16:00 . 896 Pegawai dari 19 OPD di Bojonegoro Ikuti Rapid Test   |   15:00 . Agustus 2020, Pemkab Hanya Keluarkan SE Pemasangan Umbul-umbul dan Bendera   |   14:00 . Tak Lakukan Daftar Ulang, Peserta Tes SKB Dipastikan Gugur   |   13:00 . Warga Margomulyo Ditemukan Meninggal di Bengawan   |   12:00 . ESJC Bakorwil Sediakan Fasilitas Internet Gratis Pembelajaran Online   |   11:00 . Hobi Crafter, Kini Sukses Tekuni Usaha Backdrop   |   07:00 . Nasihat Ahli untuk Para Jomblo Menghadapi Kesepian di Masa Pandemi   |   21:00 . Ada 2 Orang Sembuh, 3 Pasien Dinyatakan Positif   |   20:00 . Usaha Kerupuk Girut, Pelanggan Hingga Luar Daerah   |   19:00 . RUPS Pemkab dan PT SER Sepakati Direktur Baru PT ADS   |   18:00 . PMI Serahkan Bantuan untuk 15 Ponpes dan 9 Sibat Desa   |   16:00 . Diduga Depresi, Pasien Shelter PPKS Dinsos Bojonegoro Melarikan Diri   |   15:00 . Sidang Perdana Gugatan PI Blok Cepu Ditunda, ini Sebabnya...   |   14:00 . Pandemi Covid-19, Pengangguran di Bojonegoro Capai 39.182 Orang   |   13:00 . Ini Daftar Harga Kebutuhan Pokok Usai Idul Adha   |  
Wed, 05 August 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 23 January 2019 10:00

Jelang Panen, Petani Gayam Sibuk Usir Burung Pipit

Jelang Panen, Petani Gayam Sibuk Usir Burung Pipit

Kontributor: Abdul Rokim 

blokBojonegoro.com - Sebagian petani di Desa/Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro merasa senang dengan tanaman padi yang hampir panen. Mereka yang hendak panen tak lain adalah para petani yang menanam jenis padi kumis dengan masa tanam 85 hari.

Namun, menjelang masa panen ini, burung pipit mulai banyak menyerang dan memakan bulir padi siap panen. Alhasil, untuk menjaga bulir padi agar tak habis dimakan burung, para petani rela menunggu disawah untuk mengusir burung kecil tersebut. 

Salah satu petani, Diyono menuturkan, memang tanaman yang keluar bulir padi pertama merupakan sasaran utama burung pemakan beras ini. 

"Padi di sebelah beda jenis, makanya belum keluar padinya, jadi emprit menyerang padi kami" jelasnya.

Saat ini memang pengusiran dilakukan secara manual, dengan berteriak atau menggunakan alat seadanya yakni kentongan atau alat yang lainnya.Bahkan ada yang memasang jaring untuk menjebak burung tersebut. 

"Biasanya menggunakan kentongan atau botol yang diisi kerikil untuk dipukul-pukul," tambahnya

Hal tersebut sudah berlangsung setiap tahun menjelang panen, sampai saat ini belum ada solusi terbaik untuk mengatasi hal tersebut. [kim/lis] 

Tag : panen, petani, burung


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 20 July 2020 23:00

    Ultah 9 Tahun blokBojonegoro.com

    Inilah Juara Video Pendek New Normal

    Inilah Juara Video Pendek New Normal Sebanyak 50 video telah naik di saluran youtube blokBojonegoroTV sebagai peserta lomba video pendek dalam rangka 9 tahun blokBojonegoro.com....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 16 June 2020 19:00

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat