19:00 . Kartu Petani Mandiri (KPM) Solusi Untuk Petani di Bojonegoro   |   19:00 . Khusus Kloter 75, CJH Bojonegoro Berangkat dengan Jemaah Asal Surabaya   |   18:00 . Bupati Tantang Disperta Kembangkan Tehknologi Pertanian   |   17:00 . Mudahkan Pejalan Kaki Menyebrang, 2019 Dishub Pasang Tiga Pelican Cross   |   16:00 . Ajari Anak dan Gandeng Semua Pihak Tingkatkan Peran Keluarga   |   15:30 . Bupati Bojonegoro Launching Kartu Petani Mandiri   |   15:00 . 14 Pelajar dan 1 Gepeng Terciduk Polres Bojonegoro   |   14:00 . Kelompok Tani Wanita Meriahkan Launching KPM   |   13:00 . 3.500 Hektar Sawah di Bojonegoro Kekeringan   |   12:00 . Dua Pengemis Diamankan Satpol PP, Satunya dari Luar Bojonegoro   |   11:00 . KUA dan Cabang IPHI Kanor Bentuk Banom MTP   |   10:00 . Meningkat, Kasus Persetubuhan Anak Ancam Bojonegoro   |   09:00 . Tak Ingin Produksi Migas Terus Turun, Ini Upaya SKK Migas   |   08:00 . Harga Cabai Mahal, Warga Pilih Cabai Kering   |   07:00 . Wajib Waspada, Kecanduan Gadget Bisa Berakibat Fatal Untuk Kesehatan   |  
Wed, 24 July 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 28 January 2019 15:00

Resah, Warga Pasangi Banner Penuntasan Proyek

Resah, Warga Pasangi Banner Penuntasan Proyek

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Pengerjaan Proyek Irigasi di Jalan Serma Abdullah Desa Pacul, Kecamamatan/Kabupaten Bojonegoro diduga mandek. Lantaran tidak ada pengerjaan di lokasi proyek tersebut, Senin (28/1/2019).

Dampak pengerjaan proyek tersebut, banyak bebatuan dan lumpur berserakan di tepi jalan. Tidak jarang beberapa pelajar atau pengguna jalan tersebut tergelincir hingga terjatuh di sepanjang jalan. Beberapa warga pun geram.

Kegeraman warga sekitar pengerjaan proyek ditandai dengan memasang banner bertuliskan 'Mohon Segera di Selesaikan Sudah Banyak Korban Laka Proyek Jembatan Amburadul' di lokasi pengerjaan proyek.

Banner tersebut dipasang di beberapa titik lokasi proyek dengan maksut supaya pengerjaan proyek irigasi tersebut segera diselesaikan. Sehingga tidak ada lagi korban kecelakaan akibat proyek yang dianggap amburadul itu.

Darto (40) warga sekitar proyek irigasi membenarkan jika banyak pelajar atau pengguna jalan tersebut yang kecelakaan di sekitar proyek. Lantaran banyak batu dan lumpur yang diduga menjadi penyebab kecelakaan.

"Memang lumpur bercampur batu tersebut sangat licin jika diguyur hujan. Cukup meresahkan dan mengkhawatirkan," katanya menceritakan kepada blokBojonegoro.com, Senin (28/1/2019).

Ia mengatakan bahwa banyak pelajar yang lewat jalan tersebut. Sehingga keberadaan lumpur bercampur batu ditepi jalan itu sangat membahayakan. Terlebih lumpur bercampur batu tersebut memakan lebar jalan.

"Akibatnya jalan agak sedikit sempit, memang pengendara yang melewati jalan ini harus hati-hati. Apalagi saat ini musim hujan," ucapnya.

Sementara, Imron warga sekitar proyek lainnya mengatakan, apalagi saat diguyur hujan. Air di kali atau irigasi tersebut meluber menggenangi jalan. Sebab dalam pengerjaannya ada pembuntuan di tengah kali/isigasi.

"Sehingga air tidak bisa mengalir dengan normal, akibatnya air meluber ke jalan," kata pria berumur 45 tahun ini.

Meski demikian, air yang menggenangi jalan tidak berselang lama. Namun tetap membahayakan pengguna jalan yang melintas. Ia berharap supaya lumpur bercampur batu itu segera dibersihkan. Sehingga tidak lagi membahayakan.

"Kabarnya, Kamis mendatang mau dibersihkan. Semoga benar akan dibersihkan," pungkasnya. [yud/ito]

Tag : proyek, irigasi, pacul

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 17 July 2019 22:00

    KKM MI Kapas Gelar Bimtek K13 Revisi Tahun 2018

    KKM MI Kapas Gelar Bimtek K13 Revisi Tahun 2018 Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MI Kecamatan Kapas melaksanakan Bimbingan Teknis K13 Revisi Tahun 2018 yang akan berlangsung selama 4 hari dari tanggal 17 hingga 20 Juli 2019. Kegiatan ini berlangsung...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat