07:00 . Menyikapi Dilema Anak Multilingual   |   18:00 . Pertamina Sambut Kembali Siswa Jatim dari Gorontalo   |   17:00 . Tanpa 2 Pemain Inti, Persibo Optimis Kalahkan Nganjuk Ladang   |   16:00 . Conjo, Teknik Percepat Tanam Tembakau Tanpa Guludan   |   15:00 . Biasa Tanam Palawija, Kemarau Kali Ini Petani Mayangkawis Beralih Tembakau   |   13:00 . Disbudpar Targetkan 1,5 Juta Wisatawan Tahun Ini   |   12:00 . Persibo Waspadai Ancaman Tim Tamu   |   11:00 . Sempat Meroket, Harga Cabai Berangsur Turun   |   10:00 . Semakin Bugar dan Banyak Aktifitas di Masa Pensiun   |   09:00 . Bahagia Tampil di Istana Negara, Ini Cerita Penari Thengul   |   08:00 . Terus Diperhatikan, Kualitas dan Kuantitas UDD PMI Harus Ditingkatkan   |   07:00 . Tips Anti Stres untuk Ibu Bekerja yang Baru Jadi IRT   |   22:00 . Kodim Bojonegoro Rotasi Jabatan Perwira   |   21:00 . Majukan PMI, Jejaring Wilayah V Gelar Pertemuan di Bojonegoro   |   20:00 . Puluhan Regu Meriahkan Gerak Jalan SD-MI Kecamatan Kapas   |  
Fri, 23 August 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 14 January 2019 07:00

Main Games Bukan Hadiah untuk Anak

Main Games Bukan Hadiah untuk Anak

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Di era teknologi, tak jarang orangtua menghadiahkan screen time atau membolehkan bermain gawai sebagai hadiah ketika anak berperilaku baik.  Padahal, hadiah tersebut jutsru cenderung membuat anak makin ketagihan kepada gawainya.

Para ilmuwan di University of Guelph, Kanada menemukan, anak-anak dengan orang tuanya membagikan screen time sebagai hadiah atau mencabutnya karena hukuman, justru menghabiskan lebih banyak waktu dengan gawainya atau televisi, daripada anak-anak dengan orangtua yang tidak melakukan hal serupa.

"Ini mirip dengan bagaimana kita seharusnya tidak menggunakan makanan manis sebagai hadiah. Karena itu dapat meningkatkan daya tariknya kepada mereka," menurut Profesor Jess Haines.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Obesity ini menelusuri dampak pola pengasuhan terhadap jumlah waktu yang dihabiskan anak-anak di depan layar.

Penelitian ini melibatkan 62 anak-anak berusia antara 18 bulan dan lima tahun, serta 68 orang tua.

Sebagai bagian dari penelitian, orangtua ditanyai pertanyaan seperti bagaimana mereka memantau screen time anak-anak mereka, ketika anak-anak diizinkan screen time dan apakah orang tua juga menghabiskan waktu di depan layar ketika di sekitar anak.

Hasilnya menunjukkan, rata-rata anak menghabiskan hampir satu setengah jam di depan layar selama weekdays dan sedikit lebih dari dua jam sehari pada akhir pekan.

Di sisi lain, orangtua menghabiskan rata-rata dua jam sehari di depan layar selama seminggu dan hanya lebih dari dua setengah jam sehari pada akhir pekan. Ini menunjukkan, anak-anak mencontoh dari orangtuanya.

Studi ini menemukan, mayoritas orangtua menggunakan gawai sebagai cara untuk mengendalikan perilaku, terutama pada akhir pekan. 

Hal tersebut mengakibatkan anak-anak menghabiskan waktu rata-rata 20 menit lebih banyak pada akhir pekan di depan layar.

"Kami pikir jumlah waktu layar lebih tinggi pada akhir pekan karena anak-anak di rumah dan biasanya lebih banyak berinteraksi dengan orang tua mereka," ujar Haines.

Anak yang melihat orangtua bermain gawai di sekitarnya justru memiliki screen time lebih tinggi. Kemungkinan karena orangtua mengizinkan anak bermain gawai.

"Bagi orang tua dengan anak-anak lebih kecil, mereka dapat memiliki screen time ketika anaknya tidur. Namun, ketika anak lebih besar dan waktu tidurnya hanya malam hari, hal ini jadi sulit, sehingga memainkan gawai tetap dilakukan saat anak di sekitarnya," ujar Haines.

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, anak

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Wednesday, 07 August 2019 15:00

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten Sebanyak 29 wartawan telah bekerja keras melewati Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-27 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, yang bekerjasama dengan SKK Migas dan KKKS. Selama dua hari 6-7...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 13 August 2019 08:00

    Teladani Auliya, Jemaah Tahli Ziarah dan Wisata Religi

    Teladani  Auliya, Jemaah Tahli Ziarah dan Wisata Religi Demi memperkuat spiritual keagamaan dan meneladani perjuangan para waliyullah, sekaligus menyambut Kemerdekaan RI-47, jemaah tahlil Dukuh Ngantulan, RT.19/RW.03, Desa Bulu, Kecamatan Balen, mengadakan ziarah ke makam auliya. Selain itu dalam...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat