14:00 . Oktober 2019, Refita Diberangkatkan di Kejurnas   |   13:00 . 524 Siswa SMKN2 Resmi Diwisuda, ini Harapan Para Guru   |   12:00 . Kurang Pagu, PPDB Jalur Offline Dibuka Sehari   |   11:00 . Suami Ketua Ansor, Istri Ketua Fatayat Bersaing di Samberan   |   10:00 . Dari 38, Bojonegoro Peringkat 8 Perolehan Medali   |   09:00 . Bisa Daftar dari Rumah, SMAN 4 Bojonegoro Tetap Buka Layanan   |   08:00 . Sempat Melambung Tinggi, Kini Harga Kencur Anjlok   |   07:00 . Manfaat Menatap Mata Bayi   |   22:00 . Wabup Berharap Santri Bojonegoro Terus Berprestasi   |   21:00 . Aksi Trail Bojonegoro   |   20:00 . Halal Bi Halal ala Rider Trail   |   19:00 . Rider Trail Halal Bi Halal Masuk Hutan   |   18:00 . Pasca Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok Berangsur Turun   |   17:00 . Tahun Ajaran Baru, Pedagang Perlengkapan Sekolah Kebanjiran Pembeli   |   16:00 . Reog Bopo Roso Meriahkan CFD Bojonegoro   |  
Mon, 17 June 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 22 January 2019 13:00

Mengendalikan Sundep dan Beluk di Musim Penghujan

Mengendalikan Sundep dan Beluk di Musim Penghujan

Pengirim: Iskak Riyanto

blokBojonegoro.com - Di Musim Hujan (MH) ini petani harus waspada serangan hama Penggerek Batang Padi Kuning (PBPK). Petani di Bojonegoro menyebut PBPK dengan nama Sundep atau Beluk. Sundep atau Beluk merupakan hama utama pada tanaman padi yang menimbulkan kerusakan berat dan kehilangan hasil panen yang tinggi.

Beberapa waktu yang lalu saya mendapat WhatsApp dari kawan petani Kecamatan Kanor yang isinya kurang lebih begini, "Populasi Penggerek Batang Padi Kuning (PBPK) sekarang sangat tidak terkendali, dikarenakan makanan yang selalu tersedia, sulit dikendalikan, apalagi saat fase generatif".

Saya balas "Problema PBPK di areal bengawan Solo memang begitu, Pengendalian Hama Terpadu (PHT) harus benar-benar dilakukan".

Dari WhatsApp petani itulah saya ingin berbagi cara untuk mengendalikan hama yang ditakuti petani tersebut. Serangan Sundep atau Beluk biasanya terjadi saat musim hujan seperti saat  ini. Suhu, kelembaban, dan curah hujan sangat cocok bagi perkembangan Sundep atau Beluk.

Sampai saat ini belum ada varietas yang tahan hama ini. Istilah Sundep dan Beluk ada pembedanya. Sundep menyerang pada fase vegetatif (fase pertumbuhan) yang ditandai dengan  daun padi muda menguning tergulung lalu mengering dan mati. Sedangkan Beluk menyerang pada fase generatif (fase berbunga/berbuah) yang ditandai dengan bunga atau buah padi yg baru keluar berwarna putih, berguguran, gabahnya kosong (gabuk).

Penyebabnya adalah ulat super kecil berwarna putih yang masuk kedalam batang padi dan memotong titik tumbuh utama. Tanaman padi yang terserang Sundep bila dikendalikan dengan baik masih bisa tumbuh lagi dengan normal, karena masih bisa bertunas lagi. Sedangkan yang terserang Beluk sudah tidak bisa diselamatkan lagi karena titik tumbuh sudah putus.

Cara pengendalian Sundep dan Beluk.

Kembali ke tulisan awal, pengendalian Sundep dan Beluk idealnya harus dengan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). PHT adalah pengendalian populasi hama agar tetap berada di bawah ambang kerugian. Strategi PHT tidak bersifat pemusnahan, pembasmian, pemberantasan, melainkan pembatasan. PHT menerapkan pengendalian hama dengan berbagai cara dan saling terkait, tidak hanya menggunakan satu cara saja.

Langkah-langkah pengendalian PHT :

1. Budidaya tanaman sehat.

Dengan pemupukan berimbang tanaman akan tumbuh  sehat dan  lebih tahan dari serangan hama. Secara alami jerami yang melimpah di sawah mengandung unsur Silika (Si) bila dijadikan kompos membuat tanaman padi batangnya lebih kuat sehingga Sundep dan Beluk tidak mampu menembusnya.

2. Pengaturan Pola tanam.

Tanam serempak minimal 100 hektar dalam satu hamparan dengan tujuan persediaan makanan hama menjadi terbatas. Selanjutnya  pergiliran tanaman selain padi untuk memutus siklus hidup hama. Dan tanam varietas padi berumur genjah.

3. Cara mekanik.

Dengan mengumpulkan kelompok telur di persemaian dan pertanaman. Telur dipelihara dalam bumbung bambu, apabila keluar parasitoid dilepaskan kembali di pertanaman.

4. Pengendalian Hayati.

# Pengembangbiakan parasitoid Trichogramma untuk dilepas ke pertanaman padi.
# Konservasi musuh alami dengan cara menghindari aplikasi insektisida kimia.
#Konservasi musuh alami dengan cara pengembangan tanaman Refugia.

Refugia adalah intervensi ekosistem dengan menyediakan rumah untuk pemangsa hama. Tanaman yang berfungsi sebagai Refugia bermacam-macam seperti bunga Matahari, bunga Kertas, Kenikir, Tagetes dan lain-lain. Musuh alami yang bersarang di tanaman bunga akan menjadi predator atau parasitoid bagi hama pengganggu padi. Refugia bisa ditanam di jalan pinggir sawah atau galengan/pematang.

Aplikasi Pestisida Nabati, yang bahanya dari akar, daun, batang, kulit tumbuhan yang bersifat alami.

5. Penggunaan Insektisida Kimia.

Segera dilakukan pengendalian jika ditemukan rata-rata 1 kelompok telur/m2 atau intensitas serangan mencapai 5% atau lebih, selambat-lambatnya 3 minggu sebelum panen. Sebelum menggunakan produk insektida, baca dan pahami informasi yang ada di label biar tidak salah insektisida yang disemprotkan.

*Penulis adalah PPL Disperta Bojonegoro

Tag : hama, sawah, padi

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 02 June 2019 08:00

    IPNU-IPPNU Temayang Gelar Grand Finas Festival Oklek

    IPNU-IPPNU Temayang Gelar Grand Finas Festival Oklek Mengambil tema "Pelajar Millineal Menjaga Tradisi Budaya Lokal" Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Temayang gelar grand final Festival Oklek Ke-7,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Friday, 24 May 2019 13:00

    Apprentice Program PEPC 2019

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak Beberapa jam lagi menjelang penutupan pendaftaran, jumlah pelamar beasiswa pendidikan diploma guna menjaring Calon Operator Proyek Jambaran-Tiung Biru yang dikelola oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC). Hingga Jumat (25/4/2019) pagi...

    read more