09:00 . Disbudpar Persilahkan Masyarakat Berlibur ke Wisata   |   08:00 . Ayo Wisata dengan Tetap Patuh Prokes   |   07:00 . 6 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Mengencani Pria yang Lebih Muda   |   06:00 . Melirik Potensi dan Inovasi Desa Pilanggede   |   05:00 . 2 Sembuh, Positif Covid-19 di Bojonegoro Tambah 5 Orang   |   00:00 . Sambut Maulid Nabi, Polres Gelar Santunan dan Ajak Anak Bermasker   |   23:00 . Ada yang Berbeda, Apel Kebangsaan Sumpah Pemuda di Atas Angin   |   22:00 . Mengenal Lebih Dekat Kampus Unugiri   |   21:00 . Damkar Evakuasi Sarang Tawon di Desa Suwaloh   |   20:00 . Pemkab Ajak Perguruan Tingi Kesehatan Ikut Membangun Bojonegoro   |   19:00 . Patuhi Prokes Ketat, STIKes Rajekwesi Bojonegoro Gelar Wisuda   |   18:30 . Jangan Lupa saat Ingin Berwisata   |   18:00 . Hari Sumpah Pemuda Berbagi Masker   |   17:00 . Mahasiswa Ners STIKes ICSsada Bojonegoro Launching Posyandu Remaja   |   16:00 . BPBD Rutin Lakukan Penyemprotan Disinfektan   |  
Thu, 29 October 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 30 January 2019 19:00

Permintaan Kapur Turun, Munawi Mulai Produksi Meja Lipat

Permintaan Kapur Turun, Munawi Mulai Produksi Meja Lipat

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Sempat digadang-gadang sebagai pembuka lapangan kerja yang mempekerjakan masyarakat sekitar, tempat produksi kapur tulis milik Munawi (52) yang ada sejak 20 tahun lalu, dan berada di Dusun Karung, Desa Tulungrejo saat ini produksinya menurun drastis.

Munawi bercerita, dulu orang sekitar menyebut tempat produksi kapurnya sebagai pabrik. "Tapi sekarang cuma saya yang memproduksi kapur bersama istri dalam skala kecil, karena konsumen sudah beralih menggunakan spidol tinta," ujarnya.

Melihat permintaan kapur baik dari distributor dan konsumen lokal menurun, Munawi pun berupaya berinovasi agar usahanya tetap berjalan. "Karena beliau juga tidak bisa berkebun karena asam uratnya" sahut Sriyatun (48) istri Munawi kepada awak bB.

Karena dirasa produksi kapur tulis sudah tidak begitu menjanjikan lagi. Munawi memulai usaha barunya, yakni membuat meja lipat dan papan tulis, kemudian dipasarkan di toko-toko dekat tempat tinggalnya yang dijual seharga Rp20.000.

Bapak 4 anak itu mengaku selama membuka usaha tidak pernah mendapatkan pelatihan sama sekali.

"Apalagi buat meja lipat sama papan tulis ini, saya cuma melihat dan membeli, kemudian melepas bagian-bagianya kemudian merangkai kembali. Dan akhirnya saya mencoba membuat sendiri," pungkasnya pada blokBojonegoro.com. [aim/lis]

Tag : kapur, meja lipat


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Thursday, 22 October 2020 16:00

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang M. Anang Febri Efendi reporter blokTuban.com resmi melepas lajang. Ikrar janji suci diucapkan Anang di akad nikah pukul 09.00 WIB hari Senin (19/10/2020) di kediaman mempelai wanita. Resespsi kedua, dilaksanakan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat