21:00 . Karangtaruna Cengungklung Belajar Budidaya Klengkeng di Balitjestro   |   19:00 . Resmi, AKBP M. Budi Hendrawan Jabat Kapolres Bojonegoro   |   18:00 . Gelar Stadium General, Unugiri Bedah Big Data   |   17:00 . Pengajuan Beasiswa, Begini Mekanismenya   |   16:00 . Inilah Kreteria Calon Penerima Beasiswa   |   15:00 . Beasiswa Scientis dan 1 Desa 2 Sarjana di APBD 2020   |   14:00 . Percantik Jembatan Sosrodilogo dengan Lampu   |   13:00 . Tak Bayar Sesuai UMK, Perusahaan Bakal Dapat Sanksi   |   12:00 . Pertemuan Insan Genre Se Bojonegoro Gandeng P3AKB   |   10:00 . Hadiri Parternship Gathering Vokasi UGM, ini Harapan Wabup   |   09:00 . Bungkam Unhasy 6-0, Unugiri Gagal Lolos   |   08:00 . DPRD Minta Bupati Segera Terbitkan Perbup Kepemudaan   |   07:00 . 7 Fakta tentang Menyusui   |   22:00 . Prestasi di Akhir Masa Jabatan, Polres Bojonegoro Terima Penghargaan Kemen PAN-RB   |   21:00 . Ansor Bojonegoro Sebut Pemuda Jadi Benteng Pengaruh Global   |  
Fri, 22 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 15 January 2019 20:00

Disperta Tak Rekomendasi Jebakan Listrik untuk Usir Tikus

Disperta Tak Rekomendasi Jebakan Listrik untuk Usir Tikus

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Banyaknya petani yang memasang jebakan tikus yang dialiri listrik di lahan pertanian dirasa cukup membahayakan. Oleh karenanya, Dinas pertanian (Disperta) Bojonegoro, menghimbau agar petani tidak lagi memasang jebakan seperti itu lagi, karena masih ada cara lain agar wabah tikus tidak merusak tanaman padinya.

"Disperta Bojonegoro, tidak merekomendasi pemasangan jebakan tikus beraliran listrik, karena sangat membahayakan," kata Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Disperta Bojonegoro, Zaenal Fanani.

Zaenal mengungkapkan, pemasangan jebakan aliran listrik itu memang dianggap para petani cukup efektif, padahal jebakan itu sangat membahayakan bila mengenai tubuh seseorang yamg tidak tahu.

"Untuk itu, jangan gunakan jembakan tikus seperti itu, cobalah dengan cara lain saja seperti memberikan insektisida ke tanaman," imbaunya.

Banyaknya hama tikus itu, menurut Zaenal dikarenakan ekosistem persawahan saat ini tidak seimbang sehingga wabah tikus merusak tanaman, seperti berkurangnya ular akibat banyak diburu sehingga populasi ular di sawah berkurang.

Selain itu, guna mengurangi wabah tikus juga bisa dilakukan dengan pestisida yakni mengobati tikus, oleh karenanya masih ada cara lain agar jebakan listrik tidak dipasang lagi oleh petani.

"Memang wabah tikus merupakan penyakit no tiga terbesar di Bojonegoro, selain sundep dan wereng," terang Zaenal.

Diharapkan dengan masih adanya cara lain untuk mengusir atau mengurangi hama itu, diimbau agar petani tidak lagi memasang jebakan listrik kembali, karena jebakan itu sangat membahayakan bagi orang lain. [saf/lis]

 

Tag : tikus, jebakan, sawah

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat