19:00 . Tingkatkan Sdm Bidang IT, Pemkab Undang #Amazon   |   18:00 . Disperta Dorong Galakkan Tanam Porang   |   17:00 . 542 Mahasiswa Menerima Beasiswa dari Pemkab Bojonegoro Tahun 2019   |   16:00 . Sukseskan Pilkades, Polres Libatkan Da’i Kamtibmas   |   15:00 . Puskemas Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Atas Virus Corona   |   14:00 . Pemkab Siapkan Ketentuan Bagi Calon Kades Mengundurkan Diri   |   13:00 . Mahasiswa IAI Sunan Giri Bojonegoro Kenalkan Pemasaran Digital   |   12:00 . Enam Wanita di Eks Lokalisasi Diamankan, Satu Diduga Positif HIV   |   11:00 . Tingkatkan SDM Bidang IT, 160 Guru SMP Dilatih   |   10:00 . Wujudkan Era 4.0, Pemkab Hadirkan Amazon Web Service di Bojonegoro   |   09:00 . Perdes yang Antisipasi Pencuri Porang   |   08:00 . Hijaukan Desa, Babinsa dan Pemdes Sedeng Tanam Pohon   |   07:00 . Zodiak yang Beruntung Dalam Percintaan karena Sikap Tulusnya   |   17:00 . 550 Hektare Porang di Selatan Bojonegoro   |   16:00 . Kwarcab Pramuka Bojonegoro, Gelar Pitaran Pelatih Pembina   |  
Tue, 28 January 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 30 January 2019 19:00

Permintaan Kapur Turun, Munawi Mulai Produksi Meja Lipat

Permintaan Kapur Turun, Munawi Mulai Produksi Meja Lipat

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Sempat digadang-gadang sebagai pembuka lapangan kerja yang mempekerjakan masyarakat sekitar, tempat produksi kapur tulis milik Munawi (52) yang ada sejak 20 tahun lalu, dan berada di Dusun Karung, Desa Tulungrejo saat ini produksinya menurun drastis.

Munawi bercerita, dulu orang sekitar menyebut tempat produksi kapurnya sebagai pabrik. "Tapi sekarang cuma saya yang memproduksi kapur bersama istri dalam skala kecil, karena konsumen sudah beralih menggunakan spidol tinta," ujarnya.

Melihat permintaan kapur baik dari distributor dan konsumen lokal menurun, Munawi pun berupaya berinovasi agar usahanya tetap berjalan. "Karena beliau juga tidak bisa berkebun karena asam uratnya" sahut Sriyatun (48) istri Munawi kepada awak bB.

Karena dirasa produksi kapur tulis sudah tidak begitu menjanjikan lagi. Munawi memulai usaha barunya, yakni membuat meja lipat dan papan tulis, kemudian dipasarkan di toko-toko dekat tempat tinggalnya yang dijual seharga Rp20.000.

Bapak 4 anak itu mengaku selama membuka usaha tidak pernah mendapatkan pelatihan sama sekali.

"Apalagi buat meja lipat sama papan tulis ini, saya cuma melihat dan membeli, kemudian melepas bagian-bagianya kemudian merangkai kembali. Dan akhirnya saya mencoba membuat sendiri," pungkasnya pada blokBojonegoro.com. [aim/lis]

Tag : kapur, meja lipat


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat