10:00 . Viral....! Saling Klaim Menang Terpilih Jadi DPR   |   09:00 . Meski Tersandung Masalah, IR Masih Jabat Kadishub   |   08:00 . Jaga Proses Perhitungan Suara di Tingkat PPK, Pengawalan Diperketat   |   07:00 . Gangguan Jiwa Pasca-Pemilu Bisa Sembuh, Jangan Malu Berobat   |   06:00 . Situng, KPU Target Tanggal 22 April Selesai   |   22:00 . Harlah PMII, Rayon Jalaludin Rumi Gelar Nobar Sexy Killer   |   21:00 . Belum Final, Ramai Ucapan Caleg DPR RI Terpilih   |   20:00 . Real Count KPU Bojonegoro, Baru 200 TPS   |   15:00 . 238 WB Dijadwalkan Ikuti UNBK Susulan Paket C   |   13:00 . Bupati Minta Semua Tunggu Hasil KPU   |   12:00 . Rekapitulasi Masih di Kecamatan, KPUK Target Awal Mei Kelar   |   11:00 . Kafid, Pejuang Demokrasi yang Kecelakaan   |   10:00 . Segar, Siang Hari Minum Es Cao Pasar Kota Bojonegoro   |   08:00 . Diduga Balapan Liar, Hantam Fortuner Tewas di TKP   |   07:00 . 3 Pertanyaan Selain 'Kapan nikah' Saat Reuni   |  
Sat, 20 April 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 22 January 2019 13:00

Mengendalikan Sundep dan Beluk di Musim Penghujan

Mengendalikan Sundep dan Beluk di Musim Penghujan

Pengirim: Iskak Riyanto

blokBojonegoro.com - Di Musim Hujan (MH) ini petani harus waspada serangan hama Penggerek Batang Padi Kuning (PBPK). Petani di Bojonegoro menyebut PBPK dengan nama Sundep atau Beluk. Sundep atau Beluk merupakan hama utama pada tanaman padi yang menimbulkan kerusakan berat dan kehilangan hasil panen yang tinggi.

Beberapa waktu yang lalu saya mendapat WhatsApp dari kawan petani Kecamatan Kanor yang isinya kurang lebih begini, "Populasi Penggerek Batang Padi Kuning (PBPK) sekarang sangat tidak terkendali, dikarenakan makanan yang selalu tersedia, sulit dikendalikan, apalagi saat fase generatif".

Saya balas "Problema PBPK di areal bengawan Solo memang begitu, Pengendalian Hama Terpadu (PHT) harus benar-benar dilakukan".

Dari WhatsApp petani itulah saya ingin berbagi cara untuk mengendalikan hama yang ditakuti petani tersebut. Serangan Sundep atau Beluk biasanya terjadi saat musim hujan seperti saat  ini. Suhu, kelembaban, dan curah hujan sangat cocok bagi perkembangan Sundep atau Beluk.

Sampai saat ini belum ada varietas yang tahan hama ini. Istilah Sundep dan Beluk ada pembedanya. Sundep menyerang pada fase vegetatif (fase pertumbuhan) yang ditandai dengan  daun padi muda menguning tergulung lalu mengering dan mati. Sedangkan Beluk menyerang pada fase generatif (fase berbunga/berbuah) yang ditandai dengan bunga atau buah padi yg baru keluar berwarna putih, berguguran, gabahnya kosong (gabuk).

Penyebabnya adalah ulat super kecil berwarna putih yang masuk kedalam batang padi dan memotong titik tumbuh utama. Tanaman padi yang terserang Sundep bila dikendalikan dengan baik masih bisa tumbuh lagi dengan normal, karena masih bisa bertunas lagi. Sedangkan yang terserang Beluk sudah tidak bisa diselamatkan lagi karena titik tumbuh sudah putus.

Cara pengendalian Sundep dan Beluk.

Kembali ke tulisan awal, pengendalian Sundep dan Beluk idealnya harus dengan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). PHT adalah pengendalian populasi hama agar tetap berada di bawah ambang kerugian. Strategi PHT tidak bersifat pemusnahan, pembasmian, pemberantasan, melainkan pembatasan. PHT menerapkan pengendalian hama dengan berbagai cara dan saling terkait, tidak hanya menggunakan satu cara saja.

Langkah-langkah pengendalian PHT :

1. Budidaya tanaman sehat.

Dengan pemupukan berimbang tanaman akan tumbuh  sehat dan  lebih tahan dari serangan hama. Secara alami jerami yang melimpah di sawah mengandung unsur Silika (Si) bila dijadikan kompos membuat tanaman padi batangnya lebih kuat sehingga Sundep dan Beluk tidak mampu menembusnya.

2. Pengaturan Pola tanam.

Tanam serempak minimal 100 hektar dalam satu hamparan dengan tujuan persediaan makanan hama menjadi terbatas. Selanjutnya  pergiliran tanaman selain padi untuk memutus siklus hidup hama. Dan tanam varietas padi berumur genjah.

3. Cara mekanik.

Dengan mengumpulkan kelompok telur di persemaian dan pertanaman. Telur dipelihara dalam bumbung bambu, apabila keluar parasitoid dilepaskan kembali di pertanaman.

4. Pengendalian Hayati.

# Pengembangbiakan parasitoid Trichogramma untuk dilepas ke pertanaman padi.
# Konservasi musuh alami dengan cara menghindari aplikasi insektisida kimia.
#Konservasi musuh alami dengan cara pengembangan tanaman Refugia.

Refugia adalah intervensi ekosistem dengan menyediakan rumah untuk pemangsa hama. Tanaman yang berfungsi sebagai Refugia bermacam-macam seperti bunga Matahari, bunga Kertas, Kenikir, Tagetes dan lain-lain. Musuh alami yang bersarang di tanaman bunga akan menjadi predator atau parasitoid bagi hama pengganggu padi. Refugia bisa ditanam di jalan pinggir sawah atau galengan/pematang.

Aplikasi Pestisida Nabati, yang bahanya dari akar, daun, batang, kulit tumbuhan yang bersifat alami.

5. Penggunaan Insektisida Kimia.

Segera dilakukan pengendalian jika ditemukan rata-rata 1 kelompok telur/m2 atau intensitas serangan mencapai 5% atau lebih, selambat-lambatnya 3 minggu sebelum panen. Sebelum menggunakan produk insektida, baca dan pahami informasi yang ada di label biar tidak salah insektisida yang disemprotkan.

*Penulis adalah PPL Disperta Bojonegoro

Tag : hama, sawah, padi

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 27 March 2019 21:00

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng Seorang petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Abdul Mukarom merasa senang karena pohon Lengkeng yang ia tanam dua tahun yang lalu sekarang ini buahnya sudah bisa dinikmati. Setelah empat pohon...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 16 April 2019 09:00

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK): No.Pol: S-3761-DJ Merk/Type: HONDA Warna: Hitam Tahaun pembuatan: 2012 Nomor Rangka: MH1JB8110CK809201 Nomor Mesin: JB81E1806215 Atas Nama: DASINAH Alamat: Dusun Kawis RT.01/RW.02 Desa Geger Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more