eko Puji Wahyono.

Menurut data jumlah total tunggakan IN di tahun 2018 sebanyak Rp29 juta lebih (Rp29.085.855), sedangkan suaminya, MA jumlah total tunggakan di tahun 2018 sebanyak Rp14 juta lebih (Rp 14.596.004). Apabila ditotal maka tunggakan pasangan perangkat desa ini mencapai Rp43 juta lebih (Rp43.581.859).

IN diduga menggunakan uang PBB-P2 itu sejak tahun 2013 sebesar Rp10 juta. Kemudian pada tahun 2014, IN menggunakan Rp28 juta lebih (Rp28.384.421).

Lagi-lagi pada tahun 2016, IN diduga menggunakan uang PBB-P2 dengan jumlah Rp2 juta. Dalam perjalanannya, IN sudah membayar uang pajak tersebut. Namun masih kurang, hingga tahun 2018 IN masih menunggak.

Suaminya, MA hampir sama dengan sang istri IN. MA menggunakan uang pajak sejak tahun 2013 sebanyak Rp9 juta. Kamudian pada tahun 2016 kembali menggunakan uang pajak sebanyak Rp12 juta. Dalam perjalanannya MA sudah membayar uang yang digunakannya. [top/lis]

 

Tag : pajak, uang, kades

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Friday, 24 May 2019 13:00

    Apprentice Program PEPC 2019

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak Beberapa jam lagi menjelang penutupan pendaftaran, jumlah pelamar beasiswa pendidikan diploma guna menjaring Calon Operator Proyek Jambaran-Tiung Biru yang dikelola oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC). Hingga Jumat (25/4/2019) pagi...

    read more