08:00 . Film Avenger Terbaru Sudah Rilis di Bioskop Bojonegoro   |   07:00 . Tips Kecantikan: Ingin Rambut Sehat? Coba Pakai Minyak Kelapa   |   06:00 . Sebelum Viral.....! Ini Cerita Pentol Sejati 'Wayahe....'   |   19:00 . Tiga Seniman Bojonegoro Terima Anugrah Seni   |   18:00 . Setelah Rekapitulasi, Baru Logistik 15 Kecamatan Masuk Gudang KPU   |   17:00 . Menumbuhkan Partisipasi Pemilu   |   16:00 . Diduga Kelelahan, 4 Penyelenggara Pemilu Meninggal Dunia   |   15:00 . Buka Diklat Dasar KSR, Wakil Rektor 3 Ingin Seluruh Peserta Lolos Bersertifikat   |   14:00 . Diantar Masyarakat, Cakades Margomulyo Mulai Mendaftar   |   13:00 . EMCL Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan di Gayam   |   12:00 . Tinggal Satu Desa, Hitung Suara Di PPK Kecamatan Dander   |   11:00 . 34 Peserta, Tunjukkan Kemampuan Berbahasa Inggris dalam Speech Contest   |   10:00 . Diduga Darah Rendah, Pria ini Meninggal Saat Gali Lubang Septic Tank   |   09:00 . Kelola Keuangan Daerah, Pemprov Launching EKD   |   07:00 . 7 Tanda Anda Akan Diterima Kerja Setelah Interview   |  
Thu, 25 April 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 28 January 2019 15:00

Resah, Warga Pasangi Banner Penuntasan Proyek

Resah, Warga Pasangi Banner Penuntasan Proyek

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Pengerjaan Proyek Irigasi di Jalan Serma Abdullah Desa Pacul, Kecamamatan/Kabupaten Bojonegoro diduga mandek. Lantaran tidak ada pengerjaan di lokasi proyek tersebut, Senin (28/1/2019).

Dampak pengerjaan proyek tersebut, banyak bebatuan dan lumpur berserakan di tepi jalan. Tidak jarang beberapa pelajar atau pengguna jalan tersebut tergelincir hingga terjatuh di sepanjang jalan. Beberapa warga pun geram.

Kegeraman warga sekitar pengerjaan proyek ditandai dengan memasang banner bertuliskan 'Mohon Segera di Selesaikan Sudah Banyak Korban Laka Proyek Jembatan Amburadul' di lokasi pengerjaan proyek.

Banner tersebut dipasang di beberapa titik lokasi proyek dengan maksut supaya pengerjaan proyek irigasi tersebut segera diselesaikan. Sehingga tidak ada lagi korban kecelakaan akibat proyek yang dianggap amburadul itu.

Darto (40) warga sekitar proyek irigasi membenarkan jika banyak pelajar atau pengguna jalan tersebut yang kecelakaan di sekitar proyek. Lantaran banyak batu dan lumpur yang diduga menjadi penyebab kecelakaan.

"Memang lumpur bercampur batu tersebut sangat licin jika diguyur hujan. Cukup meresahkan dan mengkhawatirkan," katanya menceritakan kepada blokBojonegoro.com, Senin (28/1/2019).

Ia mengatakan bahwa banyak pelajar yang lewat jalan tersebut. Sehingga keberadaan lumpur bercampur batu ditepi jalan itu sangat membahayakan. Terlebih lumpur bercampur batu tersebut memakan lebar jalan.

"Akibatnya jalan agak sedikit sempit, memang pengendara yang melewati jalan ini harus hati-hati. Apalagi saat ini musim hujan," ucapnya.

Sementara, Imron warga sekitar proyek lainnya mengatakan, apalagi saat diguyur hujan. Air di kali atau irigasi tersebut meluber menggenangi jalan. Sebab dalam pengerjaannya ada pembuntuan di tengah kali/isigasi.

"Sehingga air tidak bisa mengalir dengan normal, akibatnya air meluber ke jalan," kata pria berumur 45 tahun ini.

Meski demikian, air yang menggenangi jalan tidak berselang lama. Namun tetap membahayakan pengguna jalan yang melintas. Ia berharap supaya lumpur bercampur batu itu segera dibersihkan. Sehingga tidak lagi membahayakan.

"Kabarnya, Kamis mendatang mau dibersihkan. Semoga benar akan dibersihkan," pungkasnya. [yud/ito]

Tag : proyek, irigasi, pacul

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 27 March 2019 21:00

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng Seorang petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Abdul Mukarom merasa senang karena pohon Lengkeng yang ia tanam dua tahun yang lalu sekarang ini buahnya sudah bisa dinikmati. Setelah empat pohon...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 16 April 2019 09:00

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK): No.Pol: S-3761-DJ Merk/Type: HONDA Warna: Hitam Tahaun pembuatan: 2012 Nomor Rangka: MH1JB8110CK809201 Nomor Mesin: JB81E1806215 Atas Nama: DASINAH Alamat: Dusun Kawis RT.01/RW.02 Desa Geger Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more